Warung Bebas

Sabtu, 22 Oktober 2011

Sinopsis Man of Honor episode 2 part 1

Sinopsis Man of Honor episode 2 part 1















Drama ini totally cool. Recommended buat hunting bajakannya nanti dikala waktunya sudah tiba..  :)

Man of Honor ini ngingetin sama Bread Love and Dream/Baker King Kim Tak Goo. Jelas! Mulai dari keuletan scriptnya, ketepatan setiap scene yang ditampilin, hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa lain, timingnya antara flashback dan realnya dapet dan engga ngebosenin. Ada beberapa scene dimana pemain utamanya bener-bener dorky atau scene yang lumayan sedih.

Yang paling penting, episode 2 ini ngajarin banyak hal. Written scriptnya kayak quotes. Love it. Ost part 1 nya juga kereeen banget. Apalagi pas line endingnya, ~~because I Love You~~ nyentuh banget..

Episode 2 part 1 :
"Please help me! Please help me!" Yoon Jae In kecil berteriak sebisa mungkin. Badannya terjepit kala kecelakaan itu berlangsung.
Selalu ada pertolongan, gemerincing lonceng dari seorang pendaki gunung dan sebuah lampu menyala, pertanda pertolongan datang.


Jae In sendirian, tanpa ayah dan ibunya.
Suara ibunya terngiang di telinga Jae In, "Jae In. Putriku."
Keadaan kritis mengingatkan Jae In pada suara Ayahnya. "Jae In, aku minta maaf. Aku benar-benar menyesal tidak dapat berada di sisimu. Jae In, putri kecilku."

"Siapa nama Kau?" tanya polisi yang berhasil menemukan Jae In. "Dapatkah Kau ingat di mana Kau tinggal? Bagaimana dengan ibumu? Bagaimana tentang ayahmu?"
Jae In hanya menggeleng dan enggan untuk menjawab,

"Jangan tanya lagi. Aku pernah bekerja di sebuah pusat pelayanan anak-anak setahun yang lalu. Anak-anak yang kehilangan orang tua mereka, kebanyakan dari mereka tidak dapat mengingat apapun, bahkan nama mereka sendiri. Mereka masih shock dengan kejadian yang baru saja mereka alami, anak-anak seperti itu cenderung tidak dapat mengingat apapun. Otak mereka sedikit berantakan." sela salah satu polisi lain.

Ya, Jae In shock. Ia bahkan lupa dengan namanya sendiri.

Perusahaan Ayah Jae In berada di genggaman tangan Ayah Seo In Woo-Seo Jae Myung.
"Kau sudah bekerja keras." kata Seo Jae Myung.

"Ini ditemukan pada saat pemakaman presiden dilakukan. Polisi mengirimnya ke kantor ini." asisten Seo Jae Myung menunjukkan sebuah kotak pink.
"Apa itu?" tanya Seo Jae In.
"Haruskah Aku membuangnya?"
"Tidak Kau bisa pergi sekarang." kata Seo Jae In mempersilakan asistennya pergi.

Ia membuka kotak pink itu dan menemukan sebuah kalung. Sebuah kalung yang mengingatkannya pada Ayah Jae In.
Flashback :
"Ya. Mengapa Kau memilih kalung ini? Untuk siapa? Istrimu?" tanya Seo Jae Myung.
Ayah Jae In menggeleng,  "Bukan, tapi untuk Jae In. Minggu depan adalah hari ulang tahunnya."
"Mengapa memilih kunci?"



"Ini adalah kunci yang digunakan untuk membuka pintu keberuntungan. Untuk membuka nasib baik dalam kehidupan. Bagaimana?  Kau pikir dia akan menyukainya?" jawab Ayah Jae In.
Seo Jae Myung menjawab, "Aku tidak tahu, aku tidak memiliki anak perempuan, jadi aku tidak yakin."

Flashback berakhir.
Seo Jae Myung berkata dengan sombong, "Betapa menyedihkan, temanku. Keberuntunganmu untuk putrimu tapi yang terjadi malah sebaliknya. Pada akhirnya, itu adalah sebuah tragedi." ia lalu membuang kalung itu ke dalam tempat sampah.

Yay.. Siapa sangka kalung itu bakal kembali menjadi milik Jae in.

Jae in kecil terus mengatakan namanya sendiri, ia menggenggam bola dari Kim Young Gwang. "Yun Jae In. Yun Jae In. Namaku Yun Jae In."

"Hei, Gadis kecil, di sana, tendang bola itu." suruh seorang anak laki-laki. "Gadis kecil, kau tuli? Tendang bolanya ke sini."
Bukan menendang bola, Jae In malah pergi.

"Anak ini! Kau, berhenti di sana. Apa kau tuli? Aku bilang padamu untuk menendang bola, kau tidak mendengarnya?" ejek anak-anak itu seraya berkerumun mengelilingi Jae in.
Mereka berkomentar, sedangkan Jae in masih tetap terdiam.
"Oh, dia anak baru di sini."
"Itu benar, Kau salah satu yang ditinggalkan oleh ayahmu, kan?"
"Sepertinya Kau memang seorang anak yang menyedihkan."
"Kau bahkan tidak bisa mendengarkan siapa pun. Ayahmu benar-benar membuangmu."

Jae In kesal, ia lalu menendang kaki anak laki-laki yang mengejeknya. 
"Namaku bukan "gadis kecil". Namaku Yun Jae In. Apa? Namaku Yun Jae In. Dan juga, aku bukan seorang anak yang dibuang oleh ayahnya. Ayahku tidak membuangku." jawab Jae In.

"Sepertinya kau memang tuli, dan kau tidak bisa mengerti apa yang sedang terjadi. Ini adalah tempat bagi anak-anak terlantar, anak-anak yang dibuang oleh keluarganya."
"Kita semua sama. Kami semua ditinggalkan di sini."

Jae in menahan tangisnya, "Tidak. Jika Aku benar-benar telah dibuang, dia tidak akan memberitahu namaku. Ia Mengatakan namaku berkali-kali sehingga Aku bisa ingat namaku sendiri. Ini tentu karena sesuatu telah terjadi. Dan kami hanya dipisahkan sementara. Suatu hari ia akan kembali dan membawaku pulang. Aku pasti bisa kembali! Tunggu dan lihat saja. Aku tidak peduli apa alasannya. Aku pasti akan kembali. " ucap Jae In meyakinkan dirinya sendiri.

"Kita tidak akan melihatnya lagi di masa depan." tanya Seo In Woo kecil pada Ayahnya. "Apakah Jae In benar-benar mati?" 
"Tidak ada yang tahu. Tidak ada yang bisa menemukannya." jawab Seo Jae Myung.
"Bagaimana dengan perusahaan? Apakah perusahaan itu sekarang milikmu, Ayah?"
Seo Jae Myung kesal, ia membentak Seo In Woo. "Bisakah kau berhenti menggangguku? Jangan menyebutkan hal itu lagi. Kau, persiapkan saja dirimu sendiri."
"Ya, Ayah." jawab Seo In Woo patuh. 

Jae In terdiam dan belum juga terlelap tidur. Entah bagaimana, ia mendengar suara ayahnya.


"God. . Lindungi anakku. Jangan biarkan dia terluka. Jangan biarkan ia menangis. Biarkan dia memahami arti memaafkan dan menghormati. Biarkan cinta sejati membuka matanya. Dan terakhir, Biarkan dia menemukan kebahagiaan." doa ayah Jae In.

Dan yaap,, kalung liontin kunci yang terbuang itu kali ini berada di tangan seorang kakek misterius. Kakek  tanpa sengaja menemukan kalung itu di tumpukan sampah.


-= Musim panas, 17 tahun kemudian. =- 

Seorang kepala suster mencari Yun Jae In. "Yun Jae In. Apakah Yun Jae In tidak ada di sini?" 
"Dia ada di ruang checking sekarang, Suster Ketua." jawab perawat yang lain.

Jae In tumbuh menjadi seorang wanita cantik yang periang, ia engga mengingat masa lalunya.
"Wow! Ini lebih cepat dari kemarin! Wow!" puji para lansia yang dirawat di ruang itu.
"Terima kasih! Lain kali Aku akan datang ke sini lebih cepat dari sebelumnya. Oke, semua orang kembali ke posisi Kalian masing-masingi. Oke." suruh Jae In seraya tersenyum.

"Aku mendengar kalau Kau tidak akan datang ke rumah sakit besok." tanya salah satu pasien pada Jae In.
Jae In menjelaskan. "Aku akan ke Seoul untuk menghadiri ujian keperawatan nasional."
"Bukankah Kau sudah menjadi perawat? Mengapa Kau perlu mengambi ujian seperti itu lagi?"
Jae In tersenyum, "Sekarang aku hanya asisten keperawatan. Untuk menjadi seorang perawat yang berkualitas, Aku perlu mengikuti test seperti itu."
"Mengapa begitu rumit?" keluh yang lain.
"Ini dia! Ini dia! Setelah makan ini, Kau akan lulus!" salah satu pasien memberikan makanan traditional pada Jae In.
"Terima kasih Pak Juni Bae! Aku pasti akan mencobanya dengan usaha terbaikku. Aku pasti akan mendapatkan hasil yang terbaik. Jadi, Mr Juni Bae, Mr Man Bok, Mr Bun Gang, jangan lupa untuk meminum obat dengan tepat waktu." ungkap Jae In dengan ramah.
"Ya. Tentu saja! Harap jangan khawatirkan kami!"
"Berjuang!"


Akhirnya kepala perawat menemukan keberadaan Jae In.
"Kepala perawat! Aku baru saja selesai mendistribusikan perencanaan obat dan membiarkan mereka beristirahat." jawab Jae In menyembunyikan keterkejutannya saat melihat Kepala perawat.
"Ya, kami akan beristirahat." jawab pasien yang lain membela Jae In.


"Yun Sae In. Bagaimana bunga-bunga ini ada di ruang pasien? Berikan penjelasan padaku." bentak Kepala perawat yang terkenal killer. Kepala perawat yang salah menyebutkan nama Jae In menjadi Sae In.
Jadi menjawab dengan jujur, "Mereka sudah tua. Jadi Aku ingin memberi mereka perubahan suasana hati."

"Untuk mengubah suasana hati mereka, pekan lalu, Kau membawa pasien keluar, dan mereka semua terserang flu, kan?"
Jae In tersenyum lalu memberikan alasan lain, "Itu. . . mereka benar-benar ingin pergi keluar untuk menghirup udara segar. Aku tidak tahu bahwa hari itu akan hujan tiba-tiba."

"Dan juga.. memberikan pasien penderita darah tinggi sebuah pizza."
"Ah, kakek itu. . . Dia mengatakan keinginannya untuk memakan pizza sebelum meninggal." jawab Jae In. hahaha..
"Kali ini. Sebuah buket bunga ini. Sistem kekebalan tubuh mereka lemah. Bagaimana jika mereka alergi terhadap serbuk sari bunga, apa kau yang akan bertanggung jawab?" 
"Aku hanya ingin memperlakukan mereka seperti keluarga." jawab Jae In.
"Bahkan keluarga mereka sendiri mengabaikan mereka. Tapi bagaimana Miss Yun Sae In akan memperlakukan mereka sebagai keluarga? Kau sendiri adalah seseorang yang tidak memiliki keluarga, bukan?"
Kali ini perkataan Kepala perawat benar-benar membuat Jae In sedih. Engga masalah, berapa banyak omelan yang ia katakan, tapi kata-kata "tanpa keluarga" memang benar-benar membuat Jae In terdiam dan tertunduk.

" Aku akan menerima hukuman apapun." jawab Jae In.
Kepala perawat memberikan hukuman pada Jae In, "Setelah bekerja, atur semua data harian pasien di lantai bawah. Lalu pergi ke ruangn distribusi obat untuk mengatur obat yang baru saja tiba."
"Apa? Tapi aku akan berpartisipasi dalam test perawatan besok." keluh Jae In. Jadi? Malam ini Aku harus menaiki bis terakhir."

"Jadi Kau mengatakan bahwa meskipun kau akan mengikuti test itu, tapi kau masih mengabaikan semua tugas-tugasmu."
"Aku mengerti. Aku akan pergi setelah aku menyelesaikannya." jawab Jae In. 
"Aku benar-benar tidak tahan! Jangan khawatir, Miss Jae In. Aku akan melakukannya untukmu. " jawab teman Jae In.
"Tetapi jika kepala perawat tahu, Perawat akan memarahimu." jawab yang lain.
"Dimarahi sekali-kali tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Cepat, jangan ketinggalan kereta."

Jae In mencoba tersenyum, "Mengapa kalian seperti ini? Aku tidak lemah. Masih ada dua setengah jam lagi. Aku hanya perlu melakukannnya dengan cepat dan menyelesaikannya. Aku bisa melakukannya, berjuang!"


Saat tengah melaksanakan tugas hukumannya, tanpa sengaja Jae In mendengar rintihan dari Kim Young Gwang. Jae In menghampiri sumber suara, ia lalu terkejut saat melihat siapa yang ia temui.

Lebih terkejut lagi, Young Gwang dalam keadaan kritis. Jae In panik. Ia lalu segera menemui dokter yang tengah menangani Seo In Woo yang terluka.
 "Yun Jae In? Apa yang kau lakukan?" tanya kepala perawat.
"Ada pasien yang tengah dalam kondisi buruk." 

"Dokter, ini darurat. . ." keluh Jae In pada Dokter yang tengah sibuk mengobati Seo In Woo.
"Tidak bisakah kau melihat bahwa kami tengah sibuk di sini? Jangan mengganggu kami, pergi keluar segera." suruh kepala perawat.

Tapi karena kondisi Young Gwang benar-benar kritis, Jae In berusaha untuk mendapatkan perhatian dari dokter. Ia berkata dengan keras,  "Ada Seorang pria, pemain bisbol, jatuh dan kepalanya terluka di bagian dalam. Ia muntah-muntah dan dalam keadaan setengah koma sekarang, Dokter. Tekanan darah sekarang menurun. Kondisi tersebut pasien sangat berbahaya. Tolong pasien itu dokter."

Akhirnya dokter mendegnar apa yang Jae In katakan, "Dimana pasien itu sekarang?"

Tim dokter segera memeriksa Young Gwang, dan benar prediksi Jae In kalau Young Gwang benar-benar dalam keadaan kritis.

Tim dokter membawa Young Gwang ke ruang operasi, dan saat itu juga.. Tanpa disengaja, tangah Young Gwang menyentuh tangan Jae In. Jae In terkejut.

Dokter berkata pada Jae In, "Kemampuanmu dalam merespon keadaan darurat tidak buruk. Jika kita terlambat sedikit, pasien itu sudah tidak dapat diselamatkan. Namamu?"
Dengan semangat Jae In menjawab, "Yun Jae In."
"Kau melakukannya dengan sangat baik, Miss Yun Jae In."
"Ah, benarkah." Jae In tersenyum.
"Aku harus pergi!"

 Saat berjalan di koridor, Jae In bertemu dengan kepala perawat, "Kau tidak boleh masuk seperti itu saja. Apa kau akan terus menerus melanggar aturan. Apa? Apa kau juga mencoba menantang otoritasku. Perawat Yun."
Jae In menjelaskan, "Tapi, pasien itu memang benar-benar dalam keadaan kritis."
"Di hadapanku, kau bahkan mencoba membangkang." Kepala perawat kesal.

"Aku sangat menyesal, maafkan aku. Tapi, bagaimanapun juga aku tidak bisa tinggal diam." ucap Jae In. "Tidak peduli kapan dan dimana, selama aku merasa pasien itu dalam bahaya dan kritis, tidak peduli waktu atau tempat, dan terlepas dari kelas sosial, tidak peduli apa situasinya, Aku akan membantunya."

"Hei, Nona Yun Sae In."
Jae In memotong kata-kata kepala perawat. "Ya, Aku tahu. Aku seorang perawat, seseorang yang tidak memiliki keluarga. Meskipun Aku tahu semua hal itu, tapi setiap kali Aku melihat seorang pasien yang masuk, Aku memiliki semacam perasaan... Bagaimana kalau ayahku atau ibuku dalam posisi kritis seperti itu. Apa yang akan Aku lakukan? Jika wanita itu adalah ibuku, jika itu adalah adikku atau kakakku, apakah itu keluargaku, apa yang akan Aku lakukan? Jadi bagiku, Aku hanya akan menempatkan pasienku sebagai prioritas pertama.

"Nona Yun Sae In, Kau benar-benar. . ."
Jae In mencoba tersenyum dan berkata, "Namaku bukan Yun Sae In. Yun.... Jae... In,,. Itulah namaku. Meskipun aku hanya seorang perawat biasa. Tolong panggil namaku dengan benar, Kepala Perawat. Namaku Yun Jae In. Tidak perlu khawatir. Aku akan melakukan yang terbaik. "
Keadaan Young Gwang bertambah kritis dan ia mengigau "Siapa namamu? Yun Jae In. Tunggu, aku pernah mendengar nama itu sebelumnya. "

Pelatih menelpon Ayah Young Gwang untuk memberikan kabar tentang keadaan Young Gwang.

 "Apa yang dapat Aku lakukan untuk membuatnya dapat kembali ke tim lagi?" tanya Ayah Kim Young Gwang-Kim In Bae.
"Apa?" tanya pelatih.
"Semua ini terjadi karena aku tidak bisa merawatnya dengan baik. Tolong, biarkan ia menyelesaikan musim pertandingan ini, Pelatih Choe. Jika ia bisa menyelesaikannya, aku akan melakukan apa pun sesuai keinginanmu." jawab Kim In Bae.





Kim In Bae mengenang kenangan saat ia dan Young Gwang tertawa bersama. Bagaimanapun caranya, ia harus membantu anaknya agar tetap bisa bertahan di tim. Pelatih Choe menyarangkan Kim In Bae untuk meminta bantuan pada Seo In Woo.

Jae in datang terlambat pagi ini, ia harus mengendap-endap masuk ke dalam barisan perawat. Tapi, nihil. Usahanya langsung diketahui oleh Kepala perawat.
"Selamat pagi, Kepala Perawat." ucap Jae in.


"Aku akan memecatmu jika Kau datang terlambat lagi. Apakah Kau paham, Yun Sae. . ." Kepala perawat membenarkan kata-katanya. "Apakah Kau mengerti, Nona Yun Jae In?"
"Ya, Aku mengerti, Aku tidak akan terlambat lagi." jawab Jae In seraya tersenyum. Senang sekali kalau namanya dipanggil dengan benar. 
"Dan juga, pasien yang datang kemarin, Kim Yeong Gwang. Dia akan berada di bawah perawatanmu, Yun Jae In. Ingat untuk terus mengecek tekanan darah dan suhu badannya secara berkala." suruh kepala perawat.
"Ya." jawab Jae In dengan bersemangat.


Pagi itu, Young Gwang bangun pagi sekali. Dan ia tau, ayahnya ada di rumah sakit saat itu. Dengan menahan sakit, ia mencari ayahnya.
Young Gwang tersenyum saat melihat ayahnya datang. Tapi..
Saat ayahnya berbelok ke arah lain..

Ayah Young Gwang akan menemui Seo In Woo.

"Taruh saja ditempatnya dengan benar." kata Seo In Woo dengan sombongnya.
"Baiklah." jawab Kim In Bae dengan ragu, karena bingkisan yang ia bawa engga seberapa dengan deretan bingkisan yang ada di ruangan itu. "Apakah lukamu baik-baik saja?"
"Menurutmu bagaimana? Apa aku terlihat baik-baik saja?! Aku mendengar bahwa Gim Yeong Gwang juga terluka. Yaah, Aku tidak tahu bagaimana ia bisa cedera seperti itu. Aku sudah dengar kalau Kim Yung Kwang akan dikeluarkan dari team karena cedera itu. Apa kau ingin aku untuk melakukan sesuatu untuk membantu anakmu? Sayang sekali, usahamu tidak akan berguna." jawab Seo In Woo dengan angkuh.

"Tidak, hanya saja. . . Aku mendengar kau terluka, jadi Aku datang berkunjung."
"Dan juga, bahkan jika Kau memohon padaku. Semuanya tidak akan berguna. Tim sudah memutuskan untuk mengusirnya. Bagaimanapun juga, ia akan ditendang keluar dari team, karena memang ia tidak mempunyai bakat."

"Dapatkah Kau membuat pengecualian saat ini?" pinta Kim In Bae.
"Mengapa Kau memohon padaku? Biarkan aku bertanya, paman supir Kim.. Ahjussi, berapa banyak uang yang kau dapatkan dari hasil menjual mie selama sebulan?" tanya Seo In Woo.
"Hanya cukup untuk memberi makan keluargaku."


Seo In Woo terus memojokkan Kim In Bae."Kemudian, hanya cukup untuk memberi makan keluargamau. Lalu, kau pikir apa yang bisa kau harapkan dari anakmu? Jangan biarkan ia melakukan apa yang ia tidak bisa lakukan. Jual saja mie selama hidupmu. Dan satu lagi, sebenarnya, aku tidak ingin orang-orang sepertimu datang untuk menjengukku."
Kim In Bae sama sekali engga merasa terpojokkan dengan kata-kata Seo In Woo. "Maafkan Aku. Maafkan aku." katanya seraya membungkuk.
"Jangan datang lagi." kata Seo In Woo.


"Aku seorang pasien, dan aku perlu istirahat."
"Baiklah, Kau dapat beristirahat sekarang." Kim Im Bae mengucapkan salam dan pergi.
Sebelum ia pergi, Seo In Woo berkata, "Jika tidak ada cara lain, biarkan anakmu berpura-pura menjadi sopirku. Bagaimanapun juga, seorang anak akan mewarisi pekerjaan dari ayahnya, itu bukan ide yang buruk kan. "
Saat keluar dari ruang inap Seo In Woo, Kim In Bae bertemu dengan Kim Young Gwang..
Bersambung Sinopsis Man of Honor episode 2 part 2

0 komentar em “Sinopsis Man of Honor episode 2 part 1”

Posting Komentar

Label

#LERB (7) 19-Nineteen (2) 49 Days (23) A Gentleman’s Dignity (1) Action (8) Adventure (19) Agen Bola PENIPU (1) Agoeng Nadh (1) Ajip Rosidi (1) Aliens (3) Amanda Ashby (1) Amore (3) Antivirus (3) Apocalyptic (9) Arang and the Magistrate (1) Astrid Zeng (3) Baby Faced Beauty (4) Baca blogspot (3) Baca Cerita Drama korea (34) BBI (8) Behind The Scene 49 Days (15) Behind the scene Marry me mary (1) Belanda (1) berita (4) BIG (5) Biografi (1) Books in English Challenge (4) C REAL (1) C-Real (1) can you hear my heart (5) Cerita Abunawas (8) Challenge (7) Character Thursday (1) Cheat Lost Saga (6) Cheat PB (1) Chicklit (2) Childrens (3) China (2) chit-chat (9) Choi Daniel (1) Choi Min Ho (1) Chris Dyer (1) Christina Tirta (1) City Hunter (16) Classic (5) Competition (2) Contemporary (6) Contest (2) Crissy Calhoun (1) Cultural (7) Daftar isi (1) Daniel Choi (1) Death (3) Delirium (1) Djokolelono (1) download (9) Download Film (1) Download IDM Terbaru (1) Download Kpop (3) Dr. Jin (1) Drama (8) Dream High (4) Dream High 2 (7) Dystopia (11) Earthsea Cycle (1) Eugene (2) Eun Jung (1) EXO (1) Fairies (1) Family (2) Fantasy (27) Feby Indirani (1) Film baru (1) Flower Boy Ramyun Shop (5) Flower Boy Ramyun Shop cute teaser (2) Francisca Todi (1) Gado - Gado (5) gambar lucu (1) game (1) game hp (2) Gayle Forman (2) Giveaway (8) Glorius Jae In (1) Glory for Jane (1) Golok Pembunuh Naga (5) Goo Hara (2) Goo Hye Sun (1) Goodbye Miss Ripley (2) Han Hyo Joo (1) Hanakimi korea (3) Header (3) Heartstrings (48) Heartstrings behind the scene (9) High Kick 2 (1) High Quality Dream High 2 (6) Historical Fiction (4) Holocaust (2) Horror (2) Humor (7) Hunger Games (7) Hyorin (1) If I Stay (2) Ika Natassa (3) Ilana Tan (3) Im Joo-hwan (1) indehost (2) Indonesia (16) info (3) IU (9) James Patterson (1) Jane Austen (1) Jang Geun-suk (5) Jang Nara (1) Jepang (2) Jiyeon (3) Jo Hyun Jae (4) John Boyne (1) Jules Verne (1) Jung Il Woo (12) Jung Yong Hwa (1) Jung Youn Hwa (3) Just-For-Fun-RC (2) Karla M. Nashar (1) Ken Grimwood (1) Kim So Eun (3) Kim Soo Hyun (1) Kimi ni todoke/From Me To You (1) kontes Seo (7) Korea (6) Korean Movie (2) Krystal (1) Kunci Jawaban (1) L.J. Smith (2) La Mian (1) Lauren Oliver (1) Lee Jin Ki (3) Lee min ho (11) Lee Yo won (2) Lia Indra Andriana (5) Lie To Me (26) Lorien Legacies (2) Love rain (1) lucu (3) M.G. Harris (2) Maggie Tiojakin (1) Magic (3) Man of Honor (2) Man of Honor ost (3) Marc Levy (1) Marry me Mary (2) Mary Kay Andrews (1) Mary Rodgers (1) Mason Moon (1) Me too flower (1) Meg Cabot (1) Metropop (8) Moammar Emka (1) Moon Geun Young (6) Music (3) My Princess (1) Mystery (5) Myth (2) Myung Wol the Spy (1) Name In A Book Challenge (6) Naruto shippuden (5) Ninit Yunita (1) Non-Fiction (7) Olahraga (4) Onew (31) Operation Proposal (9) Operation Proposal Episode (2) Orizuka (2) Ost 49 Days (4) Ost City Hunter (5) Ost Dream High 2 (9) Ost flower boy ramyun (3) Ost Heartstrings (17) Ost Lie To Me (8) ost poseidon (3) Paranormal (10) Park Min Young (6) Park Shin Hye (5) Penerbit Andi (1) Penerbit Atria (1) Penerbit Authorized Books (1) Penerbit Avon Books (1) Penerbit Bentang (1) Penerbit Buku Katta (1) Penerbit Bukune (1) Penerbit Elex Media Komputindo (1) Penerbit Escaeva (1) Penerbit Gagas Media (4) Penerbit Gradien Mediatama (3) Penerbit Gramedia (27) Penerbit HarperCollins (2) Penerbit Haru (3) Penerbit Mahda Books (1) Penerbit Matahati (3) Penerbit Mizan (6) Penerbit Nulisbuku (1) Penerbit Pustaka Jaya (1) Penerbit Qanita (1) Penerbit Scholastic (1) Penerbit Serambi (2) Penerbit Terakota (1) Penerbit Ufuk Press (2) Perancis (2) Pittacus Lore (3) Poseidon (11) Prediksi Skor (2) Pretty Little Liars (1) Preview Dream High 2 (4) Princess Man (1) PROFILE PEMAIN BOYS BEFORE FLOWERS (1) Queen In-hyun’s Man. (4) Raja gombaL (1) Retni SB (1) Ripley (2) Romance (51) Rooftop Prince (3) Running Man episode (2) Salamander Guru and the Shadows (2) Sara Shepard (1) Scene City Hunter (3) Science Fiction (19) Scott Westerfeld (3) Sherlock SHINee (6) SHINee (1) Short Stories (4) Simone Elkeles (1) Sinopsi Man of Honor (1) sinopsis (70) Sinopsis 19-Nineteen (2) Sinopsis 49 days (2) Sinopsis Dream High 2 (14) Sinopsis Flower Boy Ramyun Shop (24) Sinopsis Heartstrings (26) Sinopsis Lie To Me (17) Sinopsis Man of Honor (14) Sinopsis Operation Proposal (2) Sinopsis Poseidon (2) Sinopsis The Musical (1) smadav 90 pro (1) software (9) Song Ji Hyo (1) Song Joong Ki (1) Stefiani E. I. (1) sub indo (2) Supernatural (8) Suzanne Collins (7) Suzy (1) Taiwan (1) Tatiana De Rosnay (1) Teaser Tuesdays (10) Teenlit (2) tempat add bookmark (1) The Avengers 2012 (1) The Greatest Love (1) The Joshua Files (2) The Moon That Embraces The Sun episode (14) The Musical (1) The Thorn Birds episode (25) The Vampire Diaries (3) Threes Emir (1) Thriller (4) Time Travel (2) Tips SEO (1) tips trick (7) To liong to (4) Travelogue (5) uang (1) Uglies (3) Ursula K. Le Guin (1) US (27) Vampires (3) Virginia Novita (1) W. Somerset Maugham (2) War (2) Warrior Baek Dong Soo (8) Warrior Baek Dong Soo ost (2) web hosting (1) what' up (1) Widget Blog (1) Windy Ariestanty (1) Wishful Wednesday (2) Won Bin (1) Wooyoung (1) Yoo Seung ho (5) Yoon Eun Hye (2) Yoon Shi Yoon (1) Yoona SNSD (1) You are into me (1) You fell in love with me (1) You Have Fallen For Me (1) Young Adult (37) Yudhi Herwibowo (1) Zodiak (1)
 

Gudang Sinopsis Drama Korea Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger