Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label Contemporary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contemporary. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2012

Where She Went


Judul: Setelah Dia Pergi (If I Stay #2)
Penulis: Gayle Forman
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Penyunting: Dini Pandia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 27 Oktober 2011 
Hlm: 240
ISBN: 9789792276503




Review:

Mia pergi dan tak pernah kembali lagi. Hidup Adam seketika runtuh di depan matanya. Ia terpuruk. Merasa dibuang dan ditinggalkan. Ia hidup bagai zombie dan depresi. Sampai akhirnya kemarahannya memuncak dan terekspresikan melalui lagunya—Collateral Damage.

Lagu-lagunya melejit. Albumnya masuk tangga lagu teratas. Kepingannya terjual laris. Mereka mendapatkan banyak penghargaan dan tiba-tiba saja hidupnya lebih rumit karena semua orang mengenalinya, menginginkannya, dan membuntutinya kemana-mana. Sekarang ia seorang rockstar.

Namun jauh di dalam hatinya Adam masih terluka. Adam tak pernah sama lagi. Kecelakaan itu memang mengubah semuanya. Ia jadi suka mengurung diri, menutup diri, dan menyendiri. Bahkan anggota band lainnya tidak mampu menolerir sikap Adam lagi. Adam benar-benar berbeda sekarang. Ia bahkan butuh pil penenang dan mulai merokok padahal dulu ia benci rokok.

Meskipun ia berpacaran dengan artis Hollywood terkenal, Bryn, Adam masih belum sepenuhnya melupakan Mia. Mia Hall sepenuhnya hidup bersama Adam, dalam bentuk kenangan. Bahkan Bryn sendiri muak karena sulit bersaing dengan hantu, katanya.

Lalu tiba-tiba takdir mempertemukan mereka kembali. Mia berdiri disana, masih hidup, dan itu cukup. Adam berusaha sekuat mungkin tidak menanyakan pertanyaan yang selama ini menghantuinya, hanya supaya Mia tidak menghilang lagi. Ia takut jika pertanyaan "Kenapa kau tidak pernah kembali?" akan memperpendek kebersamaan mereka malam itu. Ia ingin bersama Mia lebih lama lagi, meski cuma satu jam, itu cukup.

"Kau tidak membagiku. Kau memilikiku." ~Adam
Aaaaa~

Speechless.

Buku kedua ini bisa dibilang sama depresinya dengan buku pertama. Tapi dengan cara yang lebih romantis. Adam sang pujangga cinta terlalu lembut hatinya. Ia patah hati berat dan langsung depresi ketika Mia pergi. Setiap perasaan Adam yang tersampaikan dalam buku ini sungguh membuat simpati. Tapi entah kenapa saya tidak bisa jatuh kasihan kepada Adam. 

Anggota #BBI lain telah mengukuhkan posisi Adam sebagai Best of the Best of Boyfriend untuk tahun 2011 yang membuat saya mau tidak mau penasaran dengan karakter cowok ini. Namun jujur, tipe melankolis romantis macam Adam bukan tipe saya. Meskipun hanyut dalam cerita namun berkali-kali saya gregetan dalam hati, meminta Adam dengan sungguh-sungguh untuk MOVE ON, Pleeeaase.

Tapi selain aspek diatas, Gayle Forman sukses menciptakan karakter yang kuat, plot yang manis, deskripsi yang intens, dan alur yang cenderung lambat namun tidak membosankan. Bonus, no typo. Sukses menjerat hati saya dan tak ragu saya beri 4 bintang!!



My review of the series:
1. If I Stay
2. Where She Went

Kamis, 01 Maret 2012

If I Stay

Judul: Jika Aku Tetap Disini (If I Stay #1)
Penulis: Gayle Forman
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2011 
Hlm: 200
ISBN: 97897922666603

Review:

Mia Hall, pemain Cello berbakat yang lahir dalam keluarga pecinta musik. Mia memiliki keluarga yang selalu ada untuknya, punya pacar keren sekaligus pemain band yang sangat mencintainya, dan sahabat yang selalu mendukungnya. Hidupnya bisa dibilang sempurna. Ia bahkan hampir mendapat tiket masuk Juilliard. Tapi takdir rupanya berkata lain.

Mia dan keluarganya pergi berlibur untuk mengunjungi teman orang tuanya. Saat sedang dalam perjalanan mobil mereka mengalami kecelakaan. Kedua orang tua dan adik laki-lakinya meninggal. Sedangkan Mia masih bisa diselamatkan walaupun kondisinya bisa dibilang sangat menyedihkan. Dengan limpa bocor, paru-paru rusak, tulang patah dan kulit terkelupas. Mia mengalami koma. 

Mia menyaksikan semuanya. Rohnya keluar dari tubuh saat kecelakaan itu berlangsung. Ia melihat sendiri bagaimana tubuhnya diangkat ke ambulans lalu di terbangkan dengan helikopter menuju rumah sakit pusat dan kemudian menyaksikan sendiri bagaimana tubuhnya yang rusak parah dioperasi dalam ruang ICU. 

Selama rohnya berada diluar tubuh Mia berkeliaran di sekitar rumah sakit. Melihat betapa khawatirnya Gramps & Gran, keluarga dan sepupu-sepupunya, sahabatnya, pacarnya, dan semua orang yang ia kenal. Selama itu pula Mia mulai mengingat kembali potongan-potongan memori bersama orang-orang yang dicintainya. Pada akhirnya ia sadar, dirinya yang harus memutuskan untuk pergi atau... tinggal.

Sedikit menyeramkan membaca deskripsi tentang kondisi di tempat kejadian kecelakaan dan ruang operasi. Tapi cara Gayle Forman bercerita yang luwes membuat rasa penasaran saya lebih besar dari rasa takut. Alur campuran sedikit membingungkan awalnya, tapi begitu sudah terbawa suasana, rasanya sah-sah saja kenangan yang diceritakan tidak sesuai urutan. Justru disitu bagusnya, kepingan memori selektif masuk saat Mia berpikir hidupnya berakhir.

Agak kurang sreg membaca kisah cinta antara Adam dan Mia disini karena menurut saya cinta mereka terlalu 'dalam' padahal umur mereka masih muda. Tapi rupanya memang begitu, cinta mereka bukan cinta monyet. Namun yang saya sukai adalah betapa manisnya Gayle Forman menceritakan kenangan-kenangan Gramps & Gran dalam masa kecil Mia, persahabatannya dengan Kim yang selalu bijaksana, dan keluarga kecil Mia yang selalu hangat. Worth 4 stars out of 5!!


My review of the series:
1. If I Stay
2. Where She Went

Senin, 20 Februari 2012

Teaser Tuesdays (21 Feb 2012)

Teaser Tuesdays is a weekly bookish meme, hosted by MizB of Should Be Reading. Anyone can play along! Just do the following:

  • Grab your current read
  • Open to a random page
  • Share two (2) “teaser” sentences from somewhere on that page
  • BE CAREFUL NOT TO INCLUDE SPOILERS! (make sure that what you share doesn’t give too much away! You don’t want to ruin the book for others!)
  • Share the title & author, too, so that other TT participants can add the book to their TBR Lists if they like your teasers!


Teaser minggu ini dari 
Where She Went




"You don't share me. You own me."
~in "Where She Went" by Gayle Forman





I hope you enjoy the reading~

Minggu, 30 Oktober 2011

Perfect Chemistry

Judul: Perfect Chemistry
Penulis: Simone Elkeles
Penerjemah: Angelic Zaizai
Penerbit: Penerbit Terakota
Tahun: 2011
Hlm: 452
ISBN: 9786029698787


Review:


Si cewek (kulit) putih yang sering diledek si Putri Salju oleh Alex Fuentes ini bernama Brittany Ellis. Hidup dalam dunia sempurna yang berbeda jauh dari kehidupan Alex sendiri. Hidupnya yang penuh dengan bahaya, kekerasan, dan intrik geng Latino Blood tempatnya bergabung pada akhirnya bergesakan dengan hidup sempurna Brittany Ellis di kelas Kimia.

Saya tidak akan membeberkan jalan ceritanya karena dari sinopsis di belakang buku sudah cukup menjelaskan hampir keseluruhan cerita. Selain itu buku ini sudah terlalu sering di review dengan sangat baik oleh teman-teman blogger.

Mendengar animo positif pembaca di Goodreads dan teman-teman blogger yang ramai-ramai mereview buku ini beberapa bulan lalu membuat saya penasaran dan segera membeli buku ini. Covernya cantik, tebalnya pas, sinopsisnya menarik meski sangat teenlit ternyata membuat saya urung segera membacanya. Bukan karena saya tidak suka teenlit, tapi cuma karena belum mood, dan memang ada buku-buku lain yang lebih menarik perhatian, hehe.

Dan setelah saya membaca ternyata novel ini tak seheboh yang digembar-gemborkan (yah, mungkin masalah selera juga sih). Ceritanya begitu klise dan karakternya sudah sering sekali di daur ulang. Sangat cantik dan sangat tampan dengan segala kecerdasan dan kesempurnaan fisik yang mengesankan. Sayang sekali deskripsi pengarang mengenai karakter-karakter yang perfect-but-not-so-perfect ini menurut kurang flawless dan terlalu memaksa. Pengarang terlalu banyak mengungkapkan perasaan insecure tokoh yang sedang 'berpura-pura' menjadi sempurna atau tangguh padahal menurut saya akan lebih rapi jika pengarang tidak terlalu mengeksposenya secara berlebihan dalam deskripsi supaya pembaca bisa menyimpulkan sendiri sehingga bisa terasa natural.

Kemudian terpikir, mungkin animo bagus karena gaya berceritanya. Oke, gaya berceritanya memang enak, alur cepat meski kurang halus sehingga terkadang saya sering missed. Saya akui humornya bagus. Tapi entah kenapa saya tidak mendapatkan feel "this is it" yang biasanya saya rasakan kalau membaca cerita romance lainnya yang benar-benar bagus. Saya berharap lebih pada ending dari kisah ini, saat para tokoh utama feeling blue, saya mengharapkan Simone bisa lebih sensitif dalam meramu adegan ini tapi entah kenapa saya tetap merasa datar dan biasa-biasa saja. Dengan sangat menyesal saya terpikir untuk memberi dua bintang tapi karena covernya cantik bolehlah saya tambahin jadi tiga bintang.

Jumat, 22 Juli 2011

All Those Things We Never Said

Judul: All Those Things We Never Said
Penulis: Marc Levy
Penerbit: Bentang
Tahun: 2009
Hal: 360
ISBN: 978-979-1227-73-5





Review:


Hubungan Julia dengan ayahnya sangat buruk.  Mereka nyaris tidak bertemu apalagi berbicara selama 6 bulan lamanya.  Dan yang lebih buruk lagi adalah pemakaman ayahnya dilangsungkan di hari yang sama dengan hari pernikahannya. Bahkan ayahnya masih terus merusak rencananya setelah meninggal. Menurut Julia, itu hanya satu dari seribu cara ayahnya untuk menggagalkan hari pernikahannya. Jadi, ia kaget sekali mendapati manusia android yang sama persis seperti ayahnya dikirimkan ke apartemennya tepat sehari setelah pemakaman ayahnya.

Kemunculan mesin android itu mengubah kehidupan Julia selama seminggu ke depan karena andorid ayahnya mengajaknya berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya— memperbaiki waktu mereka yang hilang, hubungan mereka yang rusak —meminta Julia memberi kesempatan kedua. Seperti sudah di rencanakan dengan rapi, Julia terseret skenario— entah apa —yang telah disusun oleh android ayahnya. Apapun skenario yang telah direncanakan takdir, Julia harus mencari pria yang menjadi cinta sejatinya, membawanya kembali ke reruntuhan tembok berlin, dan menghadapi konsekuensi dari kesalahan masa lalu.

Saya selalu menyukai kisah bertema sci-fi, jadi begitu saya menemukan kata keramat  "manusia android yang sama persis seperti ayahnya." pada sinopsis di sampul belakang novel ini tanpa pikir panjang langsung saya beli. Terbayang dalam benak bahwa kisah ini nantinya akan penuh dengan segala macam teknologi mutakhir, intrik perusahaan, konspirasi agen, dan propaganda kepentingan politik —yang ternyata malah tidak ada sama sekali. *antiklimaks*

Ternyata sebenarnya tema family-drama sudah jelas ditonjolkan dalam sinopsisnya, hanya saja saya yang terlalu dibutakan hasrat “belanja” tidak terlalu ambil pusing. Saya pikir apa bedanya? Toh, hampir semua kisah selalu dibumbui drama dan cinta. Hasilnya, saya banjir air mata alih-alih mendapati petualangan yang memacu adrenalin. Meskipun pada akhirnya kisah ini berakhir sesuai dengan keinginan happy-ending-goers tetap saja twisted ending ini merupakan kejutan manis untuk saya. Kepiawaian Marc Levy dalam bertutur kata sekalipun ide ceritanya klise mampu menghasilkan kisah mengharukan yang sarat makna. Banyak dari kita percaya bahwa selalu ada kesempatan kedua. Tapi satu pelajaran diberikan Marc Levy dalam novel All Those Things We Never Said ini adalah apakah kita mampu memberikan kesempatan kedua untuk orang lain?

Hal tersebut mengajarkan saya bahwa hubungan manusia itu sejatinya sangat rapuh jika jalinannya tidak terjaga. Salah satu penyambung yang dapat merekatkan jalinan itu hanyalah keterbukaan dan penerimaan  Bahwa dengan bersikap terbuka barulah dapat terjalin komunikasi. Dan setelah terjadi komunikasi, apakah saya sanggup menerima kenyataan dan penjelasan tanpa asumsi dan ekspektasi? Ayah Julia hanya menginginkan satu hal, kesempatan kedua dari putrinya. Dan kemudian, ia menunjukkan bahwa kesempatan kedua yang telah diberikan Julia mampu membuka kesempatan lainnya yang membawa Julia untuk berdamai dengan dirinya sendiri serta masa lalunya.
Pertanyaan besar selanjutnya adalah jika saya dihadapkan situasi dimana saya diminta untuk memberi kesempatan kedua, bisakah saya menyingkirkan rasa ego dan sakit hati? Sanggupkah anda?


Senin, 16 Februari 2009

All American Girl

Judul: All-American Girl (Pahlawan Amerika)
Pengarang: Meg Cabot
Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani
ISBN: 979-22-0982-4
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama



Sinopsis (Spoiler!):
Samantha merasa dirinya gadis yang biasa saja. Dia anak tengah dari tiga bersaudari. Kakak perempuannya, Lucy, adalah ketua tim cheerleaders yang sangat cantik dan populer. Sedangkan adiknya, Rebecca adalah gadis dengan kejeniusan setara profesor berumur 40 tahun dan sekolah di tempat khusus anak-anak jenius. Dibandingkan dengan segala kelebihan kedua saudarinya, Sam merasa dia anak paling biasa dan tidak memakan banyak biaya hidup. Lucy, jelas, butuh banyak pengeluaran untuk mempertahankan status populernya. Sedangkan Rebecca, biaya laboratoriumnya saja setara dengan penghasilan kotor negara kecil. Jadi, Sam ingin memberontak. Ia mencelupkan seluruh pakainnya ke dalam cat warna pakaian hitam sebagai bentuk keprihatinannya akan nasib generasinya. Selain penampilan gothicnya, Samantha juga diam-diam naksir, Jack, pacar Lucy. Tapi, diatas itu semua, masalah sebenarnya ada pada les menggambar.

Samantha Madison tertangkap basah menjual gambar-gambar artis yang ia buat di kelas bahasa jerman. Orang tuanya kemudian berpikir bahwa bakat Sam harus disalurkan supaya nilai bahasa jermannya tidak jeblok. Kemudian Sam di daftarkan ke tempat les menggambar milik seniman terkenal, Susan Boone. Sam berpendapat Susan Boone tampak seperti ratu peri pada pertemuan pertama mereka tapi ternyata tidak mirip sama sekali. Pelajaran menggambar pertamanya berlangsung sangat buruk. Well, disana dia ketemu cowok keren bernama David, tapi tetap saja, Sam yang sensitif itu merasa tidak betah. Pasalnya, menurut Susan, Sam menggambar dengan apa yang ia tahu dan bukan apa yang ia lihat. Sam yang tidak mengerti merasa tersinggung karena kreativitasnya di kekang. Akhirnya, menuruti saran dari Jack, pacar Lucy, Sam memberontak dengan cara memboikot dari les menggambar. Jadi, ketika Theresa, pembantu rumah tangga, menurunkan Sam di depan tempat les, Sam tidak segera masuk tapi malah menuju Capitol Cookies, tempat yang menjual kue-kue lezat dan murah dan kemudian bersembunyi di toko musik sampai jam les berakhir.

Di dalam toko musik, Sam bertemu dengan orang aneh, bernama Billy Joel, yang memutar lagu berjudul “Uptown Girl” berkali-kali. Kemudian, saat Sam keluar dari toko musik dan berdiri di depan Capitol Cookies untuk menunggu jemputan, ada konvoi mobil kepresidenan berhenti tepat di depannya. Rupanya Presiden Amerika Serikat suka dengan kue-kue yang dijual di Capitol Cookies. Saat Presiden memasuki toko kue itu, Mr. Uptown Girl, atau Billy Joel, mulai merogoh jas hujannya yang ternyata berisi pistol panjang yang kemudian akan digunakan untuk menembak Presiden saat beliau keluar dari Capitol Cookies. Sam, tanpa pikir panjang, segera menerjang punggung Mr. Uptown Girl dan sialnya Mr. Uptown Girl itu malah jatuh menindihnya, akibatnya, pergelangan tangan Sam retak. Namun, yang paling penting adalah Presiden baik-baik saja.

Keesokan harinya, saat Sam terbangun di kamar rumah sakit, tiba-tiba saja ia kedatangan puluhan bingkisan berupa karangan bunga dan boneka dari orang-orang penting di seluruh dunia karena telah menyelamatkan Presiden. Lalu, banyak orang jadi memujanya dan menyebutnya sebagai pahlawan. Dia punya penggemar dan paparazi mulai membuntutinya kemana-mana. Bahkan, Presiden beserta istri dan anaknya mengundangnya makan malam di Istana negara secara pribadi dan mengangkatnya sebagai Duta Remaja PBB. Yang lebih heboh dari itu semua, anak Mr. Presiden ternyata David yang jadi teman sekelasnya dalam les menggambar. Lebih parah lagi, cewek-cewek populer yang ia benci, terutama Kris Parks, mulai bermanis ria di depannya karena mau numpang beken. Bahkan, sahabatnya, Catherine yang tidak pernah memakai rok di atas lutut mulai berpacaran dan ingin pergi ke pesta anak-anak populer.

Sam diundang ke pesta Kris Parks, Sam tidak mau pergi tapi, Catherine memaksanya ikut karena Paul, pacar baru Catherine, mengira Catherine anak populer, lagipula Catherine penasaran bagaimana rasanya pergi ke pesta anak populer. Sam, dengan terpaksa, mengajak David untuk pergi bersamanya ke pesta itu. Gara-gara Lucy, semua anak mengira Sam berpacaran dengan David dan akan mengajak putra persiden itu ke pesta Kris Parks. Lagipula, Sam juga ingin membuat Jack, pacar Lucy cemburu. Entah bagaimana David menyadari niat Sam yang sesungguhnya dan dengan kecewa berkata, “Kupikir kau berbeda dari cewek-cewek lain.”

Sebagai duta remaja PBB, Sam punya tugas sendiri. Ia akan menjadi juri dari kontes lukisan yang bertemakan “Dari jendelaku” dimana para remaja di seluruh dunia boleh berpartisipasi dan melukis apa yang ada di balik jendela mereka. Sam menyukai lukisan Maria-Sanchez yang sedikit kontroversial tapi sangat realistis, namun Mr. Presiden menentangnya. Sam jadi bingung, hubungannya dengan David maupun Mr. Presiden sama-sama memburuk. Dan hal yang terpikirkan olehnya adalah menggunakan haknya sebagai rakyat yang bebas berpendapat. Ia mengumumkan di TV Nasional bahwa Mr. Presiden tidak setuju untuk memenangkan lukisan Maria-Sanchez sekaligus menyatakan perasaan sukanya pada David.


-okeyzz-

Label

#LERB (7) 19-Nineteen (2) 49 Days (23) A Gentleman’s Dignity (1) Action (8) Adventure (19) Agen Bola PENIPU (1) Agoeng Nadh (1) Ajip Rosidi (1) Aliens (3) Amanda Ashby (1) Amore (3) Antivirus (3) Apocalyptic (9) Arang and the Magistrate (1) Astrid Zeng (3) Baby Faced Beauty (4) Baca blogspot (3) Baca Cerita Drama korea (34) BBI (8) Behind The Scene 49 Days (15) Behind the scene Marry me mary (1) Belanda (1) berita (4) BIG (5) Biografi (1) Books in English Challenge (4) C REAL (1) C-Real (1) can you hear my heart (5) Cerita Abunawas (8) Challenge (7) Character Thursday (1) Cheat Lost Saga (5) Cheat PB (1) Chicklit (2) Childrens (3) China (2) chit-chat (9) Choi Daniel (1) Choi Min Ho (1) Chris Dyer (1) Christina Tirta (1) City Hunter (16) Classic (5) Competition (2) Contemporary (6) Contest (2) Crissy Calhoun (1) Cultural (7) Daftar isi (1) Daniel Choi (1) Death (3) Delirium (1) Djokolelono (1) download (9) Download Film (1) Download IDM Terbaru (1) Download Kpop (3) Dr. Jin (1) Drama (8) Dream High (4) Dream High 2 (7) Dystopia (11) Earthsea Cycle (1) Eugene (2) Eun Jung (1) EXO (1) Fairies (1) Family (2) Fantasy (27) Feby Indirani (1) Film baru (1) Flower Boy Ramyun Shop (5) Flower Boy Ramyun Shop cute teaser (2) Francisca Todi (1) Gado - Gado (5) gambar lucu (1) game (1) game hp (2) Gayle Forman (2) Giveaway (8) Glorius Jae In (1) Glory for Jane (1) Golok Pembunuh Naga (5) Goo Hara (2) Goo Hye Sun (1) Goodbye Miss Ripley (2) Han Hyo Joo (1) Hanakimi korea (3) Header (3) Heartstrings (48) Heartstrings behind the scene (9) High Kick 2 (1) High Quality Dream High 2 (6) Historical Fiction (4) Holocaust (2) Horror (2) Humor (7) Hunger Games (7) Hyorin (1) If I Stay (2) Ika Natassa (3) Ilana Tan (3) Im Joo-hwan (1) indehost (2) Indonesia (16) info (3) IU (9) James Patterson (1) Jane Austen (1) Jang Geun-suk (5) Jang Nara (1) Jepang (2) Jiyeon (3) Jo Hyun Jae (4) John Boyne (1) Jules Verne (1) Jung Il Woo (12) Jung Yong Hwa (1) Jung Youn Hwa (3) Just-For-Fun-RC (2) Karla M. Nashar (1) Ken Grimwood (1) Kim So Eun (3) Kim Soo Hyun (1) Kimi ni todoke/From Me To You (1) kontes Seo (7) Korea (6) Korean Movie (2) Krystal (1) Kunci Jawaban (1) L.J. Smith (2) La Mian (1) Lauren Oliver (1) Lee Jin Ki (3) Lee min ho (11) Lee Yo won (2) Lia Indra Andriana (5) Lie To Me (26) Lorien Legacies (2) Love rain (1) lucu (3) M.G. Harris (2) Maggie Tiojakin (1) Magic (3) Man of Honor (2) Man of Honor ost (3) Marc Levy (1) Marry me Mary (2) Mary Kay Andrews (1) Mary Rodgers (1) Mason Moon (1) Me too flower (1) Meg Cabot (1) Metropop (8) Moammar Emka (1) Moon Geun Young (6) Music (3) My Princess (1) Mystery (5) Myth (2) Myung Wol the Spy (1) Name In A Book Challenge (6) Naruto shippuden (5) Ninit Yunita (1) Non-Fiction (7) Olahraga (4) Onew (31) Operation Proposal (9) Operation Proposal Episode (2) Orizuka (2) Ost 49 Days (4) Ost City Hunter (5) Ost Dream High 2 (9) Ost flower boy ramyun (3) Ost Heartstrings (17) Ost Lie To Me (8) ost poseidon (3) Paranormal (10) Park Min Young (6) Park Shin Hye (5) Penerbit Andi (1) Penerbit Atria (1) Penerbit Authorized Books (1) Penerbit Avon Books (1) Penerbit Bentang (1) Penerbit Buku Katta (1) Penerbit Bukune (1) Penerbit Elex Media Komputindo (1) Penerbit Escaeva (1) Penerbit Gagas Media (4) Penerbit Gradien Mediatama (3) Penerbit Gramedia (27) Penerbit HarperCollins (2) Penerbit Haru (3) Penerbit Mahda Books (1) Penerbit Matahati (3) Penerbit Mizan (6) Penerbit Nulisbuku (1) Penerbit Pustaka Jaya (1) Penerbit Qanita (1) Penerbit Scholastic (1) Penerbit Serambi (2) Penerbit Terakota (1) Penerbit Ufuk Press (2) Perancis (2) Pittacus Lore (3) Poseidon (11) Prediksi Skor (2) Pretty Little Liars (1) Preview Dream High 2 (4) Princess Man (1) PROFILE PEMAIN BOYS BEFORE FLOWERS (1) Queen In-hyun’s Man. (4) Raja gombaL (1) Retni SB (1) Ripley (2) Romance (51) Rooftop Prince (3) Running Man episode (2) Salamander Guru and the Shadows (2) Sara Shepard (1) Scene City Hunter (3) Science Fiction (19) Scott Westerfeld (3) Sherlock SHINee (6) SHINee (1) Short Stories (4) Simone Elkeles (1) Sinopsi Man of Honor (1) sinopsis (70) Sinopsis 19-Nineteen (2) Sinopsis 49 days (2) Sinopsis Dream High 2 (14) Sinopsis Flower Boy Ramyun Shop (24) Sinopsis Heartstrings (26) Sinopsis Lie To Me (17) Sinopsis Man of Honor (14) Sinopsis Operation Proposal (2) Sinopsis Poseidon (2) Sinopsis The Musical (1) smadav 90 pro (1) software (9) Song Ji Hyo (1) Song Joong Ki (1) Stefiani E. I. (1) sub indo (2) Supernatural (8) Suzanne Collins (7) Suzy (1) Taiwan (1) Tatiana De Rosnay (1) Teaser Tuesdays (10) Teenlit (2) tempat add bookmark (1) The Avengers 2012 (1) The Greatest Love (1) The Joshua Files (2) The Moon That Embraces The Sun episode (14) The Musical (1) The Thorn Birds episode (25) The Vampire Diaries (3) Threes Emir (1) Thriller (4) Time Travel (2) Tips SEO (1) tips trick (7) To liong to (4) Travelogue (5) uang (1) Uglies (3) Ursula K. Le Guin (1) US (27) Vampires (3) Virginia Novita (1) W. Somerset Maugham (2) War (2) Warrior Baek Dong Soo (8) Warrior Baek Dong Soo ost (2) web hosting (1) what' up (1) Widget Blog (1) Windy Ariestanty (1) Wishful Wednesday (2) Won Bin (1) Wooyoung (1) Yoo Seung ho (5) Yoon Eun Hye (2) Yoon Shi Yoon (1) Yoona SNSD (1) You are into me (1) You fell in love with me (1) You Have Fallen For Me (1) Young Adult (37) Yudhi Herwibowo (1) Zodiak (1)
 

Gudang Sinopsis Drama Korea Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger