Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label Action. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Action. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2012

Specials

Judul: Specials (Uglies #3)
Penulis: Scott Westerfeld
Penerjemah: Yunita Candra
Penyunting: Lulu Fitri Rahman
Proofreader: Tisa Anggriani
Penerbit: Penerbit Matahati
Tahun: July 2011
Hlm: 389
ISBN: 9786028590310
Harga: IDR 60.000

Sinopsis:
Specials:

Tally telah bergabung dengan Special Circumstances, aparat rahasia pemerintahan kota yang bertindak seperti militer. Mereka menjalani operasi yang menjadikan mereka “rupawan bengis,” rupawan namun mengerikan.

Bersama Shay dan kelompok Cutter, Tally memburu Smoke Baru. Sebagai anak emas Dr. Cable di Special Circumstances, mereka berusaha menghentikan upaya Smoke Baru mengobati kaum rupawan. Namun Tally merasa bimbang ketika Zane, pacarnya yang masih mengalami kerusakan otak, berbeda pendapat.

Tally kembali dihadapkan pada pilihan sulit, memilih pacar yang dicintainya tetap rupawan, atau memaksanya berubah menjadi spesial—seperti dirinya. Dan Tally tak pernah membayangkan pilihannya berujung pada masalah serius yang melibatkan kota lain, bahkan dunia..

Review:

Sekarang Tally resmi menjadi seorang Specials yang tergabung dalam kelompok Cutter. Menurut Dr. Cable mereka adalah anggota Specials yang spesial. Ketua kelompok Cutter sekarang adalah Shay yang masih menjadi sahabatnya. Shay membantu Tally untuk menyesuaikan diri dengan tubuh Specialsnya yang baru. Sekarang mereka punya pemancar kulit, mata yang bisa memindai panas tubuh dalam gelap, pendengaran tajam dan tentunya reflek yang jauh lebih hebat para Rupawan biasa. 

Para warga Smoke mulai menyelundupkan pil-pil penyembuh dalam jumlah besar. Perekrutan kaum buruk rupa juga meningkat. Tugas kelompok Cutter saat ini adalah mencari tahu mengenai gerakan Smoke secara diam-diam. Shay bahkan ingin mendesak lebih jauh, yaitu mencari tahu letak Smoke Baru dengan mengumpankan Zane, pacar Tally.

Ketika Zane dan Tally tertangkap dalam pelarian kedua, Tally segera diubah menjadi seorang Specials dengan mata dingin, gigi runcing serta tato di wajahnya. Sementara itu Zane tetap menjadi rupawan namun menderita kerusakan otak parah yang membuatnya lemah.

Menjadi Specials sekali lagi pola pikir Tally ikut berubah. Ia menjadi merasa sangat superior, sangat spesial, dan merendahkan mereka yang bukan Specials. Tally menjadi sombong, penuh prasangka, dan kehilangan beberapa sisi humanisnya. Namun ketika ia bertemu Zane kembali Tally terserang perasaan ingin melindungi dan menaruh perasaan itu diatas kewajibannya sebagai seorang Specials.

Ketika mereka menemukan Kota Smoke Baru, Tally tahu dirinya sekali lagi akan mengkhianati warga Smoke. Bahkan ketika mengumpankan Zane, Tally sudah merasa mengorbankan mereka. Namun seiring berjalannya waktu, tumbuh lagi rasa sayang pada Zane dan ingin menyelamatkannya. Tapi untuk menyelamatkan Zane artinya ia harus mengkhianati Shay.


Special Circumtances

Adalah sebuah badan rahasia negara yang sesungguhnya mengontrol Kota Rupawan di balik layar.  Selain menjadi otak di balik layar, Special Circumatances juga bertindak sebagai badan keamanan Kota. Keberadaan mereka bahkan dianggap sekedar rumor. Well, walaupun disini disebut Kota, menurut saya skalanya sudah sama seperti pemerintahan suatu negara. 

Masih ingat betapa dangkalnya pemikiran kaum Rupawan akibat luka di otak pasca operasi? Well, Special Circumtances menghilangkan kedangkalan itu lalu membaliknya menjadi pikiran jernih--jauh lebih jernih. Perasaan sakit dan takut ditekan sedemikian rupa. Menjadi Specials berarti kau lebih hebat dan lebih berbahaya dari apapun. Kaulah senjata itu sendiri.

Tidak hanya merubah pola pikir saja, bahkan anggota tubuh pun dirombak menjadi senjata yang berbahaya. Tulang dari bahan besi pesawat terbang, kulit yang bisa menjadi pemancar untuk berkomunikasi dengan sesama spesial dan bahkan mendownload program, dst. Hal tersebut menjadikan Specials tidak manusiawi. 

Cute-mentary

Specials sejujurnya sedikit membosankan di awal. Scott Westerfeld mendeskripsikan proses adaptasi Tally dengan tubuh barunya dan interaksinya sebagai Specials. Begitu detil sehingga alurnya terasa lambat dan membosankan. Bukan karena detilnya buruk atau berbelit-belit, hanya saja terasa sangat lama sekali bagi saya yang ingin segera membaca adegan action. 

Tally-wa dan Shay-la sebagai Specials bukanlah karakter yang lovable. Sebaliknya, saya membencinya. Sikap mereka sebagai Specials yang merendahkan orang lain (mereka yang bukan spesial) cenderung memuakkan tapi bisa dimaklumi mengingat kepribadian dan pola pikir bisa berubah pasca operasi.

Di Kota Baru (Diego), kesadaran sederhana menghantam Tally. Disana semua orang mampu berpikir sendiri, mengeluarkan pendapat terang-terangan dan semua orang akan tetap menghargainya. Semua orang boleh mengekspresikan dirinya dan tidak ada yang membenci perbedaan itu, sebaliknya semua perbedaan tersebut dihormati.

Setengah bagian awal buku ini cenderung lambat dan membosankan, namun pada bagian tengah hingga akhir kita diajak untuk menyaksikan apa itu yang disebut human nature. Manusia pada dasarnya adalah individu yang unik dan spesial. Sekeras apapun pemerintah berusaha mengontrolnya, manusia akan tetap mencari caranya sendiri untuk menjadi berbeda dari yang lain. 

Keingintahuan manusia akan membawanya pada penemuan-penemuan baru: baik maupun buruk. Menyembuhkan maupun merusak. Manusia pada dasarnya ingin bebas: bebas berpikir, bebas bertindak, bebas melakukan apa yang ia inginkan. Itulah kenapa selalu ada pemberontakan di setiap zaman--yang terkadang berujung pada tragedi.

Specials mempertanyakan itu semua, itulah kenapa seri Uglies tetap menjadi seri yang spesial buat saya dan buat kita semua. Kelambanan alur di awal nyaris membuat saya ingin memberikan nilai 3/5 bintang tapi pada akhirnya (meskipun agak menggantung) namun pilihan Tally adalah pilihan yang sangat manusiawi. She's specials, so I give 5/5 as a credit.


My review for the series:

-----------------^^-----------------
Kamu bisa pesan buku ini via Specials@Bookoopedia
Review ditulis dalam rangka Lomba Estafet Review Buku #LERB
Tongkat estafet ini aku serahkan pada Angela@Harlequin Romance Review
-----------------^^-----------------


Senin, 12 Maret 2012

Teaser Tuesdays (13 Maret 2012)

Teaser Tuesdays is a weekly bookish meme, hosted by MizB of Should Be Reading. Anyone can play along! Just do the following:

  • Grab your current read
  • Open to a random page
  • Share two (2) “teaser” sentences from somewhere on that page
  • BE CAREFUL NOT TO INCLUDE SPOILERS! (make sure that what you share doesn’t give too much away! You don’t want to ruin the book for others!)
  • Share the title & author, too, so that other TT participants can add the book to their TBR Lists if they like your teasers!

Teaser minggu ini dari "I Am Number Four"



“When you have lost hope, you have lost everything. And when you think all is lost, when all is dire and bleak, there is always hope.” 






~p. 143, Henry, in "I Am Number Four "by Pittacus Lore





I hope you enjoy the reading~

Rabu, 29 Februari 2012

Wishful Wednesday (1)



Lagi, saya ikutan blog hop yang diadakan Books To Share yang berjudul... Tadaaaaaa.... Wishful Wednesday. Jadi dalam blog hop ini kita harus posting buku-buku yang sudah lama kita inginkan setiap hari rabu. Untuk lebih jelasnya, silakan baca peraturan di bawah ini:

  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)


Buku yang sudah lama aku incer adalah Max by James Patterson. Sinopsis bisa dibaca disini.



Max ini buku ke-5 dari seri Maximum Ride yang diterbitkan oleh Gramedia. Sayangnya Gramedia baru nerbitin sampai buku ke-4, itu pun terbit tahun 2009 lalu. Walau ada buku versi bahasa Inggrisnya tapi saya menanti-nantikan humor sarkastik Max dalam bahasa Indonesia. Well, selain itu ya buat koleksi juga, soalnya saya uda punya ke-3 bukunya (yang ke-4 masih nyari) :D

Psst, Gramedia kapan dong lanjutannya terbit?

Selasa, 14 Februari 2012

The Power of Six

Judul: The Power of Six (Lorien Legacies #2)
Penulis: Pittacus Lore
Penerjemah: Nur Aini 
Penyunting: Esti A. Budihabsari
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun: 2011 
Hlm: 511
ISBN: 9789794336717

Review:

Nomor Tujuh, bernama Marina, sekarang ada di Spanyol. Satu dari enam yang bertahan. Tinggal di biara membuatnya tersembunyi dari Mogadorian. Tapi keberadaannya sudah diendus dan sekarang Mogadorian membuntutinya. Cepannya, Adelina, seakan menganggap bahwa pelarian mereka ke bumi tidak pernah terjadi dan mulai tenggelam dalam doa dan keyakinan akan Tuhan. 

Keadaan tersebut membuat Marina merasa sendirian. Ia juga sendirian ketika menemukan pusaka pertamanya, dan selalu sendirian saat melatih pusaka lainnya. Tapi ia tidak sendirian lagi ketika Ella, anak kecil berusia tujuh tahun yang baru saja kehilangan orangtuanya dalam kecelakaan, bergabung di biaranya. Mereka segera menjadi teman baik dan tak terpisahkan. Tapi Marina tahu, cepat atau lambat kebersamaan mereka akan membawa bencana jika Mogadorian memburunya.

Di waktu yang sama, namun dibelahan bumi lainnya, John Smith (Nomor Empat), Nomor Enam, dan Sam Goode sedang dalam pelarian. Tidak hanya diburu para Mogadorian, mereka pun diburu para FBI karena dugaan terorisme. Bersembunyi bersama Nomor Enam yang sangat cantik rupanya membuat kedua bocah remaja ini jadi tertarik pada gadis itu. Tak apa bagi Sam Goode, tapi lain ceritanya jika John juga tertarik pada Nomor Enam padahal Sarah, pacarnya, masih menunggunya di Paradise, Ohio.

Keenam anak yang tersisa memulai perang yang mustahil ini, masing-masing dengan pusakanya. Namun mereka tidak akan sanggup melawan Mogadorian sendiri. Mereka harus bersatu. Dalam usahanya untuk mencari anak-anak Loric yang lain, Nomor Empat (John), Nomor Enam, dan Nomor Tujuh (Marina) masih harus berjuang untuk menyelamatkan hidupnya dan memaksimalkan pusaka masing-masing.

Seperti I Am Number Four, buku ini masih beralur cepat namun memiliki adegan action lebih banyak. Sebagai remaja normal, John dan Sam rupanya tidak kebal terhadap pesona cewek cantik dan mengalami pergulatan serius secara emosi untuk bersikap adil. John tahu bahwa Sam naksir Nomor Enam dan sadar sepenuhnya kalau ia masih mencintai Sarah. Hal itu membuatnya bingung karena hatinya selalu gugup berada dekat Nomor Enam. Yay, akhirnya love relationship yang saya inginkan terkabul. John memang lebih cocok dengan Nomor Enam kok.

Banyak sekali perkembangan yang terjadi di buku The Power of Six. Selain perkembangan kehidupan cinta para tokoh, keahlian bertarung mereka pun turut berkembang. Selain itu makin banyak rahasia-rahasia yang menjadi tanda tanya saya di buku I Am Number Four mulai terkuak di buku ini. Dan banyaknya anak-anak lain yang muncul membuat saya surprise. Perkembangan plotnya cepat sekali. Sedikit spoiler, ada total tiga anak Loric baru yang muncul dalam buku ini. Siapa mereka? Baca aja sendiri ceritanya.

Terlepas dari petualangan John, Nomor Enam, dan Sam yang seru, rupanya kisah Marina lebih membosankan. Yah mungkin juga karena latar tempatnya ya. Secara John, dkk bisa dibilang sedang dalam pelarian mengelilingi Amerika, si Marina terkungkung di biara melulu dan terkesan tidak ada perkembangan yang signifikan. Apalagi, Cepannya, Adelina terlihat tak acuh dan tak mau tahu. Setelah melihat betapa Care-nya Cepan John, si Henri, baru kali ini ada tipe Cepan yang memiliki penyangkalan dan tidak kooperatif, poor Marina.

Kemudian, yang saya suka dalam buku ini adalah porsi Nomor Enam lebih banyak. Yay! I love Number Six. Meskipun diceritakan dari POV John, justru semakin menambah pesona dan kehebatan Nomor Enam. Tidak hanya cantik, rupanya Nomor Enam ini juga hebat sekali kekuatannya. Tipe cewek cool. Yah, walaupun dibagi-bagi antara porsi John dan Marina saya lumayan puaslah. Apalagi buku ketiga nanti (The Lost File, Six Legacy) cerita akan dituturkan dari POV Nomor Enam. Cannot wait!! 4 Stars out of 5.



Review for Lorien Legacies:

Rabu, 08 Februari 2012

I Am Number Four

Judul: I Am Number Four (Lorien Legacies #1)
Penulis: Pittacus Lore
Penerjemah: Nurul Aini
Penyunting: Esti A. Budihabsari
Penerbit: Mizan Fantasy
Tahun: 2011 
Hlm: 500
ISBN: 9789794336069

Review:

Planet Lorien diserang dan penduduknya di musnahkan oleh Mogadorian (penduduk Planet Mogadore). Kecuali sembilan Garde dan sembilan Cepan yang berhasil melarikan diri ke bumi. Garde adalah sebutan penduduk Loric yang memiliki kekuatan spesial (pusaka) untuk melindungi planet Lorien, sedangkan Cepan adalah sebutan untuk Loric yang tidak memiliki kekuatan dan bertugas sebagai pembimbing Garde,  menjadi guru, birokrat, dan menjalankan planet Lorien. 

Sekarang tugas mereka adalah bersembunyi dari kejaran Mogadorian, menunggu pusaka sembilan Garde muncul, lalu menghadapi para Mogadorian sebelum mereka punah selamanya. Namun, rupanya tidak mudah. Para Garde nomor satu, dua, dan tiga sudah terbunuh. Sebentar lagi giliran nomor empat—John. Bersama Cepannya—Henri, John terus bergerak hingga akhirnya tinggal di kota Paradise, Ohio.

Di kota kecil itu John berusaha hidup senormal mungkin. Berteman dengan Sam Goode yang terosebsi dengan Alien. Berpacaran dengan Sarah Hart mantan cheerleader yang populer dan sangat cantik. Bermusuhan dengan Mark James bintang football sekolah yang tidak senang John mendekati mantan pacarnya. Memelihara anjing yang dinamainya Bernie Kosar. Dan sebisa mungkin berusaha tidak terlalu menonjol atau bersikap ceroboh.

Dengan alur cepat dan padat membuat saya betah membaca buku ini. Walau ceritanya tidak orisinal—well, alien tinggal di bumi dan punya kekuatan khusus? Sudah bukan barang baru lagi—tapi yang menarik adalah bagaimana kita bisa ikut merasakan petualangan John disini. Karakter-karakter I Am Number Four juga mudah untuk disukai. John cuma anak berusia 15 tahun yang memasuki masa puber dan ingin sekali hidup normal. Ia berusaha sebisa mungkin merayu Henri untuk tetap tinggal disana agar dapat terus bersama Sarah. Saya tidak begitu menyukai karakter Sarah, entah kenapa. Menurut saya Sarah terlalu fake dan membuat John tak bisa berkembang. Saya tidak suka John dan Sarah bersama, mereka tidak cocok. Tak ada chemistry kuat seperti Bella-Edward.

Sam Goode dan Henri disini malah jadi karakter favorit saya. Selain Sam lucu dengan kekikukannya, dia teman yang setia dan bertekat kuat (bisa kita lihat bagaimana kuatnya tekat Sam mencari jejak ayahnya). Sedangkan Henri disini model ayah yang sangat keren, menurut saya (terlepas betapa saya ngefans berat sama Timothy Olyphant, pemeran Henri dalam film). Melindungi John, melatih John, dan bijaksana dengan caranya sendiri. Henri juga romantis lho. Ia percaya bahwa hanya ada satu cinta untuk satu wanita disetiap hati para lelaki Loric. 

Banyak sekali pertanyaan yang muncul saat membaca buku ini. Seperti, dimana Nomor lainnya? Mengapa hanya sembilan Garde? Berapa banyak pusaka yang biasanya dimiliki para Garde? Dst.. bahkan saat ceritanya berakhir saya merasa sangat tidak puas. Soalnya masih ada lanjutannya. Hehe. 

Karakter yang membuat saya penasaran disini adalah Nomor Enam. Kemunculannya yang sebentar di akhir cerita sungguh mengesankan. Dan saya berharap banyak Nomor Enam ini bisa menggantikan posisi Sarah. I think they will make a good couple. Entahlah bagaimana perkembangan cerita ini. Terlalu banyak potensi untuk dibuat spekulasi. Tapi sayang harus saya beri nilai standar, cukup 3 bintang saja ya.

Review for Lorien Legacies:

Selasa, 15 November 2011

Zero Moment - Titik Nol

Judul: The Joshua Files #3: Zero Moment/Titik Nol
Penulis: M.G. Harris
Penerjemah: Nina Andiana
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2011
Hlm: 368
ISBN: 9789792276886


Sinopsis (Spoiler!):
Kali ini Joshua Gracia sudah berusia lima belas tahun. Badannya sekarang lebih tinggi dan lebih berotot. Secara tak langsung, ia jadi lebih sigap dalam melindungi diri dan Mum sangat bergantung padanya. Apalagi sekarang kemampuan Capoeiranya semakin ahli. Bersama Tyler (sahabatnya), Benicio (sepupunya), dan Mum, mereka berangkat ke Brasil untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Capoeira sebagai bagian dari kehidupan 'normal'nya. Tapi siapa sangka Ixchel dan Montoyo datang mengunjungi mereka di Brasil. Tiba-tiba semuanya serba penuh petualangan hidup dan mati lagi bagi Joshua. Kali ini mempertaruhkan nyawa orang-orang yang sangat ia sayangi, Mum, Tyler, dan Ixchel.

Cuap-cuap:
Setelah saya baca seri pertama Joshua Files: Invicible City saya selalu menantikan kelanjutan seri yang mengangkat topik suku Maya ini. Sayang sekali karena keterbatasan--dan kemalasan, saya sengaja nggak membuat review untuk buku keduanya, Joshua Files: Ice Shock. Tapi untuk buku ketiga Joshua Files series, saya dengan semangat '45 tak sabar untuk mengulas seri ini lebih lanjut.

Jadi, di buku ini Josh memasuki fase labil yang klise terjadi di kalangan remaja. Secara explisit ia cemburu karena Ixchel dan Benicio sangat akrab dan terlihat jelas saling menyukai. Dan M.G. Harris dengan sangat baik meramu mood Joshua sebagai karakter remaja pemarah dan dingin. Marahnya bukan tanpa alasan, Josh hanya belum tahu harus bersikap bagaimana menghadapi serangan rasa cemburu yang baru pertama kali dialaminya. Hingga akhir cerita, pencitraan karakter Josh sangat kuat dan perasaan Josh rupanya berperan penting dan terdeskripsikan dengan sangat detil sehingga membantu memuluskan keseluruhan jalannya plot cerita buku ini.

Tentu saja, nggak lengkap dong ya kalau nggak ada konflik. Dalam setiap cerita petualangan wajib ada pihak jahatnya. Masih lakon yang sama yang muncul di seri Ice Shock, Sekte Huracan. Jika dulu mereka menginginkan Codex Ix sekarang mereka menginginkan Josh. Hampir keseluruhan buku ini berisi tentang aksi penyelamatan yang dilakukan Josh dibantu Tyler dan Benicio. Kali ini adegan kejar-kejaran berlokasi di Brasil dan Swiss. Meski menurut saya lokasi-lokasi terpencil dan mistis di buku Ice Shock lebih seru tapi M.G. Harris sukses membawa suasana petualangan ala film Hollywood semacam pencurian dan kejar-kejaran mobil.

Joshua Files series mampu memberikan perasaan yang sama seperti saat saya membaca Hunger Games series; tak ingin buku ini berakhir. Banyak sekali rahasia yang terkuak, menyadarkan kita bahwa Joshua Files series pada akhirnya akan segera tamat. Rahasia-rahasia yang telah terkuak walau belum seluruhnya seperti misalnya, Gelang Itzamna, Hantu Camilla, pertemuan Josh dengan ayahnya, identitas Arcadio Gracia, dsb. Walaupun sebenarnya plotnya mudah ditebak (yah, normal sih, kan masih kategori YA) tapi tetap mampu membuat pembaca merasa excited dan berdebar-debar. Ingin sekali memberi lima bintang tapi sayang sekali, saya terlanjur baca Hunger Games series jadi bisa melihat kekurangan buku ini. So I think 4 stars out of 5 would be fair.

PS: Saya senang Gramedia mempertahankan keunikan cover The Joshua Files hingga seri ketiganya. Cover dari Gramedia memang yang paling bagus diantara terbitan negara lainnya.

My Review of the series:
2. The Joshua Files #2: Ice Shock
3. The Joshua Files #3: Zero Moment


Senin, 28 Desember 2009

Invicible City - Kota yang Hilang (The Joshua Files #1)


Judul : The Joshua Files: Invisible City/Kota yang Hilang
Pengarang: M. G. Harris
Penerbit: GPU
Genre: Thriller/Fiksi/Teenlit

Sinopsis (Spoiler!):
Joshua Garcia sang tokoh utama hanyalah remaja berusia 13 tahun yang tiba-tiba mendapatkan kabar saat sedang berlatih Capoeira bahwa ayahnya, Andres Garcia, seorang dosen arkeolog meninggal karena kecelakaan pesawat saat sedang melakukan riset di Meksiko. Yang mengerikan lagi, polisi menyimpulkan bahwa ayahnya dibunuh oleh suami dari wanita selingkuhannya. Hal itu membuat Ibu Joshua shock dan harus masuk rumah sakit. Joshua yang cerdas tidak mau memercayainya begitu saja. Dia yakin ayahnya masih hidup. Selain itu banyak sekali bagian-bagian yg hilang dalam analisis para polisi. Maka ia harus membuktikan bahwa kesimpulan polisi Meksiko salah.

Joshua mulai membuat blog dan menceritakan hasil penyelidikannya sendiri disana. Analisis kejadian pertama dari Joshua Files: Ayahnya diculik para alien! Tentu saja hal itu terdengar kekanak-kanakan. Tapi bukti adanya penampakan UFO di sekitar daerah jatuhnya pesawat ayahnya memperkuat dugaan Joshua. Dan hanya TopShopPrincess, yang aslinya bernama Ollie, seorang pembaca blog setianya yg selalu memberikan komentar pada setiap entri blognya--percaya pada ceritanya mengenai UFO. Mereka bertemu, lalu Ollie yang ternyata berumur 16 tahun itu bersemangat sekali membantunya memecahkan misteri pembunuhan Andres Garcia. Kemudian, bersama Tyler Marks, temannya dari Capoeira mereka mulai mempelajari hieroglif Maya untuk menemukan kota yg hilang.

Dari sana mereka sepakat untuk pergi ke Meksiko bertiga untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai kota yg hilang ini dan mencoba menemui Camilla--wanita yg diisukan sebagai selingkuhan ayahnya. Hanya saja Joshua belum tahu petualangan apa yang menantikan dirinya, Joshua tak tahu tentang Takdirnya.

Sanggupkah Joshua menemukan kota yang hilang dan menyingkap tabir kematian ayahnya?

Komentar Penulis:
Pertama kali saya tertarik dengan Joshua Files: Invisible City karena covernya sangat unik. Pepatah yang paling sering kita dengar, "Don't Judge Book by its Cover." itu tidak ada dalam kamus saya. Katakanlah saya dangkal, tapi saya nggak mau munafik juga. Kesan pertama yang menarik itu perlu! Termasuk sinopsis yg menarik dan endorsement di cover belakang. Kalau selanjutnya ternyata isinya berbeda jauh dengan cover, yah, emang lagi apes ajah. Tapi itu resiko. Dan saya suka ambil resiko.

Kemudian hal kedua yg saya lihat adalah nama pengarangnya. Never heard M.G. Harris before. Tapi nama pengarang terkenal juga bukan jaminan buku bagus, ya kan? Karena semua itu tergantung selera pembaca sukanya jenis cerita semacam apa.

Kalau kamu suka Film Indiana Jones, The Mummy Trilogy, dan Journey to the Center of the Earth? Kisah-kisah berbau advanture-arceology yang seru abis namun tak lupa menyisipkan kisah fiksi sejarah. Suka nggak? Kalau suka, berarti kamu juga akan menyukai Joshua Files: Invicible City ini.

Saya sangat suka dengan ide cerita dari Joshua Files: Invisible City. Sangat menarik dan unik. Mungkin tidak begitu unik bagi sebagian penggemar penikmat fiksi teori konsipirasi dan pernah membaca novel yg bobotnya lebih 'berat' seperti karangan Dan Brown dengan keempat bukunya yg menakjubkan itu (The Da Vinci Code, Angels and Demons, Deception Point, dan Digital Fortess). Well, saya akui Joshua Files: Invisible City ini masih jauh dari itu. Namun yang saya katakan unik disini adalah cerita teori konspirasi ini dikisahkan melalui sudut pandang seorang remaja dan ditujukan untuk young-adults. Joshua Files: Invicible City ini beda! Diantara kumpulan teenlit yg topik utamanya tentang kisah cinta pra-remaja, Joshua Files: Invisible City berdiri tegak dengan cover dan ide cerita unik. Sesuatu yang jarang sekali kita temukan di toko buku, kan?

Selain dari sisi konspirasinya yg melibatkan agen NRO, kelompok/sekte fanatik, dan para suku Mayan sendiri, ada satu hal yg sangat-sangat menarik hati. Fiksi Sejarah suku Maya dan isu global tentang kiamat 2012. Benarkah akan terjadi kiamat pada tanggal 22 Desember 2012? Who knows. Dan disitulah akar permasalahan dari semua kisah petualangan ini. M.G. Harris sukses memuaskan rasa penasaran saya tentang kisah bangsa Maya yg terkenal memiliki peradaban tinggi dan rasa tertarik mereka terhadap astronomi yg besar. Meskipun tidak diceritakan secara mendetail demi keegoisan sisi fiksinya, namun cukuplah sebagai pengantar bagi orang yg awam mengenai keberadaan bangsa Maya serta ramalan.

Dari semua aspek diatas saya tanpa ragu ingin memberikan 5 bintang untuk Joshua Files: Invisible City. Namun sungguh sayang, saat membaca semakin kebelakang saya semakin sesak napas dan hampir saja memaki penulisnya dalam hati karena merasa banyak sekali plot-plot yg hilang atau sengaja disembunyikan. Kata lain ceritanya nanggung. Banyak sekali yang belum selesai, seperti plot gelang Itzamma yg hilang, misteri pembunuhan ayahnya yg belum tuntas, mengapa ada NRO dan sekte fanatik yang sangat bernafsu untuk membunuhnya, dan Ixcel--gadis misterius yg kabur dari rumah. Usut punya usut, ternyata akan ada sekuel dari novel ini yang judulnya Joshua Files: Ice Shock. Can't hardly wait to read this one. Semoga pihak GPU bisa menerbitkannya lebih cepat dari perkiraan saya.

Akhir kata, saya beri total 4 bintang untuk Joshua Files: Invisible City karena novel ini bersambung. Haha.



ETA: Saat saya berkunjung ke Official Blog M.G. Harris, saya menemukan banyak cover novel Joshua Files: Invisible City yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Dan diantara semua cover itu hanya cover dari Indonesia yang paling menarik.






My review of the series:
2. The Joshua Files #2: Ice Shock
3. The Joshua Files #3: Zero Moment

Senin, 01 Desember 2008

Kung Pao Chicken Love


Judul Buku : Kung Pao Chicken Love
Pengarang : La Mian
Kategori : Comedy-Romance
Penerbit : Escaeva


Lena bekerja di Bank Asia Raya bagian External Relations bete sama yang namanya Erick Wang konsultan dari PowerLink perusahaan IT di kantornya. Sejak awal Lena bete banget sama Erick karena dicuekin waktu pesta perkawinan. Erick Wang wajahnya mirip sama Wang Lee Hom, host-nya MTV Asia. Bagi Lena, biar gantengnya ampun-ampun, kalau nyebelin seperti itu, jadi merah semua nilainya. Yang bikin Lena tambah bete, gara-gara Erick pula Lena harus dapet jahitan sepanjang 4 cm di alis kirinya.

Tapi, waktu Erick sakit, Lena jadi kalang kabut. Sibuk nyari nomer handphone Erick tapi nggak lengkap. Akhirnya, Lena nekat ngirim sms acak ke nomer-nomer tersebut. Balesannya macem-macem dari yang sopan sampe yang kurang ajar. Giliran Erick yang “sebenarnya” telepon, Lena terlanjur dongkol langsung membentak Erick. Aduuh.. Lena malu banget. Moga-moga Erick nggak nyimpen nomernya.

Lena punya secret admirer yang rajin ngirimin dia bingkisan2 unik. Salah satunya CD album Nan Quan Mama yang susah banget ngedapetinnya di Indonesia, sampai harus ngimpor dari luar di meja kantor setiap pagi dengan inisial EW. Mungkinkah Erick Wang? Lena penasaran, dengan modal nekat, Lena membalas kebaikan Erick dengan mengirim bingkisan serta kartu ucapan dikirim tiap pagi ke ruang kerja Erick. Tepat jam 9 malam Lena rajin ngirim sms khusus ke salah satu program radio yang menggunakan Bahasa Mandarin spesial buat Erick. Sejak itu Erick sering bengong dan nggak konsen sama pekerjaan, belakangan Lena tahu kalau Erick sering nanyain dia. Erick cinta Lena.

Mas Dika nembak Lena. Mas Dika itu sobat Lena. Selalu ada kalau Lena butuh. Lena takut setelah ini semua bakalan beda. Lena terlanjur jatuh cinta pada Erick, Mas Dika ditolak. Kasian sebenernya, mana pernah Mas Dika ditolak cewek. Mas Dika kan playboy tulen, kualat mungkin. Ironisnya cewek yang pertama kali nolak itu Lena, sobatnya.

Lena shock, jadi dia ambil cuti seminggu. Selama 3 hari cuti Lena berusaha menghindar dari yang namanya telepon. Lena bener-bener mengisolasi diri. Gara-gara itu Lena nggak tahu kalau Erick udah pulang ke Taipei. Untung Mas Dika baik hati. Mas Dika meyakinkan Lena agar menyusul ke Taipei selama sisa cuti yang tinggal 4 hari itu. Bahkan Mas Dika ikutan ambil cuti cuma untuk ngurus paspor dan tiket keberangkatan ke Taipeinya Lena.

Sesampainya di Taipei, Lena dijemput sepupu Erick dan bukannya Erick. Lena kaget banget mengetahui Erick berasal dari keluarga mafia yang disegani di Taiwan. Dari diculik musuh keluarga Wang sampai diperkenalkan sebagai Erxi (menantu wanita) di hadapan seluruh klan. What!!

Novel ini seru banget. Dalam penulisannya diselipkan kalimat2 luar, mandarin dan inggris dengan halus, jadi pembaca lebih enjoy dan nggak merusak gaya bahasa dan jalan cerita secara keseluruhan, bahkan jadi ciri khas La Mian. Setiap bab baru diselipkan penggalan kalimat dari film. Di bab 2 diselipkan kalimat: ”…..bahkan Tuhan pun tidak bisa membantumu!(dari film korea My Tutor Friend)” dan dari bab 6: seharusnya cerita ini happy ending (dari film korea A Perfect Match).

Kalimat-kalimat yg diselipkan per bab ini mirip garnish (bener nggak ya ngetiknya?). Mempercantik deh pokoknya. Ah nggak jelas banget ya?

Kalau minjem istilahnya Lena sih, cerita ini kayak Kung Pao Chicken. Rasanya pedes, panas, manis, tapi ada pahit dan asemnya juga. Campur aduk, seru!!

Dan sekali lagi, review saya ditemukan oleh pengarangnya ((Seperti kasus Bayi Biang Kerok lalu)). Kalo males liat linknya, saya post disini aja komennya. Komen simple tapi bikin saya senang norak juga. Hehehe...



thanks alot udah bikin review buku saya..

Arigatou!!


((dari soranalala




Kyaaaaaa >.< style="font-style: italic;">-okeyzz-

Label

#LERB (7) 19-Nineteen (2) 49 Days (23) A Gentleman’s Dignity (1) Action (8) Adventure (19) Agen Bola PENIPU (1) Agoeng Nadh (1) Ajip Rosidi (1) Aliens (3) Amanda Ashby (1) Amore (3) Antivirus (3) Apocalyptic (9) Arang and the Magistrate (1) Astrid Zeng (3) Baby Faced Beauty (4) Baca blogspot (3) Baca Cerita Drama korea (34) BBI (8) Behind The Scene 49 Days (15) Behind the scene Marry me mary (1) Belanda (1) berita (4) BIG (5) Biografi (1) Books in English Challenge (4) C REAL (1) C-Real (1) can you hear my heart (5) Cerita Abunawas (8) Challenge (7) Character Thursday (1) Cheat Lost Saga (5) Cheat PB (1) Chicklit (2) Childrens (3) China (2) chit-chat (9) Choi Daniel (1) Choi Min Ho (1) Chris Dyer (1) Christina Tirta (1) City Hunter (16) Classic (5) Competition (2) Contemporary (6) Contest (2) Crissy Calhoun (1) Cultural (7) Daftar isi (1) Daniel Choi (1) Death (3) Delirium (1) Djokolelono (1) download (9) Download Film (1) Download IDM Terbaru (1) Download Kpop (3) Dr. Jin (1) Drama (8) Dream High (4) Dream High 2 (7) Dystopia (11) Earthsea Cycle (1) Eugene (2) Eun Jung (1) EXO (1) Fairies (1) Family (2) Fantasy (27) Feby Indirani (1) Film baru (1) Flower Boy Ramyun Shop (5) Flower Boy Ramyun Shop cute teaser (2) Francisca Todi (1) Gado - Gado (5) gambar lucu (1) game (1) game hp (2) Gayle Forman (2) Giveaway (8) Glorius Jae In (1) Glory for Jane (1) Golok Pembunuh Naga (5) Goo Hara (2) Goo Hye Sun (1) Goodbye Miss Ripley (2) Han Hyo Joo (1) Hanakimi korea (3) Header (3) Heartstrings (48) Heartstrings behind the scene (9) High Kick 2 (1) High Quality Dream High 2 (6) Historical Fiction (4) Holocaust (2) Horror (2) Humor (7) Hunger Games (7) Hyorin (1) If I Stay (2) Ika Natassa (3) Ilana Tan (3) Im Joo-hwan (1) indehost (2) Indonesia (16) info (3) IU (9) James Patterson (1) Jane Austen (1) Jang Geun-suk (5) Jang Nara (1) Jepang (2) Jiyeon (3) Jo Hyun Jae (4) John Boyne (1) Jules Verne (1) Jung Il Woo (12) Jung Yong Hwa (1) Jung Youn Hwa (3) Just-For-Fun-RC (2) Karla M. Nashar (1) Ken Grimwood (1) Kim So Eun (3) Kim Soo Hyun (1) Kimi ni todoke/From Me To You (1) kontes Seo (7) Korea (6) Korean Movie (2) Krystal (1) Kunci Jawaban (1) L.J. Smith (2) La Mian (1) Lauren Oliver (1) Lee Jin Ki (3) Lee min ho (11) Lee Yo won (2) Lia Indra Andriana (5) Lie To Me (26) Lorien Legacies (2) Love rain (1) lucu (3) M.G. Harris (2) Maggie Tiojakin (1) Magic (3) Man of Honor (2) Man of Honor ost (3) Marc Levy (1) Marry me Mary (2) Mary Kay Andrews (1) Mary Rodgers (1) Mason Moon (1) Me too flower (1) Meg Cabot (1) Metropop (8) Moammar Emka (1) Moon Geun Young (6) Music (3) My Princess (1) Mystery (5) Myth (2) Myung Wol the Spy (1) Name In A Book Challenge (6) Naruto shippuden (5) Ninit Yunita (1) Non-Fiction (7) Olahraga (4) Onew (31) Operation Proposal (9) Operation Proposal Episode (2) Orizuka (2) Ost 49 Days (4) Ost City Hunter (5) Ost Dream High 2 (9) Ost flower boy ramyun (3) Ost Heartstrings (17) Ost Lie To Me (8) ost poseidon (3) Paranormal (10) Park Min Young (6) Park Shin Hye (5) Penerbit Andi (1) Penerbit Atria (1) Penerbit Authorized Books (1) Penerbit Avon Books (1) Penerbit Bentang (1) Penerbit Buku Katta (1) Penerbit Bukune (1) Penerbit Elex Media Komputindo (1) Penerbit Escaeva (1) Penerbit Gagas Media (4) Penerbit Gradien Mediatama (3) Penerbit Gramedia (27) Penerbit HarperCollins (2) Penerbit Haru (3) Penerbit Mahda Books (1) Penerbit Matahati (3) Penerbit Mizan (6) Penerbit Nulisbuku (1) Penerbit Pustaka Jaya (1) Penerbit Qanita (1) Penerbit Scholastic (1) Penerbit Serambi (2) Penerbit Terakota (1) Penerbit Ufuk Press (2) Perancis (2) Pittacus Lore (3) Poseidon (11) Prediksi Skor (2) Pretty Little Liars (1) Preview Dream High 2 (4) Princess Man (1) PROFILE PEMAIN BOYS BEFORE FLOWERS (1) Queen In-hyun’s Man. (4) Raja gombaL (1) Retni SB (1) Ripley (2) Romance (51) Rooftop Prince (3) Running Man episode (2) Salamander Guru and the Shadows (2) Sara Shepard (1) Scene City Hunter (3) Science Fiction (19) Scott Westerfeld (3) Sherlock SHINee (6) SHINee (1) Short Stories (4) Simone Elkeles (1) Sinopsi Man of Honor (1) sinopsis (70) Sinopsis 19-Nineteen (2) Sinopsis 49 days (2) Sinopsis Dream High 2 (14) Sinopsis Flower Boy Ramyun Shop (24) Sinopsis Heartstrings (26) Sinopsis Lie To Me (17) Sinopsis Man of Honor (14) Sinopsis Operation Proposal (2) Sinopsis Poseidon (2) Sinopsis The Musical (1) smadav 90 pro (1) software (9) Song Ji Hyo (1) Song Joong Ki (1) Stefiani E. I. (1) sub indo (2) Supernatural (8) Suzanne Collins (7) Suzy (1) Taiwan (1) Tatiana De Rosnay (1) Teaser Tuesdays (10) Teenlit (2) tempat add bookmark (1) The Avengers 2012 (1) The Greatest Love (1) The Joshua Files (2) The Moon That Embraces The Sun episode (14) The Musical (1) The Thorn Birds episode (25) The Vampire Diaries (3) Threes Emir (1) Thriller (4) Time Travel (2) Tips SEO (1) tips trick (7) To liong to (4) Travelogue (5) uang (1) Uglies (3) Ursula K. Le Guin (1) US (27) Vampires (3) Virginia Novita (1) W. Somerset Maugham (2) War (2) Warrior Baek Dong Soo (8) Warrior Baek Dong Soo ost (2) web hosting (1) what' up (1) Widget Blog (1) Windy Ariestanty (1) Wishful Wednesday (2) Won Bin (1) Wooyoung (1) Yoo Seung ho (5) Yoon Eun Hye (2) Yoon Shi Yoon (1) Yoona SNSD (1) You are into me (1) You fell in love with me (1) You Have Fallen For Me (1) Young Adult (37) Yudhi Herwibowo (1) Zodiak (1)
 

Gudang Sinopsis Drama Korea Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger