Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label Childrens. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Childrens. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2012

Freaky Friday

Judul: Freaky Friday
Penulis: Mary Rodgers
Penerbit: Avon Books
Tahun: 2003 (first published on January 1973)
Hlm: 168
ISBN: 0060570105



Review:

Annabel terbangun di pagi hari dalam tubuh Ibunya. Mengingat betapa cantik Ibunya, Annabel terkena euforia sesaat dan bermain-main dengan make-up dan pakaian indah yang tampak memesona jika dipakai oleh tubuh ibunya. Ia bahkan tidak merasa panik ketika mengetahui Annabel masih tetap Annabel dengan tingkah kasar dan keterlaluannya. Tapi, jika Annabel masih tetap Annabel, sedangkan Annabel berada dalam tubuh Ibunya, lalu dimana jiwa Ibunya berada sekarang?

Well, ia tidak terlalu pusing memikirkannya. Yang Annabel syukuri hanyalah ia tidak perlu masuk kelas Miss McGuirk karena ia sama sekali belum mengerjakan papernya. Dan ia bisa menghabiskan waktu bebas melakukan apapun yang ia mau! Yippie! Tapi sungguh, rupanya berada dalam tubuh Ibunya tidak semudah yang ia bayangkan.

Hari itu berlangsung kacau. Annabel harus menyiapkan sarapan pagi untuk semua orang padahal ia tidak bisa memasak. Ia juga harus mencuci pakaian ayahnya tapi malah merusak mesin cucinya. Dengan impulsif ia memecat Mrs. Schmauss—pembantu rumah tangga mereka—di pagi yang sama. Telat hampir satu jam dalam pertemuan orang tua murid. Dan yang paling parah adalah kehilangan Ben, adiknya yang berusia enam tahun!

Saya hampir lupa punya buku ini. Saya bahkan lupa kapan dan dimana tepatnya saya membeli buku ini. Yang saya ingat buku ini sudah lama sekali berada dalam lemari buku. Berhubung saya suka sekali dengan filmnya, saya pikir kurang lebih ceritanya sama, tapi rupanya jauh berbeda lho. Mary Rodgers menceritakan kisah seru yang jauh lebih lucu dibandingkan filmnya.

Bagi yang sudah pernah nonton film yang dibintangi Lindsay Lohan pasti bisa membedakan ceritanya. Yang berbeda dengan novel ini adalah usia Annabel digambarkan masih kecil, 13 tahun, sedangkan adiknya Ben berusia 6 tahun. Kemudian orang tua Annabel lengkap, masih ada ayah disini. Lalu karakter cowok yang ditaksir Annabel yang bernama Borris berusia 14 tahun dan tinggal di lantai atas apartemen mereka.

Selain perbedaan-perbedaan tersebut, inti ceritanya kurang lebih sama. Setelah bertengkar malam sebelumnya, tubuh mereka tertukar. Kemudian porsi Borris (yang jatuh cinta setengah mati pada Annabel dalam tubuh ibunya) disini jauh lebih banyak dibandingkan versi film. Borris diminta menjadi baby-sitter Ben (Sekaligus menyiapkan jamuan masakan untuk tamu Ayahnya, karena Borris pandai memasak) saat Annabel pergi ke pertemuan orang tua murid. 

Hanya saja buku ini bercerita dari PoV Annabel saja. Dan selama 3/4 cerita bergulir, tidak sekalipun Ibunya (dalam tubuh Annabel) muncul. Malah ceritanya Annabel (dengan jiwa ibunya) bolos sekolah lalu menghilang. Jadi Annabel tidak sepenuhnya yakin jiwa mereka tertukar. Melihat betapa normalnya tingkah Annabel pada saat sarapan, ia pikir Annabel masih tetap Annabel, sedangkan jiwa ibunya melayang entah kemana. Tapi semua missing link tadi akan dijelaskan dalam epilog buku ini, tenang saja.

Annabel yang masih kecil benar-benar labil. Yah, maklum saja, dalam usia pre-teen Annabel jadi sering bicara blakblakan dan cenderung impulsif. Ia bahkan membuat para gurunya menangis dalam pertemuan murid dengan komentarnya yang polos dan cerdas. Tapi yang jelas saya menikmati percakapan lucu antara Annabel, Borris, dan para polisi saat ia melaporkan Ben yang menghilang (dengan tuduhan penculikan). Cerita ringan ini selesai dalam sekali duduk, I'd say 3 stars out of 5!~

*Books in English Reading Challenge 2012 February #1

Sabtu, 13 Agustus 2011

The Boy in the Striped Pyjamas


Judul: The Boy in the Striped Pyjamas: Anak Lelaki Berpiama Garis-Garis
Penulis: John Boyne
Penerjemah: Rosemary Kesauli
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2007
Hlm: 240
ISBN: 9792229825

Review:

Pertama kali melihat di rak buku obralan cover buku bergaris yang sepaham dengan judulnya (striped--red) langsung menarik perhatian saya. Jadi ingat kalau dulu pernah pinjam filmnya (nggak tamat nontonnya karena terlalu monoton). Kemudian saya membaca sinopsis menarik di sampul belakangnya, izinkan saya kutip disini;

Kisah tentang Anak Lelaki Berpiama Garis-Garis ini sulit sekali digambarkan. Biasanya kami memberikan ringkasan cerita di sampul belakang buku, tapi untuk kisah yang satu ini sengaja tidak diberikan ringkasan cerita, supaya tidak merusak keseluruhannya. Lebih baik Anda langsung saja membaca, tanpa mengetahui tentang apa kisah ini sebenarnya.

Kalau Anda membaca buku ini, Anda akan mengikuti perjalanan seorang anak lelaki umur sembilan tahun bernama Bruno (Meski buku ini bukanlah buku untuk anak kecil). Dan cepat atau lambat, Anda akan tiba di sebuah pagar, bersama Bruno.

Pagar seperti ini ada di seluruh dunia. Semoga Anda tidak pernah terpaksa dihadapkan pada pagar ini dalam hidup Anda.


Statement berikut, "Lebih baik Anda langsung saja membaca, tanpa mengetahui tentang apa kisah ini sebenarnya" bikin saya penasaran. Apa buku ini terlalu dangkal ya? Khawatir inti cerita cukup ringkas masuk ke sinopsisnya. Statement kedua "(Meski buku ini bukanlah buku untuk anak kecil)." ini juga menarik sekali. Meraba tebal buku dan brandol obral saya cuma harus bayar 10.000 kalo dipikir-pikir murah banget lho untuk kisah historical-fiction populer. Tipis sih bukunya, tapi kalo terbitan baru pasti dibrandol 30ribuan deh. Lucky me.



Ternyata POV novel ini diambil dari kacamata anak laki-laki berusia 9 tahun. Bruno namanya. Polos, sederhana, hanya menginginkan teman bermain saat keluarga mereka pindah ke rumah baru. Berada di lingkungan yang sepi tanpa tetangga, Bruno bisa melihat situs yang menurutnya kebun. Berisi petani-petani, ada yang tua, muda, maupun anak-anak. Semuanya memakai pakaian yang sama. Piama bergaris. Yang Bruno tak tahu, sebenarnya itu penjara, bukan kebun. Dan ayahnya adalah pimpinan tertinggi yang bertanggung jawab atas situs tersebut.



Bruno yang bosan karena tak punya teman bermain berharap bisa mengunjungi kebun tersebut dan berkenalan dengan anak-anak sebayanya. Saat ia melakukan ekspedisi, sampailah Bruno ke dekat pagar besi. Pada akhirnya bisa berteman dengan anak sebayanya yang juga berusia 9 tahun. Ia bertemu Shmuel. Teman barunya memakai "piyama" tentu. Dan persahabatan mereka terjalin tulus.



Peristiwa Holocaust

Sebelum baca buku ini saya sama sekali nggak tahu kalau kisah ini menyerempet isu holocaust, walau lebih ditekankan sisi persahabatan murni dua anak kecil. Saya bahkan nggak tahu apa itu holocaust! Buat yang belum tahu apa itu holocaust, izinkan saya menjelaskan apa yang saya dapat dari wikipedia, ehem *bersihin tenggorokan*; pada intinya, holocaust itu merupakan bentuk nyata dari rasisme, yang 'kabarnya' direalisasikan dengan penyiksaan, gas racun, pembunuhan, dll terhadap kaum Yahudi, penganut Katolik, orang cacat, ras Polandia, dst. Kebenaran peristiwa holocaust sendiri rupanya masih jadi pertentangan.



Adaptasi Film

Dulu pernah nonton filmnya tapi terasa sangat datar dan membosankan, bagi saya (saat itu). Saya masih ingat VCD saya matikan sampai adegan Bruno jatuh dari ayunan. Ceritanya nggak berat kok, nggak terlalu serius juga. Cuma agak miris aja. Miris banget.
Nah, setelah nyari-nyari filmnya (yang susah banget ditemukan di rentalan) dan nonton ternyata eh ternyata beda dari novelnya *yaiyalah* jadi izinkan saya meracau sedikit disini.


****
AWAS SPOILER!!
****



Oke, saya habis nonton filmnya. Dan saya nggak tahan untuk nggak ngasih SPOILER DISINI. Bagi yang belum baca dan belum nonton, lewati bagian ini.



So, saya agak kecewa sama filmnya karena, pertama; pemeran Jendral aka bapaknya Bruno (pemeran Remus Lupin dalam Harry Potter, btw) disini ga sesuai gambaran di novel dan Jendralnya kok lembek gitu. Di novelnya diceritakan kalau Jendralnya ini sama sekali nggak hangat, garang, berwibawa, berkharisma, miskin suara (alias jarang ngomong). Eh tapi di filmnya si Jendral malah ikut diskusi keluarga segala, membujuk Bruno untuk mau pindah, padahal di novelnya tuh si Bruno yang nyari Jendralnya supaya nggak usah pindah dan Jendralnya nggak mau ngebahas itu karena semua sudah diputuskan (secara sepihak, obviously).



Yang kedua; endingnya yang beda sama di novel. Cerita aslinya, setelah Bruno terseret arus dan di 'holocaust'--dibunuh dalam kamar gas (sampai sekarang saya masih belum tahu mereka itu di bakar hidup2, disemprot gas beracun, di ledakin pake bubuk mesiu atau gimana) keluarga dan anak buah Jendral aka tentara, masih nyari dia selama berhari-hari. Baru dua hari kemudian bajunya ditemukan. Trus beberapa minggu setelahnya baru deh si Jendral itu nyadar kalau Bruno sudah jadi korban. Mungkin di film untuk memberi sentuhan dramatis kali ya makanya adegannya keluarga mereka lari pontang-panting menjelang detik-detik "kamar gas" itu terjadi--yg obviously akhirnya mereka telat menyelamatkan Bruno.



Saat baca novelnya, rasanya kok datar sekali karena sebagian besar kisahnya adalah tentang Bruno yang bosan setengah mati karena nggak punya temen main, mau nggak mau bikin saya ikut bosan baca bukunya. Dan mungkin karena POV dari anak berusia 9 tahun (omong2 di filmnya kalo ga salah 8 tahun, apa subtittlenya yg salah ya?) jadi berasa kurang ekspresif (bagi saya). Tapi secara keseluruhan saya lebih suka bukunya dong, penyampaian polosnya anak-anaknya dapet meski dramatisnya--tentu--saya akui lebih bagus filmnya. Karena film selalu menyajikan sisi yang tidak mampu dieksplore buku, salah satunya adalah adegan gerak visual 2D.

Senin, 16 Februari 2009

All American Girl

Judul: All-American Girl (Pahlawan Amerika)
Pengarang: Meg Cabot
Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani
ISBN: 979-22-0982-4
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama



Sinopsis (Spoiler!):
Samantha merasa dirinya gadis yang biasa saja. Dia anak tengah dari tiga bersaudari. Kakak perempuannya, Lucy, adalah ketua tim cheerleaders yang sangat cantik dan populer. Sedangkan adiknya, Rebecca adalah gadis dengan kejeniusan setara profesor berumur 40 tahun dan sekolah di tempat khusus anak-anak jenius. Dibandingkan dengan segala kelebihan kedua saudarinya, Sam merasa dia anak paling biasa dan tidak memakan banyak biaya hidup. Lucy, jelas, butuh banyak pengeluaran untuk mempertahankan status populernya. Sedangkan Rebecca, biaya laboratoriumnya saja setara dengan penghasilan kotor negara kecil. Jadi, Sam ingin memberontak. Ia mencelupkan seluruh pakainnya ke dalam cat warna pakaian hitam sebagai bentuk keprihatinannya akan nasib generasinya. Selain penampilan gothicnya, Samantha juga diam-diam naksir, Jack, pacar Lucy. Tapi, diatas itu semua, masalah sebenarnya ada pada les menggambar.

Samantha Madison tertangkap basah menjual gambar-gambar artis yang ia buat di kelas bahasa jerman. Orang tuanya kemudian berpikir bahwa bakat Sam harus disalurkan supaya nilai bahasa jermannya tidak jeblok. Kemudian Sam di daftarkan ke tempat les menggambar milik seniman terkenal, Susan Boone. Sam berpendapat Susan Boone tampak seperti ratu peri pada pertemuan pertama mereka tapi ternyata tidak mirip sama sekali. Pelajaran menggambar pertamanya berlangsung sangat buruk. Well, disana dia ketemu cowok keren bernama David, tapi tetap saja, Sam yang sensitif itu merasa tidak betah. Pasalnya, menurut Susan, Sam menggambar dengan apa yang ia tahu dan bukan apa yang ia lihat. Sam yang tidak mengerti merasa tersinggung karena kreativitasnya di kekang. Akhirnya, menuruti saran dari Jack, pacar Lucy, Sam memberontak dengan cara memboikot dari les menggambar. Jadi, ketika Theresa, pembantu rumah tangga, menurunkan Sam di depan tempat les, Sam tidak segera masuk tapi malah menuju Capitol Cookies, tempat yang menjual kue-kue lezat dan murah dan kemudian bersembunyi di toko musik sampai jam les berakhir.

Di dalam toko musik, Sam bertemu dengan orang aneh, bernama Billy Joel, yang memutar lagu berjudul “Uptown Girl” berkali-kali. Kemudian, saat Sam keluar dari toko musik dan berdiri di depan Capitol Cookies untuk menunggu jemputan, ada konvoi mobil kepresidenan berhenti tepat di depannya. Rupanya Presiden Amerika Serikat suka dengan kue-kue yang dijual di Capitol Cookies. Saat Presiden memasuki toko kue itu, Mr. Uptown Girl, atau Billy Joel, mulai merogoh jas hujannya yang ternyata berisi pistol panjang yang kemudian akan digunakan untuk menembak Presiden saat beliau keluar dari Capitol Cookies. Sam, tanpa pikir panjang, segera menerjang punggung Mr. Uptown Girl dan sialnya Mr. Uptown Girl itu malah jatuh menindihnya, akibatnya, pergelangan tangan Sam retak. Namun, yang paling penting adalah Presiden baik-baik saja.

Keesokan harinya, saat Sam terbangun di kamar rumah sakit, tiba-tiba saja ia kedatangan puluhan bingkisan berupa karangan bunga dan boneka dari orang-orang penting di seluruh dunia karena telah menyelamatkan Presiden. Lalu, banyak orang jadi memujanya dan menyebutnya sebagai pahlawan. Dia punya penggemar dan paparazi mulai membuntutinya kemana-mana. Bahkan, Presiden beserta istri dan anaknya mengundangnya makan malam di Istana negara secara pribadi dan mengangkatnya sebagai Duta Remaja PBB. Yang lebih heboh dari itu semua, anak Mr. Presiden ternyata David yang jadi teman sekelasnya dalam les menggambar. Lebih parah lagi, cewek-cewek populer yang ia benci, terutama Kris Parks, mulai bermanis ria di depannya karena mau numpang beken. Bahkan, sahabatnya, Catherine yang tidak pernah memakai rok di atas lutut mulai berpacaran dan ingin pergi ke pesta anak-anak populer.

Sam diundang ke pesta Kris Parks, Sam tidak mau pergi tapi, Catherine memaksanya ikut karena Paul, pacar baru Catherine, mengira Catherine anak populer, lagipula Catherine penasaran bagaimana rasanya pergi ke pesta anak populer. Sam, dengan terpaksa, mengajak David untuk pergi bersamanya ke pesta itu. Gara-gara Lucy, semua anak mengira Sam berpacaran dengan David dan akan mengajak putra persiden itu ke pesta Kris Parks. Lagipula, Sam juga ingin membuat Jack, pacar Lucy cemburu. Entah bagaimana David menyadari niat Sam yang sesungguhnya dan dengan kecewa berkata, “Kupikir kau berbeda dari cewek-cewek lain.”

Sebagai duta remaja PBB, Sam punya tugas sendiri. Ia akan menjadi juri dari kontes lukisan yang bertemakan “Dari jendelaku” dimana para remaja di seluruh dunia boleh berpartisipasi dan melukis apa yang ada di balik jendela mereka. Sam menyukai lukisan Maria-Sanchez yang sedikit kontroversial tapi sangat realistis, namun Mr. Presiden menentangnya. Sam jadi bingung, hubungannya dengan David maupun Mr. Presiden sama-sama memburuk. Dan hal yang terpikirkan olehnya adalah menggunakan haknya sebagai rakyat yang bebas berpendapat. Ia mengumumkan di TV Nasional bahwa Mr. Presiden tidak setuju untuk memenangkan lukisan Maria-Sanchez sekaligus menyatakan perasaan sukanya pada David.


-okeyzz-

Label

#LERB (7) 19-Nineteen (2) 49 Days (23) A Gentleman’s Dignity (1) Action (8) Adventure (19) Agen Bola PENIPU (1) Agoeng Nadh (1) Ajip Rosidi (1) Aliens (3) Amanda Ashby (1) Amore (3) Antivirus (3) Apocalyptic (9) Arang and the Magistrate (1) Astrid Zeng (3) Baby Faced Beauty (4) Baca blogspot (3) Baca Cerita Drama korea (34) BBI (8) Behind The Scene 49 Days (15) Behind the scene Marry me mary (1) Belanda (1) berita (4) BIG (5) Biografi (1) Books in English Challenge (4) C REAL (1) C-Real (1) can you hear my heart (5) Cerita Abunawas (8) Challenge (7) Character Thursday (1) Cheat Lost Saga (5) Cheat PB (1) Chicklit (2) Childrens (3) China (2) chit-chat (9) Choi Daniel (1) Choi Min Ho (1) Chris Dyer (1) Christina Tirta (1) City Hunter (16) Classic (5) Competition (2) Contemporary (6) Contest (2) Crissy Calhoun (1) Cultural (7) Daftar isi (1) Daniel Choi (1) Death (3) Delirium (1) Djokolelono (1) download (9) Download Film (1) Download IDM Terbaru (1) Download Kpop (3) Dr. Jin (1) Drama (8) Dream High (4) Dream High 2 (7) Dystopia (11) Earthsea Cycle (1) Eugene (2) Eun Jung (1) EXO (1) Fairies (1) Family (2) Fantasy (27) Feby Indirani (1) Film baru (1) Flower Boy Ramyun Shop (5) Flower Boy Ramyun Shop cute teaser (2) Francisca Todi (1) Gado - Gado (5) gambar lucu (1) game (1) game hp (2) Gayle Forman (2) Giveaway (8) Glorius Jae In (1) Glory for Jane (1) Golok Pembunuh Naga (5) Goo Hara (2) Goo Hye Sun (1) Goodbye Miss Ripley (2) Han Hyo Joo (1) Hanakimi korea (3) Header (3) Heartstrings (48) Heartstrings behind the scene (9) High Kick 2 (1) High Quality Dream High 2 (6) Historical Fiction (4) Holocaust (2) Horror (2) Humor (7) Hunger Games (7) Hyorin (1) If I Stay (2) Ika Natassa (3) Ilana Tan (3) Im Joo-hwan (1) indehost (2) Indonesia (16) info (3) IU (9) James Patterson (1) Jane Austen (1) Jang Geun-suk (5) Jang Nara (1) Jepang (2) Jiyeon (3) Jo Hyun Jae (4) John Boyne (1) Jules Verne (1) Jung Il Woo (12) Jung Yong Hwa (1) Jung Youn Hwa (3) Just-For-Fun-RC (2) Karla M. Nashar (1) Ken Grimwood (1) Kim So Eun (3) Kim Soo Hyun (1) Kimi ni todoke/From Me To You (1) kontes Seo (7) Korea (6) Korean Movie (2) Krystal (1) Kunci Jawaban (1) L.J. Smith (2) La Mian (1) Lauren Oliver (1) Lee Jin Ki (3) Lee min ho (11) Lee Yo won (2) Lia Indra Andriana (5) Lie To Me (26) Lorien Legacies (2) Love rain (1) lucu (3) M.G. Harris (2) Maggie Tiojakin (1) Magic (3) Man of Honor (2) Man of Honor ost (3) Marc Levy (1) Marry me Mary (2) Mary Kay Andrews (1) Mary Rodgers (1) Mason Moon (1) Me too flower (1) Meg Cabot (1) Metropop (8) Moammar Emka (1) Moon Geun Young (6) Music (3) My Princess (1) Mystery (5) Myth (2) Myung Wol the Spy (1) Name In A Book Challenge (6) Naruto shippuden (5) Ninit Yunita (1) Non-Fiction (7) Olahraga (4) Onew (31) Operation Proposal (9) Operation Proposal Episode (2) Orizuka (2) Ost 49 Days (4) Ost City Hunter (5) Ost Dream High 2 (9) Ost flower boy ramyun (3) Ost Heartstrings (17) Ost Lie To Me (8) ost poseidon (3) Paranormal (10) Park Min Young (6) Park Shin Hye (5) Penerbit Andi (1) Penerbit Atria (1) Penerbit Authorized Books (1) Penerbit Avon Books (1) Penerbit Bentang (1) Penerbit Buku Katta (1) Penerbit Bukune (1) Penerbit Elex Media Komputindo (1) Penerbit Escaeva (1) Penerbit Gagas Media (4) Penerbit Gradien Mediatama (3) Penerbit Gramedia (27) Penerbit HarperCollins (2) Penerbit Haru (3) Penerbit Mahda Books (1) Penerbit Matahati (3) Penerbit Mizan (6) Penerbit Nulisbuku (1) Penerbit Pustaka Jaya (1) Penerbit Qanita (1) Penerbit Scholastic (1) Penerbit Serambi (2) Penerbit Terakota (1) Penerbit Ufuk Press (2) Perancis (2) Pittacus Lore (3) Poseidon (11) Prediksi Skor (2) Pretty Little Liars (1) Preview Dream High 2 (4) Princess Man (1) PROFILE PEMAIN BOYS BEFORE FLOWERS (1) Queen In-hyun’s Man. (4) Raja gombaL (1) Retni SB (1) Ripley (2) Romance (51) Rooftop Prince (3) Running Man episode (2) Salamander Guru and the Shadows (2) Sara Shepard (1) Scene City Hunter (3) Science Fiction (19) Scott Westerfeld (3) Sherlock SHINee (6) SHINee (1) Short Stories (4) Simone Elkeles (1) Sinopsi Man of Honor (1) sinopsis (70) Sinopsis 19-Nineteen (2) Sinopsis 49 days (2) Sinopsis Dream High 2 (14) Sinopsis Flower Boy Ramyun Shop (24) Sinopsis Heartstrings (26) Sinopsis Lie To Me (17) Sinopsis Man of Honor (14) Sinopsis Operation Proposal (2) Sinopsis Poseidon (2) Sinopsis The Musical (1) smadav 90 pro (1) software (9) Song Ji Hyo (1) Song Joong Ki (1) Stefiani E. I. (1) sub indo (2) Supernatural (8) Suzanne Collins (7) Suzy (1) Taiwan (1) Tatiana De Rosnay (1) Teaser Tuesdays (10) Teenlit (2) tempat add bookmark (1) The Avengers 2012 (1) The Greatest Love (1) The Joshua Files (2) The Moon That Embraces The Sun episode (14) The Musical (1) The Thorn Birds episode (25) The Vampire Diaries (3) Threes Emir (1) Thriller (4) Time Travel (2) Tips SEO (1) tips trick (7) To liong to (4) Travelogue (5) uang (1) Uglies (3) Ursula K. Le Guin (1) US (27) Vampires (3) Virginia Novita (1) W. Somerset Maugham (2) War (2) Warrior Baek Dong Soo (8) Warrior Baek Dong Soo ost (2) web hosting (1) what' up (1) Widget Blog (1) Windy Ariestanty (1) Wishful Wednesday (2) Won Bin (1) Wooyoung (1) Yoo Seung ho (5) Yoon Eun Hye (2) Yoon Shi Yoon (1) Yoona SNSD (1) You are into me (1) You fell in love with me (1) You Have Fallen For Me (1) Young Adult (37) Yudhi Herwibowo (1) Zodiak (1)
 

Gudang Sinopsis Drama Korea Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger