Warung Bebas

Rabu, 02 Juni 2010

Fate

Judul: FATE
Penulis: ORIZUKA
Penerbit: Authorized Books
Tahun: 2010
Hal.: 293
No. ISBN: 978-602-96894-0-2


Sinopsis (Spoilers!):

Jang Min Ho seorang jurnalistik dari penerbitan di kota New York harus pulang ke Indonesia setelah mendapat kabar bahwa ayahnya yang seorang pengusaha sukses di Indonesia itu meninggal akibat kanker paru-paru. Di distrik Dongdaemun, Seoul, Jang Min Hwan juga mendapat telepon yang sama. Mereka, kakak beradik diharapkan datang ke Indonesia untuk menghadiri pemakaman serta pembacaan surat wasiat Jang Dae Gwan, sang ayah.

Jang Min Ho anak sah dari istri sah yang mewarisi semua sifat baik ayahnya mulai dari cara berpikir, kepandaian, kebijaksanaan dan sebagainya. Tetapi Jang Min Hwan? Selain DNA, ia tak punya kesamaan apapun dengan ayah dan kakaknya. "Gampang saja hyeong bilang begitu. Hyeong mewarisi sifat-sifat abeoji, sedangkan aku? Aku nyaris dianggap supirmu kalau namaku tidak bermarga Jang." begitu Min Hwan pernah berkata.

Min Ho hidup berkecukupan di rumahnya yang besar sebagai anak sah di Indonesia. Min Hwan tinggal di rumah kecil bersama ibunya yang berprofesi sebagai pelacur dan susah payah membuka toko dengan kedua sahabatnya di Dongdaemun, Seoul. Status sosial mereka berbeda, tapi mereka diberi hak yang sama untuk mendapat warisan ayahnya. Ya, untuk terakhir kalinya, ayahnya berusaha menyatukan mereka berdua kembali dalam surat wasiatnya. Dengan iming-iming harta warisan, mereka diharapkan tinggal bersama sebagai syaratnya. Dan tugas Dena, anak gadis pelayan yang juga teman masa kecil mereka, untuk membuat mereka kembali bersatu.

Namun Min Hwan yang 15 tahun lalu terusir dari rumah keluarga Jang masih menyimpan sakit hati dan sulit memaafkan keluarga Jang. Tidak mudah baginya untuk membuka diri seperti dulu saat mereka masih kecil. "Aku ini apa? Bola ping pong? Kalian mengambilku, lalu membuangku, sekarang mengambilku lagi?" keluh Min Hwan. Tapi Min Ho tahu pada detik Min Hwan memanggilnya 'hyeong' (panggilan kepada kakak laki-laki dari laki-laki yang lebih muda) hatinya tak bisa lebih bangga lagi, itu fakta bahwa ia memang menyayangi adiknya, dan bagaimanapun ia harus membuat Min Hwan percaya lagi padanya. Terlepas siapa ibu mereka atau apapun status mereka sekarang. Min Hwan adalah adiknya, keluarganya. Dan seperti kata ayah mereka, tak ada ikatan yang lebih erat daripada ikatan keluarga.

Dibantu kehadiran Dena, Min Hwan sedikit demi sedikit berusaha membuka diri. Tidak pada Min Ho, belum. Tapi setidaknya ia mau membuka diri pada Dena. Tapi di saat mereka akhirnya merasa sudah mampu melewati masa itu, ternyata nasib berkata lain. Nasib. Fate. Ketetapan Tuhan. Sesuatu yang tidak bisa diubah dengan tangan manusia.

Novel ini mengambil latar belakang budaya korea sehingga jangan kaget kalau menemukan beberapa percakapan sarat dengan istilah korea. Tapi jangan khawatir, mbak Okke sudah menyiapkan kamus mini di halaman belakang dan footer ditiap halaman. Jadi kita bisa sekaligus belajar percakapan bahasa Korea. Minimal istilah yang sering kita dengar di korean drama. ^_^



Komentar Penulis:

First of all, saya lumayan kaget melihat cover novel Fate ini berwarna pink. Sangat tak terduga, beneran deh. I have no clue what it's supposed to be karena saya jarang mampir ke blog mba Okke (Orizuka) akhir-akhir ini, jadi nggak tahu design covernya kayak apa. Atau emang nggak pernah di bocorin sama mba Okke ya? Saya lupa, pokoknya saya nggak pernah lihat. Jadi waktu nunggu paket datang saya degdegserr penasaran sama covernya. Yang jelas saya kaget. Untunglah soft pink bukannya shocking pink. Kalau enggak saya bakal shock beneran. Huehehe.

Second of all, terlepas dari warna pink covernya, saya suka sekali dengan design Fate kali ini. Sederhana, nggak banyak design ruwet atau motif. Cuma ada gambar untaian maedeup (kesenian menyimpul korea) dan ada tiga lambang shio kelinci, ular, dan kerbau tergantung di bawahnya. Saya yakin itu gambar strap handphone buatan Dena. Sekaligus merepresentasikan filosofi judul Fate (Nasib) yang menghubungkan seluruh karakter dalam novel ini.

Kemudian, saya senang melihat perbedaan novel kali ini dari novel Orizuka yang sebelumnya. Kalau melihat perbandingan tebal buku dan besar font Fate ini, jelas Fate lebih unggul dalam plot. Ukuran fontnya kecil tapi bukunya tebal, yang artinya cerita dalam novel ini bakalan panjang dan lama. Setelah saya baca ternyata hasilnya seperti yang di harapkan dari novel yang digodok selama dua tahun. Sangat memuaskan!

Plotnya tak bisa di tebak. Ketika pertama kali membaca sinopsisnya saya pikir ending tokohnya bakalan tipikal kayak tokohnya Orizuka di Summer Breeze dan The Truth About Forever (yang udah baca pasti tahu gimana ending para tokohnya), ternyata dugaan saya meleset jauuuh, dan lebih jauuuuuuh lagi ketika saya baca bab terakhir. Alurnya enak, teratur dan runut, di akhir babak ada alur maju-mundur yang ternyata bikin novel ini tambah unik dan saya kagum karena Orizuka berhasil meramu dua masa dengan halus dan nggak terasa kaku.

Kalimat-kalimatnya oke, bukan kalimat padat nan efektif lho, justru percakapannya agak panjang, tapi sangat memuaskan dan nggak bertele-tele. Para tokohnya, seperti biasa, Orizuka piawai sekali menciptakan tokoh dan membuat mereka jadi berkali-kali lipat lebih hidup daripada yang sudah hidup saking detil dan telitinya menjabarkan tiap karakter.

Untuk gaya bahasa Orizuka kali ini berubah lagi dari novel The Truth About Forever. Dalam Fate saya kembali menemukan gaya mba Okke seperti di Miss-J yang sangat saya sukai itu, gaya bahasa semi-baku yang rapi tapi keren itu lho, yg bikin saya jatuh cinta setengah mati untuk pertama kalinya pada penulis Indonesia. Namun sayangnya dalam Fate ini bahasanya lebih baku lagi dan hampir mirip novel terjemahan tapi tetep nggak terasa kaku sama sekali karena alurnya yang menghanyutkan. Bisa di mengerti karena latar belakangnya kan budaya korea dan banyak istilah korea yang ikut mampir jadi kalau mirip terjemahan ya nggak bisa disalahin juga. Semoga lain kali masalah gaya bahasa semi-bakunya di lumerin dikit biar enak dibaca kayak Miss-J ya.

Karakter yang menonjol disini ada 3 orang (Adena, Jang Min Hwan, Jang Min Ho). Tapi saking menonjolnya saya sampai bingung menentukan siapa tokoh utama disini. Mulai dari Dena yang ceroboh dan kehilangan rasa nasionalisme karena sangat korea daripada orang korea. Min Ho yang bijaksana dan memiliki kepribadian yang bikin iri seperti ayahnya dan pandai menyihir Min Hwan agar adiknya percaya bahwa segalanya mungkin. Min Hwan yang punya mulut berbisa tapi hatinya ternyata sangat sensitif, sangat lucu dan charming. Nicole yang cerewet dan baik hati membuat Dena maupun saya sendiri susah membencinya. Bahkan tokoh almarhum Jang Dae Gwan sang ayah pun terlihat hidup dan selamanya berkharisma walau hanya dikisahkan lewat percakapan para tokoh lainnya. Semuanya oke punya kayak nama penulisnya, mba Okke. Haha.

Anehnya, meskipun latar belakang budaya korea dalam novel ini sangat kental, saya sedikit pun nggak merasa dibawa nonton film korea seperti yang saya rasakan saat membaca Summer in Seoul. Entah kenapa, saya malah merasa kisah ini bukan sekedar film lagi, tapi sangaaaat nyata. Seolah olah saya ikut mengalami sendiri dan larut di dalamnya. Bukan sekedar cerita superficial. Yang mana saya yakin bagian dari charmnya mba Okke.

Selain itu untuk pertama kalinya saya merasa puas sekali ketika membaca novel. Fate ini selain plotnya yg oke, alurnya yg runut, dan karakter tokohnya yg tak terlupakan, endingnya yang tak terduga dan tak bisa ditebak, ternyata bisa bikin saya merasakan 'sesuatu' yg beda. Dan pertama kalinya saya merasa lega dan tak ada sebersit pun rasa penasaran atau bertanya-tanya setelah menutup novel. Hal yang jarang sekali, kan?

Karena biasanya setelah baca novel reaksi saya cuma dua. Yang pertama, saking bagusnya atau endingnya ngegantung, saya jadi penasaran dengan nasib tokoh ini atau bertanya-tanya seandainya endingnya begini apa bisa lebih bagus lagi. Yang kedua, kalau novelnya kacangan saya bakalan mencibir habis-habisan karena endingnya sudah ketebak atau plotnya terlalu murahan dan karakternya nggak oke. Tapi nggak terjadi tuh dengan Fate ini. Saya lega dan bener dah.. nggak nemu istilah yang tepat untuk menjelaskan kata ini, nggak ada yang bisa mendekati kata "PUAS" pokoknya.

Untuk itu saya kasih nilai 5,5 dari 5 bintang khusus novel Fate ini. Nicely done mba Okke. Brava, brava!!



Senin, 28 Desember 2009

Invicible City - Kota yang Hilang (The Joshua Files #1)


Judul : The Joshua Files: Invisible City/Kota yang Hilang
Pengarang: M. G. Harris
Penerbit: GPU
Genre: Thriller/Fiksi/Teenlit

Sinopsis (Spoiler!):
Joshua Garcia sang tokoh utama hanyalah remaja berusia 13 tahun yang tiba-tiba mendapatkan kabar saat sedang berlatih Capoeira bahwa ayahnya, Andres Garcia, seorang dosen arkeolog meninggal karena kecelakaan pesawat saat sedang melakukan riset di Meksiko. Yang mengerikan lagi, polisi menyimpulkan bahwa ayahnya dibunuh oleh suami dari wanita selingkuhannya. Hal itu membuat Ibu Joshua shock dan harus masuk rumah sakit. Joshua yang cerdas tidak mau memercayainya begitu saja. Dia yakin ayahnya masih hidup. Selain itu banyak sekali bagian-bagian yg hilang dalam analisis para polisi. Maka ia harus membuktikan bahwa kesimpulan polisi Meksiko salah.

Joshua mulai membuat blog dan menceritakan hasil penyelidikannya sendiri disana. Analisis kejadian pertama dari Joshua Files: Ayahnya diculik para alien! Tentu saja hal itu terdengar kekanak-kanakan. Tapi bukti adanya penampakan UFO di sekitar daerah jatuhnya pesawat ayahnya memperkuat dugaan Joshua. Dan hanya TopShopPrincess, yang aslinya bernama Ollie, seorang pembaca blog setianya yg selalu memberikan komentar pada setiap entri blognya--percaya pada ceritanya mengenai UFO. Mereka bertemu, lalu Ollie yang ternyata berumur 16 tahun itu bersemangat sekali membantunya memecahkan misteri pembunuhan Andres Garcia. Kemudian, bersama Tyler Marks, temannya dari Capoeira mereka mulai mempelajari hieroglif Maya untuk menemukan kota yg hilang.

Dari sana mereka sepakat untuk pergi ke Meksiko bertiga untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai kota yg hilang ini dan mencoba menemui Camilla--wanita yg diisukan sebagai selingkuhan ayahnya. Hanya saja Joshua belum tahu petualangan apa yang menantikan dirinya, Joshua tak tahu tentang Takdirnya.

Sanggupkah Joshua menemukan kota yang hilang dan menyingkap tabir kematian ayahnya?

Komentar Penulis:
Pertama kali saya tertarik dengan Joshua Files: Invisible City karena covernya sangat unik. Pepatah yang paling sering kita dengar, "Don't Judge Book by its Cover." itu tidak ada dalam kamus saya. Katakanlah saya dangkal, tapi saya nggak mau munafik juga. Kesan pertama yang menarik itu perlu! Termasuk sinopsis yg menarik dan endorsement di cover belakang. Kalau selanjutnya ternyata isinya berbeda jauh dengan cover, yah, emang lagi apes ajah. Tapi itu resiko. Dan saya suka ambil resiko.

Kemudian hal kedua yg saya lihat adalah nama pengarangnya. Never heard M.G. Harris before. Tapi nama pengarang terkenal juga bukan jaminan buku bagus, ya kan? Karena semua itu tergantung selera pembaca sukanya jenis cerita semacam apa.

Kalau kamu suka Film Indiana Jones, The Mummy Trilogy, dan Journey to the Center of the Earth? Kisah-kisah berbau advanture-arceology yang seru abis namun tak lupa menyisipkan kisah fiksi sejarah. Suka nggak? Kalau suka, berarti kamu juga akan menyukai Joshua Files: Invicible City ini.

Saya sangat suka dengan ide cerita dari Joshua Files: Invisible City. Sangat menarik dan unik. Mungkin tidak begitu unik bagi sebagian penggemar penikmat fiksi teori konsipirasi dan pernah membaca novel yg bobotnya lebih 'berat' seperti karangan Dan Brown dengan keempat bukunya yg menakjubkan itu (The Da Vinci Code, Angels and Demons, Deception Point, dan Digital Fortess). Well, saya akui Joshua Files: Invisible City ini masih jauh dari itu. Namun yang saya katakan unik disini adalah cerita teori konspirasi ini dikisahkan melalui sudut pandang seorang remaja dan ditujukan untuk young-adults. Joshua Files: Invicible City ini beda! Diantara kumpulan teenlit yg topik utamanya tentang kisah cinta pra-remaja, Joshua Files: Invisible City berdiri tegak dengan cover dan ide cerita unik. Sesuatu yang jarang sekali kita temukan di toko buku, kan?

Selain dari sisi konspirasinya yg melibatkan agen NRO, kelompok/sekte fanatik, dan para suku Mayan sendiri, ada satu hal yg sangat-sangat menarik hati. Fiksi Sejarah suku Maya dan isu global tentang kiamat 2012. Benarkah akan terjadi kiamat pada tanggal 22 Desember 2012? Who knows. Dan disitulah akar permasalahan dari semua kisah petualangan ini. M.G. Harris sukses memuaskan rasa penasaran saya tentang kisah bangsa Maya yg terkenal memiliki peradaban tinggi dan rasa tertarik mereka terhadap astronomi yg besar. Meskipun tidak diceritakan secara mendetail demi keegoisan sisi fiksinya, namun cukuplah sebagai pengantar bagi orang yg awam mengenai keberadaan bangsa Maya serta ramalan.

Dari semua aspek diatas saya tanpa ragu ingin memberikan 5 bintang untuk Joshua Files: Invisible City. Namun sungguh sayang, saat membaca semakin kebelakang saya semakin sesak napas dan hampir saja memaki penulisnya dalam hati karena merasa banyak sekali plot-plot yg hilang atau sengaja disembunyikan. Kata lain ceritanya nanggung. Banyak sekali yang belum selesai, seperti plot gelang Itzamma yg hilang, misteri pembunuhan ayahnya yg belum tuntas, mengapa ada NRO dan sekte fanatik yang sangat bernafsu untuk membunuhnya, dan Ixcel--gadis misterius yg kabur dari rumah. Usut punya usut, ternyata akan ada sekuel dari novel ini yang judulnya Joshua Files: Ice Shock. Can't hardly wait to read this one. Semoga pihak GPU bisa menerbitkannya lebih cepat dari perkiraan saya.

Akhir kata, saya beri total 4 bintang untuk Joshua Files: Invisible City karena novel ini bersambung. Haha.



ETA: Saat saya berkunjung ke Official Blog M.G. Harris, saya menemukan banyak cover novel Joshua Files: Invisible City yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Dan diantara semua cover itu hanya cover dari Indonesia yang paling menarik.






My review of the series:
2. The Joshua Files #2: Ice Shock
3. The Joshua Files #3: Zero Moment

Rabu, 02 September 2009

Seoul Cinderella


Judul : Seoul Cinderella
Pengarang: Lia Indra Andriana
Penerbit: Penerbit Andi
Genre: Fiksi/Chicklit

Novel ke 5 mbak Lia ini berlatar negeri Korea. Novel ini setipe Summer in Seoul yg pernah saya review sebelumnya (kesamaannya cuma dalam latar negeri gingsengnya aja kok).

Sedikit saya beri sinopsis disini (dan semoga nggak nyeleweng hingga jadi spoiler) tentang Seoul Cinderella;

Nia, gadis lulusan sarjana dari Indonesia terpaksa berangkat ke Korea untuk menjadi pembantu rumah tangga yang lebih sering kita sebut TKW. Nia beruntung bisa mendapatkan pekerjaan karena majikannya secara kebetulan sangat menyukai Indonesia, terutama masakannya. Mereka berharap dengan dipekerjakannya Nia yang asli Indonesia, Nia bisa memasak masakan Indonesia untuk keluarga mereka. Tapi, masalahnya Nia sama sekali tidak bisa memasak!!

Konflik menjadi lebih seru ketika majikannya menyuruh Nia untuk pindah ke apartemen Hyun-Jun (adik majikannya yang masih lajang). Hyun-Jun ini setiap hari menyuruh Nia memasak masakan Indonesia. Mulai dari sini pertikaian-pertikaian khas drama korea muncul. Seolah-olah kita disajikan drama korea yang berunsur Indonesia. Wew, gimana sih istilahnya? Intinya kita bisa ngerasain ke-khasan negeri gingseng itu seperti drama korea yang kita tonton di TV. Hanya saja karena ditulis oleh sudut pandang pengarangnya yang asli Indonesia, ya kita jadi akrab deh dengan yang namanya kultur Indonesia.

Namun yang namanya suatu kisah apabila tidak memiliki konflik pasti rasanya bagai sayur tanpa garam. Hambar. Begitulah, meski pun pada bab-bab awal sungguh menghibur dengan cekcok-lucu khas drama Korea, pada akhirnya toh masing-masing tokoh punya masalah mereka sendiri-sendiri yang harus diselesaikan. Mulai dari Hyun-Jun yang di desak kakaknya untuk segera menikah, Nia yang keluarganya bermasalah sehingga ia harus merengek pada Hyun-Jun agar dipinjami uang untuk pulang ke Surabaya hingga pada akhirnya mereka menyadari masalah mereka sama. Yaitu MEREKA HARUS MENIKAH!

Tema yang diangkat Mbak Lia ini sangat ngepop. Tipikal drama korea pada umumnya. Namun justru itulah kelebihannya. Tidak banyak pengarang kita yang mengambil latar negeri gingseng ini padahal Indonesia sudah dilanda Korean Wave sejak tahun 2000. Sehingga Seoul Cinderella memiliki daya tarik yang berbeda.

Selain ide cerita yang ngepop dan asyik, novel ini dipenuhi oleh istilah-istilah Korea seperti yang sering kita dengar macam "Ajushi - Paman"; "Soju - Sake Korea"; "Onni - Kakak perempuan"; "Yoboseyo - Sapaan saat menelepon"; "Jinja? - Benarkah?", dst. Kita jadi bisa belajar bahasa korea deh..

Untuk gaya penulisan pun saya suka banget. Dengan penggunaan kalimat semi-EYD seperti novel terjemahan namun tidak terkesan kaku sama sekali. Gaya tulis rapi-semi-EYD-mirip-novel-terjemahan ini sedikit sekali saya temukan dalam novel karangan anak bangsa. Cuma ada satu pengarang (malah, dia pengarang pertama yang saya kenal karena gaya penulisan ini selain mbak Lia), yang membuat saya ih-wow karena gaya penulisannya yang keren abis. Yaitu mbak Okke Rizka, pengarang Miss-J dan The truth About Fforever.

Saya bilang mirip tapi bukan berarti persis. Mereka setipe tapi tak sama. Yang setipe kan cuma gaya tulis semi-EYDnya doang. Gaya bahasanya udah beda lagi dooong... tiap orang punya ciri khasnya masing-masing yang jadi kelebihan mereka XD

Bisa dibilang gaya penulisan mbak Lia ini bagus banget. Dibandingkan Summer in Seoul, pembawaan mbak Lia lebih oke karena lebih smooth dan nggak patah-patah kayak Summer in Seoul. Saya jauh lebih mudengngeh dalam sekali baca Seoul Cinderella. Hal yang tidak saya rasakan saat membaca Summer in Seoul. Mungkin karena mbak Lia lebih sukses dalam mengasimilasi unsur Indonesia dengan Korea sehingga rasanya kayak gado-gado asli Indonesia. Joss! dan

Novel ini ditujukan bagi pembaca yang suka dengan All-About-Korea atau siapa pun yang menyukai kisah ngepop tapi nggak asal pop karena latar kisahnya yang ih-wow. Nggak terlalu berat buat remaja juga nggak bisa disebut ringan buat pecinta chiclit.

Akhir kata, novel ini sangat menghibur dan dapat memuaskan para korban Korean Wave yang pemimpi ini *tunjuk diri sendiri*
Kalau saya bisa segini excitednya, apalagi kalian ;)

Ayo buruan baca sendiri!

Senin, 16 Februari 2009

All American Girl

Judul: All-American Girl (Pahlawan Amerika)
Pengarang: Meg Cabot
Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani
ISBN: 979-22-0982-4
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama



Sinopsis (Spoiler!):
Samantha merasa dirinya gadis yang biasa saja. Dia anak tengah dari tiga bersaudari. Kakak perempuannya, Lucy, adalah ketua tim cheerleaders yang sangat cantik dan populer. Sedangkan adiknya, Rebecca adalah gadis dengan kejeniusan setara profesor berumur 40 tahun dan sekolah di tempat khusus anak-anak jenius. Dibandingkan dengan segala kelebihan kedua saudarinya, Sam merasa dia anak paling biasa dan tidak memakan banyak biaya hidup. Lucy, jelas, butuh banyak pengeluaran untuk mempertahankan status populernya. Sedangkan Rebecca, biaya laboratoriumnya saja setara dengan penghasilan kotor negara kecil. Jadi, Sam ingin memberontak. Ia mencelupkan seluruh pakainnya ke dalam cat warna pakaian hitam sebagai bentuk keprihatinannya akan nasib generasinya. Selain penampilan gothicnya, Samantha juga diam-diam naksir, Jack, pacar Lucy. Tapi, diatas itu semua, masalah sebenarnya ada pada les menggambar.

Samantha Madison tertangkap basah menjual gambar-gambar artis yang ia buat di kelas bahasa jerman. Orang tuanya kemudian berpikir bahwa bakat Sam harus disalurkan supaya nilai bahasa jermannya tidak jeblok. Kemudian Sam di daftarkan ke tempat les menggambar milik seniman terkenal, Susan Boone. Sam berpendapat Susan Boone tampak seperti ratu peri pada pertemuan pertama mereka tapi ternyata tidak mirip sama sekali. Pelajaran menggambar pertamanya berlangsung sangat buruk. Well, disana dia ketemu cowok keren bernama David, tapi tetap saja, Sam yang sensitif itu merasa tidak betah. Pasalnya, menurut Susan, Sam menggambar dengan apa yang ia tahu dan bukan apa yang ia lihat. Sam yang tidak mengerti merasa tersinggung karena kreativitasnya di kekang. Akhirnya, menuruti saran dari Jack, pacar Lucy, Sam memberontak dengan cara memboikot dari les menggambar. Jadi, ketika Theresa, pembantu rumah tangga, menurunkan Sam di depan tempat les, Sam tidak segera masuk tapi malah menuju Capitol Cookies, tempat yang menjual kue-kue lezat dan murah dan kemudian bersembunyi di toko musik sampai jam les berakhir.

Di dalam toko musik, Sam bertemu dengan orang aneh, bernama Billy Joel, yang memutar lagu berjudul “Uptown Girl” berkali-kali. Kemudian, saat Sam keluar dari toko musik dan berdiri di depan Capitol Cookies untuk menunggu jemputan, ada konvoi mobil kepresidenan berhenti tepat di depannya. Rupanya Presiden Amerika Serikat suka dengan kue-kue yang dijual di Capitol Cookies. Saat Presiden memasuki toko kue itu, Mr. Uptown Girl, atau Billy Joel, mulai merogoh jas hujannya yang ternyata berisi pistol panjang yang kemudian akan digunakan untuk menembak Presiden saat beliau keluar dari Capitol Cookies. Sam, tanpa pikir panjang, segera menerjang punggung Mr. Uptown Girl dan sialnya Mr. Uptown Girl itu malah jatuh menindihnya, akibatnya, pergelangan tangan Sam retak. Namun, yang paling penting adalah Presiden baik-baik saja.

Keesokan harinya, saat Sam terbangun di kamar rumah sakit, tiba-tiba saja ia kedatangan puluhan bingkisan berupa karangan bunga dan boneka dari orang-orang penting di seluruh dunia karena telah menyelamatkan Presiden. Lalu, banyak orang jadi memujanya dan menyebutnya sebagai pahlawan. Dia punya penggemar dan paparazi mulai membuntutinya kemana-mana. Bahkan, Presiden beserta istri dan anaknya mengundangnya makan malam di Istana negara secara pribadi dan mengangkatnya sebagai Duta Remaja PBB. Yang lebih heboh dari itu semua, anak Mr. Presiden ternyata David yang jadi teman sekelasnya dalam les menggambar. Lebih parah lagi, cewek-cewek populer yang ia benci, terutama Kris Parks, mulai bermanis ria di depannya karena mau numpang beken. Bahkan, sahabatnya, Catherine yang tidak pernah memakai rok di atas lutut mulai berpacaran dan ingin pergi ke pesta anak-anak populer.

Sam diundang ke pesta Kris Parks, Sam tidak mau pergi tapi, Catherine memaksanya ikut karena Paul, pacar baru Catherine, mengira Catherine anak populer, lagipula Catherine penasaran bagaimana rasanya pergi ke pesta anak populer. Sam, dengan terpaksa, mengajak David untuk pergi bersamanya ke pesta itu. Gara-gara Lucy, semua anak mengira Sam berpacaran dengan David dan akan mengajak putra persiden itu ke pesta Kris Parks. Lagipula, Sam juga ingin membuat Jack, pacar Lucy cemburu. Entah bagaimana David menyadari niat Sam yang sesungguhnya dan dengan kecewa berkata, “Kupikir kau berbeda dari cewek-cewek lain.”

Sebagai duta remaja PBB, Sam punya tugas sendiri. Ia akan menjadi juri dari kontes lukisan yang bertemakan “Dari jendelaku” dimana para remaja di seluruh dunia boleh berpartisipasi dan melukis apa yang ada di balik jendela mereka. Sam menyukai lukisan Maria-Sanchez yang sedikit kontroversial tapi sangat realistis, namun Mr. Presiden menentangnya. Sam jadi bingung, hubungannya dengan David maupun Mr. Presiden sama-sama memburuk. Dan hal yang terpikirkan olehnya adalah menggunakan haknya sebagai rakyat yang bebas berpendapat. Ia mengumumkan di TV Nasional bahwa Mr. Presiden tidak setuju untuk memenangkan lukisan Maria-Sanchez sekaligus menyatakan perasaan sukanya pada David.


-okeyzz-

Minggu, 11 Januari 2009

ga-gi-gu giGi


Judul : ga-gi-gu giGi
Pengarang : Lia Indra Andriana
Penerbit : Gradien Mediatama
Tahun terbit: 2008
Sinopsis :

FKG (Fakultas Keliling Gang). Pernah dengar istilah itu? Well, yang pertama terlintas dipikiran saya sudah pasti Falkutas Kedokteran Gigi. Tapi di buku ga-gi-gu giGi ini dijelaskan arti lainnya dari FKG (Fakultas Keliling Gang). Mahasiswinya juga mahasiswi FKG (Fakultas Kedokteran Gigi). Lho kok bisa? Bisa saja. Buktinya dalam ga-gi-gu giGi ini dibahas bagaimana mahasiswi yang sedang dalam tahap meraih gelar ‘drg’ menjadi mahasiswi yang suka keliling gang. Sejarahnya juga nggak singkat untuk menuju gelar menjadi Fakultas-Keliling-Gang. FKG yang awalnya memang Falkutas-Kedokteran-Gigi sempat menjadi Fakultas-Kebanyakan-Gadis lantaran dalam statistik mahasiswanya kebanyakan ditemukan makhluk berkelamin cewek, namun bagaimana bisa berubah jadi Fakultas-Keliling-Gang?

Ceritanya, untuk melakukan praktek, mereka harus punya bahan percobaan. Karena yang namanya dokter itu sudah pasti berhubungan dengan makhluk hidup, mereka juga butuh bahan percobaan yang hidup. Manusia. Uwo, untuk mendapatkan pasien mereka harus nyari sendiri. Nah, gimana cara menjaring pasien? Satu-satunya cara ya dengan keliling gang untuk nyari pasien. Itulah asal muasal mereka berubah julukan menjadi mahasiswi Fakultas-Keliling-Gang.

Dunia kedokteran—terutama FKG—sekarang semakin bertambah maju. Mereka tidak saja sanggup membedah mulut, menggergaji rahang, mengebor gigi, sampai nge-bleaching gigi kayak di salon-salon nge-bleaching rambut pelanggan, mereka mulai merambah dunia perdukunan. Sejauh yang saya tahu, saya ke dokter gigi Cuma buat cabut gigi dan masang behel. Tapi sumpah, seumur-umur saya baru tahu kalau kedokteran gigi mengajarkan pada siswa mereka mengenai pengetahuan susuk. Oke, jangan berburuk sangka dulu mengira FKG melakukan hal yang ghaib, kabarnya... sst.. kita bisa tahu orang pake susuk atau enggak lewat gigi mereka. Nggak percaya? Coba deh tanya sama dokter gigi langganan kalian. Wow... nggak nyangka kan kalau kedokteran gigi saat ini sudah menerbangkan sayapnya sejauh itu? ck, ck.

Ga-gi-gu giGi juga mengisahkan bagaimana para mahasiswa seringkali di beri banyak pertanyaan oleh senior PPDGS (dokter yang kuliah untuk mendapatkan gelar spesialis Bedah Mulut) sebelum mereka di perbolehkan mencabut gigi pasien klinik dan seringkali mahasiswa yang lupa—atau nggak tahu—jawabannya akhirnya memberikan jawaban konyol bin gokil dengan tampang serius dan sangat meyakinkan—padahal terang-terangan salah—hanya agar tidak jatuh pamor.

Ah, satu yang paling berkesan di antara kisah-kisah dalam ga-gi-gu giGi ini. Alkisah ada seorang bapak-bapak jadi pasien di klinik FKG ingin menyabut gigi belakangnya. Mulai dari mahasiswa tingkat tiga, kemudian di gantikan PPDGS karena nggak sanggup nyabut, sampai PPDGS nyuruh juniornya yang lain menggantikannya mencabut gigi, sungguh—anehnya—gigi itu tetap betah nangkring di gusi. Ternyata, di dalam gigi bapak itu ada jimatnya!

Kalau mau nyabut gigi, yang kita lakukan biasanya apa? Pergi ke puskesmas atau ke rumah sakit. Yang sudah punya langganan biasanya langsung datang ke tempat praktek dokter. Yang deket klinik FKG, pasti mampir kesana dong. Yang biasanya saya lakukan kalau sakit gigi atau mau nyabut gigi pasti segera ambil SIM lalu tancap gas sendirian ke tempat praktek dokter gigi langganan (kalau zamannya SD, izin keluar sekolah pas jam istirahat trus sambil ngontel sepeda atau naik becak—dengan mengorbankan uang jajan—langsung jalan ke puskesmas deket kecamatan).

Nah, kebayang nggak apa yang dilakukan oleh para dokter/calon dokter ini? Pernah kebayang nggak apa yang ada di pikiran dokter/calon dokter ini saat akan berinteraksi dengan calon pasiennya? Kalau nggak baca ga-gi-gu giGi ini saya pasti nggak akan tahu kalau mahasiswa FKG menganggapnya sebagai MEDAN PERANG. Mereka ini punya strategi untuk para pasiennya. Mulai dari menyiapkan lokasi medan perang mengategorikan siapa lawan siapa kawan siapa sekutu, menentukan kriteria pemenang, mengasah senjata yang digunakan, jadwal kerjasama dengan sekutu, meneliti jadwal tugas musuh, sampai jadwal perang. Semua sudah diatur sesempurna mungkin. Gila!

Mau tahu lebih lanjut?

Ga-gi-gu giGi merupakan karya non-fiksi pertama dari mbak Lia. Mbak Lia sebagai mahasiswi FKG dengan sangat berani telah membeberkan fakta. Fakta dibalik perdukunan gigi. Semua kisah-kisah mbak Lia sebagai mahasiswi FKG (bersama kawan-kawan) di rangkum dan diceritakan dengan gaya bahasa yang lucu nan gokil. Mbak Lia nggak ragu untuk menulis dengan bahasa gaul, penuh istilah anak muda dan tidak terpaku pada EYD seperti cerpennya yang biasa. Justru di sinilah kelebihannya. Pembaca bisa mudah terbawa suasana gokilnya mbak Lia dan dapat membayangkan bagaimana lucunya saat kejadian itu benar-benar terjadi. Dijamin nggak akan bosen deh bacanya. Gaya bahasa mbak Lia ngalir dan bikin nggak inget waktu.

Ga-gi-gu giGi ini juga makin meriah dengan tambahan ilustrasi pada tiap babnya. Yang paling menonjol dan jadi favorit saya adalah ilustrasi pada bab dua yang berjudul GIMME YOUR S**T, PLEASE! Simple sih. Cuma gambar pintu yang dilabelin papan TOILET. Namun tulisan-tulisan yang di taruh di sekeliling gambar itu yang bikin saya suka. Terutama tulisan yang di tulis—seolah—diatas kertas tepat di bawah label papan TOILET tadi. Tulisannya bikin ngakak—atau minimal nyengir dah bagi yang nggak punya selera humor—karena isinya.. umm.. tulisannya: YANG MAU MENGELUARKAN E’EK HARAP TINGGALKAN PESAN, PELASEE... THX. Ugh, yang belum baca jalan ceritanya pasti nggak ngerti dimana lucunya.

Selain ilustrasi-ilustrasi lucu itu, setiap babnya pasti disisipkan juga humor gigi:


TRIK NGUSIR PASIEN
Dokter: Bisa tolong saya, Pak? Saya ingin Anda berteriak ketakutan sehisteris mungkin.
Pasien: Lho, kenapa? Saya kan baik-baik saja.
Dokter: Begini Pak, diruang tunggu masih ada 10 orang pasien, sementara saya tidak mau ketinggalan menonton siaran langsung Piala Eropa sepuluh menit lagi
—credit to ga-gi-gu giGi


Patut diacungi jempol karya mbak Lia yang satu ini karena keberaniannya mengungkapkan fakta dibalik FKG yang—percaya nggak percaya—super gokil. Ada satu-dua kisah pernah saya baca di blog mbak Lia, namun, yang saya kagumi adalah mbak Lia tidak jaim baik dalam cara menceritakannya maupun kisahnya sendiri. Dan dengan caranya sendiri, hal-hal yang tampak biasa bisa jadi lucu di ga-gi-gu giGi. Sukses terus buat mbak Lia ;)

-okeyzz-

Kamis, 11 Desember 2008

Winter in Tokyo

Judul : Winter in Tokyo
Pengarang : Ilana Tan
Penerbit : GPU
Tahun: 2008
Jumlah Hlm: 313
ISBN: 9789792239836

Sinopsis

Ishida Keiko, blasteran Indonesia-Jepang yang tinggal di sebuah apartemen kecil dua lantai di pinggiran Tokyo mendadak kedatangan tetangga baru. Nishimura Kazuto, nama tetangga baru itu. Dia kembali ke Tokyo setelah 10 tahun lamanya tinggal di Amerika dan tidak pernah pulang ke Jepang. Alasan kepulangannya satu, untuk melupakan Yuri—sahabat, tetangga, dan wanita yang dicintainya—yang akan menikah dengan sahabatnya sendiri. Perlahan, Keiko mulai akrab dengan Kazuto. Apartemen mereka yang berhadapan, semakin mempererat hubungan keduanya.

Keduanya tidak sadar ketika cinta perlahan menelusup di hati. Keiko yang masih terbayang akan cinta pertamanya, Kitano Akira, mencoba memungkiri perasaannya. Apalagi setelah ia pada akhirnya bertemu dengan Kitano Akira yang sesungguhnya. Seolah melupakan Kazuto, Keiko terbuai dalam angannya sendiri. Kazuto di pihak lain, lebih ekspresif, mengingat pekerjaannya sebagai street photografer, ia lebih cepat menyadari perasaannya terhadap Keiko. Fokus kameranya selalu membidik sosok Keiko. Mengejar sosok Keiko, dan frustasi karena Keiko tidak pernah bisa melihatnya. Semua berjalan begitu salah.

Kemudian, Kazuto kehilangan ingatan. Meninggalkan lubang besar dalam dadanya. Ia masih bisa mengingat hingga hari sebelum kepulangannya ke Tokyo—saat ia masih di Amerika. Celakanya ia melupakan bagian terbaik kenangannya selama sebulan di Tokyo. Saat itulah Keiko menyadari bagaimana perasaannya terhadap Kazuto. Ia merasa begitu kehilangan. Dan sangat sakit hati ketika Yuri datang ke Jepang. Namun perasaan tidak bisa bohong. Kendati lupa akan kenangannya bersama Keiko, Kazuto tetap jatuh ke dalam perangkap cinta yang sama. Ia sekali lagi jatuh cinta pada Keiko. Namun, Kazuto tidak bisa berkutik ketika hubungan Keiko dengan Kitano Akira semakin intim. Semua terasa begitu salah. Bagaimana takdir bisa mempermainkan keduanya sedemikian rupa?

Review

Hai. Saya kembali dengan karya Ilana Tan. Pernah denger Summer in Seoul? Autumn in Paris? Yup, itu karangan Ilana Tan. Kali ini Ilana Tan kembali mengeluarkan bukunya yang berjudul Winter in Tokyo. Hampir lengkap lho. Kita hitung aja, sudah ada tiga buku bertemakan masing-masing musim. Winter, Autumn, Summer. and next on, saya yakin judulnya bakalan Spring in Somewhere. Hohoho... Nggak perlu orang jenius untuk nebak, ya kan? 

Sebelumnya saya sudah pernah mengulas sedikit mengenai Summer in Seoul (klik untuk membaca reviewnya). Buku pertama atau keduanya mbak Ilana ya? Yah, pokoknya saya melewatkan Autumn in Paris karena belum sempet aja. Dan ketika saya menemukan ada Winter in Tokyo nganggur di rentalan, langsung saya ambil deh. Berikutnya, ketika saya membaca, saya agak sedikit menyesal karena tokoh dalam novel ini masih memiliki sedikit korelasi dengan buku sebelumnya (Autumn in Paris, red). Tapi semoga tidak begitu banyak karena saya akan merasa sangat bersalah telah melompati urutan.

Dalam Winter in Tokyo, ceritanya bersetting di Tokyo. Sama seperti Summer in Seoul, tokoh wanitanya dibuat sebagai seorang gadis blasteran Indonesia (mungkin hal yang juga sama terjadi dalam Autumn in Paris). Winter in Tokyo menggunakan sudut pandang pengarang sebagai orang ketiga seperti novel Summer in Seoul. Setiap karakter memiliki pemikirannya sendiri. Istilahnya, apa yah. Saya sendiri kurang tahu mengenai istilah seperti ini. 

Masing-masing tokoh diberi kesempatan untuk mengekspresikan pikirannya namun Ilana Tan tetap menggunakan sudut pandang pengarang sebagai orang ketiga. Gaya bahasa Ilana Tan dalam Winter in Tokyo ini mirip novel terjemahan. Kata-kata baku dan kalimat khas novel terjemahan. Tidak memiliki ciri khas seperti Andrea Hirata dengan tetralogi Laskar Pelanginya atau ciri khas penulis-penulis teenlit yang menggunakan bahasa sehari-hari. Tapi, alurnya enak diikuti. Ide ceritanya menarik. Setting yang lain dari novel produk negeri kebanyakan. Dan saya sekali lagi jatuh cinta pada karya Ilana Tan. Dan lebih dari itu semua, saya sangat suka dengan penuturan kisah menggunakan kalimat baku yang terstruktur. Entah kenapa, walau saya juga menikmati teenlit, saya agak kurang sreg dengan gaya bahasa tanpa EYD itu. Poin plus buat Ilana Tan dari saya.

Meski begitu, tidak dapat dipungkiri, penokohan Ilana Tan dalam Winter in Tokyo kali ini, walau pun lebih baik dari penokohan dalam Summer in Seoul, saya rasa masih kurang kuat. Karakter seorang Keiko yang memiliki imajinasi berlebihan hingga menimbulkan kecemasan cukup kuat, namun lainnya itu saya merasa semua tokoh serupa tapi tak sama. Cuma samar. Tidak ada yang membekas di hati. Profil Kazuto—dari segi fisik—juga tidak jelas, berapa tingginya, warna kulitnya, ciri khas fisiknya (apakah bercodet, memiliki lesung pipi, tampan, bermata coklat, dsb) tidak di deskripsikan Ilana Tan dengan baik. Begitu juga dengan penggambaran dari sisi fisik tokoh lainnya. Memang Ilana Tan memberi gambaran mengenai warna rambut, mata lebar, dan sebagainya, tapi saya merasa masih ngambang (maksudnya kurang kuat dan tidak berkesan). Jadi saya hanya melihat cetak samar abu-abu pada gambaran tokoh lain selain Keiko. Hanya sekedar serentetan nama dan sosok kabur saja.

Ide cerita Ilana Tan selalu menarik. Hanya saja kurang di gali lebih dalam. Pernah tidak membaca novel yang saking dalamnya penulis menceritakan alurnya dengan kata-kata yang tepat, hati kita meringis bagai di peras dan ingin menangis? Well, saya pernah. Tidak perlu saya sebutkan judulnya apa saja. yang pasti, ketika saya baca, saya langsung tenggelam dan dapat menyelemai karakter tokoh. Bagaimana perasaan saya teriris, hancur, terenyuh pada saat yang bersamaan saat membacanya. Hingga butiran air mata merembes dan jatuh dari pelupuk. Padahal dari segi cerita biasa saja, katakanlah umum. Tapi pengarang mampu mendeskripsikannya sedemikian rupa hingga mampu membawa pembaca menyelami perasaan tokoh itu. Saya rasa, pengarang yang bisa melakukan itu (menghanyutkan perasaan pembaca, red) sudah pasti pengarang yang hebat sekali. Semoga Ilana Tan bisa lebih baik lagi dan mampu membuat saya terhanyut dalam novel berikutnya. Karena saya sangat suka dengan karangan Ilana Tan. :D

Winter in Tokyo ini saya beri tiga bintang dari lima bintang. Untuk pembaca yang lain, jika ingin mengetahui apakah Mbak Ilana Tan mampu membawa Anda menyelam ke dalam tokohnya, silakan baca sendiri bukunya. Hehehe..

-okeyzz-

Senin, 01 Desember 2008

Kung Pao Chicken Love


Judul Buku : Kung Pao Chicken Love
Pengarang : La Mian
Kategori : Comedy-Romance
Penerbit : Escaeva


Lena bekerja di Bank Asia Raya bagian External Relations bete sama yang namanya Erick Wang konsultan dari PowerLink perusahaan IT di kantornya. Sejak awal Lena bete banget sama Erick karena dicuekin waktu pesta perkawinan. Erick Wang wajahnya mirip sama Wang Lee Hom, host-nya MTV Asia. Bagi Lena, biar gantengnya ampun-ampun, kalau nyebelin seperti itu, jadi merah semua nilainya. Yang bikin Lena tambah bete, gara-gara Erick pula Lena harus dapet jahitan sepanjang 4 cm di alis kirinya.

Tapi, waktu Erick sakit, Lena jadi kalang kabut. Sibuk nyari nomer handphone Erick tapi nggak lengkap. Akhirnya, Lena nekat ngirim sms acak ke nomer-nomer tersebut. Balesannya macem-macem dari yang sopan sampe yang kurang ajar. Giliran Erick yang “sebenarnya” telepon, Lena terlanjur dongkol langsung membentak Erick. Aduuh.. Lena malu banget. Moga-moga Erick nggak nyimpen nomernya.

Lena punya secret admirer yang rajin ngirimin dia bingkisan2 unik. Salah satunya CD album Nan Quan Mama yang susah banget ngedapetinnya di Indonesia, sampai harus ngimpor dari luar di meja kantor setiap pagi dengan inisial EW. Mungkinkah Erick Wang? Lena penasaran, dengan modal nekat, Lena membalas kebaikan Erick dengan mengirim bingkisan serta kartu ucapan dikirim tiap pagi ke ruang kerja Erick. Tepat jam 9 malam Lena rajin ngirim sms khusus ke salah satu program radio yang menggunakan Bahasa Mandarin spesial buat Erick. Sejak itu Erick sering bengong dan nggak konsen sama pekerjaan, belakangan Lena tahu kalau Erick sering nanyain dia. Erick cinta Lena.

Mas Dika nembak Lena. Mas Dika itu sobat Lena. Selalu ada kalau Lena butuh. Lena takut setelah ini semua bakalan beda. Lena terlanjur jatuh cinta pada Erick, Mas Dika ditolak. Kasian sebenernya, mana pernah Mas Dika ditolak cewek. Mas Dika kan playboy tulen, kualat mungkin. Ironisnya cewek yang pertama kali nolak itu Lena, sobatnya.

Lena shock, jadi dia ambil cuti seminggu. Selama 3 hari cuti Lena berusaha menghindar dari yang namanya telepon. Lena bener-bener mengisolasi diri. Gara-gara itu Lena nggak tahu kalau Erick udah pulang ke Taipei. Untung Mas Dika baik hati. Mas Dika meyakinkan Lena agar menyusul ke Taipei selama sisa cuti yang tinggal 4 hari itu. Bahkan Mas Dika ikutan ambil cuti cuma untuk ngurus paspor dan tiket keberangkatan ke Taipeinya Lena.

Sesampainya di Taipei, Lena dijemput sepupu Erick dan bukannya Erick. Lena kaget banget mengetahui Erick berasal dari keluarga mafia yang disegani di Taiwan. Dari diculik musuh keluarga Wang sampai diperkenalkan sebagai Erxi (menantu wanita) di hadapan seluruh klan. What!!

Novel ini seru banget. Dalam penulisannya diselipkan kalimat2 luar, mandarin dan inggris dengan halus, jadi pembaca lebih enjoy dan nggak merusak gaya bahasa dan jalan cerita secara keseluruhan, bahkan jadi ciri khas La Mian. Setiap bab baru diselipkan penggalan kalimat dari film. Di bab 2 diselipkan kalimat: ”…..bahkan Tuhan pun tidak bisa membantumu!(dari film korea My Tutor Friend)” dan dari bab 6: seharusnya cerita ini happy ending (dari film korea A Perfect Match).

Kalimat-kalimat yg diselipkan per bab ini mirip garnish (bener nggak ya ngetiknya?). Mempercantik deh pokoknya. Ah nggak jelas banget ya?

Kalau minjem istilahnya Lena sih, cerita ini kayak Kung Pao Chicken. Rasanya pedes, panas, manis, tapi ada pahit dan asemnya juga. Campur aduk, seru!!

Dan sekali lagi, review saya ditemukan oleh pengarangnya ((Seperti kasus Bayi Biang Kerok lalu)). Kalo males liat linknya, saya post disini aja komennya. Komen simple tapi bikin saya senang norak juga. Hehehe...



thanks alot udah bikin review buku saya..

Arigatou!!


((dari soranalala




Kyaaaaaa >.< style="font-style: italic;">-okeyzz-

Label

#LERB (7) 19-Nineteen (2) 49 Days (23) A Gentleman’s Dignity (1) Action (8) Adventure (19) Agen Bola PENIPU (1) Agoeng Nadh (1) Ajip Rosidi (1) Aliens (3) Amanda Ashby (1) Amore (3) Antivirus (3) Apocalyptic (9) Arang and the Magistrate (1) Astrid Zeng (3) Baby Faced Beauty (4) Baca blogspot (3) Baca Cerita Drama korea (34) BBI (8) Behind The Scene 49 Days (15) Behind the scene Marry me mary (1) Belanda (1) berita (4) BIG (5) Biografi (1) Books in English Challenge (4) C REAL (1) C-Real (1) can you hear my heart (5) Cerita Abunawas (8) Challenge (7) Character Thursday (1) Cheat Lost Saga (5) Cheat PB (1) Chicklit (2) Childrens (3) China (2) chit-chat (9) Choi Daniel (1) Choi Min Ho (1) Chris Dyer (1) Christina Tirta (1) City Hunter (16) Classic (5) Competition (2) Contemporary (6) Contest (2) Crissy Calhoun (1) Cultural (7) Daftar isi (1) Daniel Choi (1) Death (3) Delirium (1) Djokolelono (1) download (9) Download Film (1) Download IDM Terbaru (1) Download Kpop (3) Dr. Jin (1) Drama (8) Dream High (4) Dream High 2 (7) Dystopia (11) Earthsea Cycle (1) Eugene (2) Eun Jung (1) EXO (1) Fairies (1) Family (2) Fantasy (27) Feby Indirani (1) Film baru (1) Flower Boy Ramyun Shop (5) Flower Boy Ramyun Shop cute teaser (2) Francisca Todi (1) Gado - Gado (5) gambar lucu (1) game (1) game hp (2) Gayle Forman (2) Giveaway (8) Glorius Jae In (1) Glory for Jane (1) Golok Pembunuh Naga (5) Goo Hara (2) Goo Hye Sun (1) Goodbye Miss Ripley (2) Han Hyo Joo (1) Hanakimi korea (3) Header (3) Heartstrings (48) Heartstrings behind the scene (9) High Kick 2 (1) High Quality Dream High 2 (6) Historical Fiction (4) Holocaust (2) Horror (2) Humor (7) Hunger Games (7) Hyorin (1) If I Stay (2) Ika Natassa (3) Ilana Tan (3) Im Joo-hwan (1) indehost (2) Indonesia (16) info (3) IU (9) James Patterson (1) Jane Austen (1) Jang Geun-suk (5) Jang Nara (1) Jepang (2) Jiyeon (3) Jo Hyun Jae (4) John Boyne (1) Jules Verne (1) Jung Il Woo (12) Jung Yong Hwa (1) Jung Youn Hwa (3) Just-For-Fun-RC (2) Karla M. Nashar (1) Ken Grimwood (1) Kim So Eun (3) Kim Soo Hyun (1) Kimi ni todoke/From Me To You (1) kontes Seo (7) Korea (6) Korean Movie (2) Krystal (1) Kunci Jawaban (1) L.J. Smith (2) La Mian (1) Lauren Oliver (1) Lee Jin Ki (3) Lee min ho (11) Lee Yo won (2) Lia Indra Andriana (5) Lie To Me (26) Lorien Legacies (2) Love rain (1) lucu (3) M.G. Harris (2) Maggie Tiojakin (1) Magic (3) Man of Honor (2) Man of Honor ost (3) Marc Levy (1) Marry me Mary (2) Mary Kay Andrews (1) Mary Rodgers (1) Mason Moon (1) Me too flower (1) Meg Cabot (1) Metropop (8) Moammar Emka (1) Moon Geun Young (6) Music (3) My Princess (1) Mystery (5) Myth (2) Myung Wol the Spy (1) Name In A Book Challenge (6) Naruto shippuden (5) Ninit Yunita (1) Non-Fiction (7) Olahraga (4) Onew (31) Operation Proposal (9) Operation Proposal Episode (2) Orizuka (2) Ost 49 Days (4) Ost City Hunter (5) Ost Dream High 2 (9) Ost flower boy ramyun (3) Ost Heartstrings (17) Ost Lie To Me (8) ost poseidon (3) Paranormal (10) Park Min Young (6) Park Shin Hye (5) Penerbit Andi (1) Penerbit Atria (1) Penerbit Authorized Books (1) Penerbit Avon Books (1) Penerbit Bentang (1) Penerbit Buku Katta (1) Penerbit Bukune (1) Penerbit Elex Media Komputindo (1) Penerbit Escaeva (1) Penerbit Gagas Media (4) Penerbit Gradien Mediatama (3) Penerbit Gramedia (27) Penerbit HarperCollins (2) Penerbit Haru (3) Penerbit Mahda Books (1) Penerbit Matahati (3) Penerbit Mizan (6) Penerbit Nulisbuku (1) Penerbit Pustaka Jaya (1) Penerbit Qanita (1) Penerbit Scholastic (1) Penerbit Serambi (2) Penerbit Terakota (1) Penerbit Ufuk Press (2) Perancis (2) Pittacus Lore (3) Poseidon (11) Prediksi Skor (2) Pretty Little Liars (1) Preview Dream High 2 (4) Princess Man (1) PROFILE PEMAIN BOYS BEFORE FLOWERS (1) Queen In-hyun’s Man. (4) Raja gombaL (1) Retni SB (1) Ripley (2) Romance (51) Rooftop Prince (3) Running Man episode (2) Salamander Guru and the Shadows (2) Sara Shepard (1) Scene City Hunter (3) Science Fiction (19) Scott Westerfeld (3) Sherlock SHINee (6) SHINee (1) Short Stories (4) Simone Elkeles (1) Sinopsi Man of Honor (1) sinopsis (70) Sinopsis 19-Nineteen (2) Sinopsis 49 days (2) Sinopsis Dream High 2 (14) Sinopsis Flower Boy Ramyun Shop (24) Sinopsis Heartstrings (26) Sinopsis Lie To Me (17) Sinopsis Man of Honor (14) Sinopsis Operation Proposal (2) Sinopsis Poseidon (2) Sinopsis The Musical (1) smadav 90 pro (1) software (9) Song Ji Hyo (1) Song Joong Ki (1) Stefiani E. I. (1) sub indo (2) Supernatural (8) Suzanne Collins (7) Suzy (1) Taiwan (1) Tatiana De Rosnay (1) Teaser Tuesdays (10) Teenlit (2) tempat add bookmark (1) The Avengers 2012 (1) The Greatest Love (1) The Joshua Files (2) The Moon That Embraces The Sun episode (14) The Musical (1) The Thorn Birds episode (25) The Vampire Diaries (3) Threes Emir (1) Thriller (4) Time Travel (2) Tips SEO (1) tips trick (7) To liong to (4) Travelogue (5) uang (1) Uglies (3) Ursula K. Le Guin (1) US (27) Vampires (3) Virginia Novita (1) W. Somerset Maugham (2) War (2) Warrior Baek Dong Soo (8) Warrior Baek Dong Soo ost (2) web hosting (1) what' up (1) Widget Blog (1) Windy Ariestanty (1) Wishful Wednesday (2) Won Bin (1) Wooyoung (1) Yoo Seung ho (5) Yoon Eun Hye (2) Yoon Shi Yoon (1) Yoona SNSD (1) You are into me (1) You fell in love with me (1) You Have Fallen For Me (1) Young Adult (37) Yudhi Herwibowo (1) Zodiak (1)
 

Gudang Sinopsis Drama Korea Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger