Warung Bebas

Senin, 13 Februari 2012

Cerita The Thorn Birds episode 10

Lee Ae Rin menatap Jung Eun yang gugup dan bertanya: “Apa mungkin Han Yoo Kyung?” Jung Eun hanya bisa menangis. Lalu mereka mendengar tangis bayi, Lee Ae Rin meminta Jung Eun untuk mengurusnya dan menyuruhnya keluar: “Cepat Keluar kataku!!”

Jung Eun pun segera pergi. Lee Ae Rin menangis dan mengingat semua kata-kata Yoo Kyung pada nya. Dengan gemetar Lee Ae Rin pun menangis, dalam hati dia menyesal, bagaimana bisa dia tidak mengenali putrinya sendiri.

Jung Eun menenangkan bayi itu dengan memberinya susu. Selesai memberi susu Jung Eun keluar dan menemukan Lee Ae Rin kini sudah berada di ruang keluarga.

Lee Ae Rin: “Kau,, pergilah sebelum semua anggota keluarga datang. Kau bukan putriku dan bayi itu bahkan bukan anakmu, mengapa kau harus ada disini. Pergilah”
Jung Eun panik dan segera berlutut dihadapan Lee Ae Rin.
Jung Eun: “Aku tidak bisa pergi, aku tidak punya tempat untuk pergi, biarkan aku tinggal disini, aku akan berusaha sebaik mungkin”
Lee Ae Rin: “Aku bisa membuat Yoo Kyung melakukan semua ini, tapi aku tidak bisa membuatmu menanggungnya”
Jung Eun: “Tapi aku ingin melakukannya, sejak aku lulus SMA dan keluar dari panti asuhan aku diberi uang 3000 dolar untuk hidup kemudian mencari kerja, namun aku tidak menemukan pekerjaan yang layak karena statusku yang seorang anak yatim piatu, soeang anak yang hidup tanpa orang tua, seperti pohon tanpa akar. Namun aku tetap berjuang keras mencari uang dan ketika terkumpul aku malah ditipu, aku tetap bertahan untuk berusaha menjadi artis karena aku yakin setelah terkenal aku bisa menemukan ibuku. Tapi apa yang terjadi, Aku bahkan tidak bisa bertemu ibuku saat ajal menjemputnya. Ibuku meninggal tanpa seorang keluargapun, sehingga aku tidak punya siapa-siapa. Aku takut dan cemas, aku tidak ingin hidup sendiri.”

Lee Ae Rin: “ Tapi kau sudah dewasa, apa yang kau takutkan? Kau bukan lagi anak-anak?”
Jung Eun: “Mungkin tubuhku terus tumbuh, namun aku masih anak-anak yang masih menangis saat mendengar kata ibu. dan aku tak ingin menagis lagi”

Lee Ae Rin menatap Jung Eun dengan wajah iba.
Lee Ae Rin: “Mengapa kau yang harus semua ini, di saat Yoo Kyung malah mengejar cita-citanya dengan bersekolah di luar negeri?”
Jung Eun: “Aku sudah memikirkannya berkali-kali, mengapa semua ini terjadi padaku. Mengapa Sejak kecil aku membawa foto seorang wanita yang aku akui sebagai ibuku, dan itu adalah foto anda. Mengapa Yoo Kyung menuliskan namaku sebagai nama ibu dari anaknya? Kini aku sudah mengerti, mungkin ini semua adalah nasibku”

Lee Ae Rin masuk ke kamarnya dan menatap cucunya. Lee Ae Rin berkata, ternyata yang ditinggalkan bukan hanya mereka saja. Lee Ae Rin pun merasa kasihan terhadap Jung Eun.

Ahjumma pulang ke rumah dengan kesal. Sepertinya dia belum bisa sepenuh hati menerima keberadaan Lee Ae Rin di rumahnya. Saat Ahjumma dan Lee Ae Rin sedang memasak, Ahjuma mempertanyakan siapa ayah dari bayi Jung Eun. Ahjumma bertanya mengapa Jung Eun melakukan hal memalukan itu untuk ibunya dengan menjadi ibu tanpa menikah. Lee Ae Rin kesal mendengar kata-kata adik iparnya dan memelintir tangan Ahjumma dan berkata untuk tidak terus menghina putrinya. Jung Eun mendengar semua itu dan merasa terharu dibuatnya.

Jung Eun masuk kamar Lee Ae Rin untuk memberikan susu pada bayinya, dia melihat Lee Ae Rin yang kesulitan untuk memakai baju, karena tangannya yang masih belum bisa digunakan dengan baik pasca operasinya. Jung Eun berkata besok dia harus pergi pagi-pagi karena akan pergi bekerja di toko.

Lee Ae Rin bertanya pada Jung Eun mengapa Jung Eun berhenti menjadi artis, “apa identitasmu sebagai orang yang mengupload video itu terungkap?”
Jung Eun: ”Tidak, Young Joo Oppa menutupinya dengan baik, namun dia memintaku untuk berhenti jadi akrtis karena aku tidak pantas menjadi aktris”
Lee Ae Rin: “Dia pasti mengatakan hal yang keras karena emosinya kan? Tapi baguslah, jika kau berhenti menjadi aktris. Dunia itu tak cocok untuk orang yang lemah seperti mu, orang-orang di dunia itu sangat mengerikan”
Jung Eun: “Bagiku mereka semua tampak baik”
Lee Ae Rin: “Dimatamu semua orang tampak baik bukan? Bahkan orang seperti Yoo Kyung pun tampak baik”
Jung Eun: “Bagiku Yoo Kyung adalah malaikat, karena dia adalah sahabat terbaiku saat aku kecil”
Lee Ae Rin: “Terimakasih telah menganggapnya seperti itu, karena aku lah yang telah membuatnya jadi seperti sekarang. Ini semua karma untukku.”
Lee Ae Rin kemudian berkata: “Jung Eun-na, mari kita menjadi ibu dan anak. Seorang ibu dan seorang anak perempuan adalah peran yang kita lakukan sebelumnya bukan. Kau seorang aktris, aku juga seorang aktris. Benarkan?”
Jung Eun menatap Lee Ae Rin dengan kaget, Lee Ae Rin mengelus kepala Jung Eun dan bertanya; “Apakah aku sudah mengucapkan terimakasih karena kau menyelamatkan hidupku?”
Jung Eun berkata: “Ya kau sudah melakukannya”
Lee Ae Rin menatap Jung Eun dengan penuh kasih sayang, dan dimulailah peran sebagai ibu dan anak antara Seo Jung Eun dan Lee Ae Rin.

Jung Eun pergi ke toko dengan sepeda dan bertemu Young Joo.
Young Joo: “apakah kau banyak menangis?”
Jung Eun: “mengapa aku harus begitu?”
Young Joo: “Ahjumma bertanya tentang hubunganmu dengan Han PD, jadi mungkin kalian membicarakan masa lalu”
Jung Eun: “Apa kau dekat dengan Yoo Kyung?”
Young Joo: “Mengapa?”
Jung Eun: “Tidak, aku hanya berpikir karena kalian bekerja di kantor yang sama.”
Young Joo: “Aku lebih suka tidak membicarakan tentan dia” (Ya iyalah secara dia udah bikin Young Joo patah hati).
Young Joo menambahkan: “Kami tidak berhubungan baik karena masalah kontrak scenario, sepertinya hubungan kalian pun kurang begitu baik bukan?”
Jung Eun: “Benar”
Young Joo: “Baiklah, kalau begitu, mari kita tidak mengungkit lagi nama itu”
Jung Eun: “Baiklah”
(The great Choice, Jung Eun dan Young Joo)
Young Joo: “kau tampak berbeda, kau tampak damai”
Jung Eun: “Mungkin karena rumahku, rasanya begitu baik memiliki rumah untuk pulang”
Young Joo menatap Jung Eun dan menghela nafas mendengar kata-kata Jung Eun.
Jung Eun: “Apa kau berpikir tentang ibumu?”
Young Joo: “ibuku mungkin baru tahu bahwa aku tidak pergi ke New York, pasti dia akan khawatir. Sudahlah,, ayo kita pulang”
Keduanya pun berjalan pergi menuju rumah baru mereka.

Pagi-pagi Jung Eun mengumpulkan pakaian kotor untuk di cuci. Ahjumma datang dan menyuruh Jung Eun untuk mengumpulkan pakaian kotor Young Joo. Jung Eun kaget dan merasa malu harus melakukan hal itu. Ahjumma heran mengapa Jung Eun tampak malu-malu, bukankah Jung Eun seorang ibu, mengapa kau harus malu melakukan hal itu.

Jung Eun pun masuk ke kamar Young Joo dan mulai mengumpulkan pakaian kotornya. Young Joo melarangnya dan mulai menyembunyikan pakaian kotornya. Tapi Jung Eun yang menang dan berhasil membawa pakaian kotor Young Joo termasuk celana dalamnya (wkwkwkwk,, Young Joo malu nih)

Young Joo mengejar Jung Eun yang keluar dari kamarnya dan berhasil membawa semua pakaian kotornya. Jung Eun mulai memisahkan pakaian berwarna dan pakaian putih Young Joo. Hak Gu datang dan mengajak Jung Eun bekerja sama, tapi Jung Eun tidak menanggapinya, sementara Jung Eun diajak ngobrol Hak Gu, Young Joo menyembunyikan pakaian dalamnya (hahaha,, keukeuh ya?).

Hak Gu berkata bahwa dia ini menjadikan Jung Eun kerja di tokonya karena gaya berpakaian Jung Eun yang menarik. Young Joo berkata bukankah membuka internet Shoping lebih baik? Hak Gu berkata, akan lebih baik membuka toko sendiri dan bekerja sama dengan Noona nya. Namun Jung Eun berkata Hak Gu lebih baik fokus pada pekerjaannya sekarang saja. Young Joo membenarkan, lagi pula Hak Gu memiliki modal dasar yang bagus untuk pekerjaannya saat ini. Hak Gu bertanya memang apa modalnya, dengan ringan Young Joo berkata “Kain” kemudian pergi. Hak Gu bertanya pada Jung Eun, apakah itu benar? Jung Eun bilang, bagaimanapun, kain adalah dasar dari segala perkembangan fashion. Hak Gu pun mengejar Young Joo. “Mr. L tunggu,, Hyung,, tunggu aku”

Jung Eun sedang memasak di dapur sambil memikirkan bagaimana dia akan mencari uang, dia mendapat telpon dari Mi Ryun yang sedang merubah gaya rambutnya di salon ibu Han Soo. Mi Ryun mengeluh, mengapa Jung Eun tak setia kawan, saat Mi Ryun begitu sibuk mempersiapkan pernikahannya. Jung Eun bilang dia sibuk. Mi Ryun bertanya, apa yang lebih sibuk dari mempersiapkan pernikahan?

Tiba-tiba Han Byul menangis, Mi Ryun mendengarnya dan bertanya apakah dirumahmu ada seorang bayi? Jung Eun tidak menjawab dan berkata bahwa dia harus pergi, kemudian langsung menutup telepon. Mi Ryun kesal karena Jung Eun tiba-tiba menutup telepon, dia berkata: “Park Han Soo, Seo Jung Eun, kita putus hubungan saja!!”

Mi Ryun sudah selesai melakukan perawatan rambutnya, saat dia akan membayar, Ny. Kim menolaknya dan mengucapkan terimakasih pada Mi Ryun, kerena dengan menikahnya Mi Ryun membuat Han Soo putranya bersemangat untuk mencari kerja. Mi Ryun menjadi sedih mendengar hal itu, dan meninggalkan salon Nyonya Kim.

Teman Nyonya Kim yang bernama Nyonya Oh, bertanya tentang kabar Young Joo. Nyonya Kim teringat kata-kata Choi Jong Dal yang mengatakan bahwa Young Joo tidak pergi ke luar negeri. Ny. Oh berkata bahwa ada yang melihat Young Joo di pasar kain, tapi itu tidak mungkin bukan? Ny. Kim langsung mengajak Ny. Oh belanja kain.

Assisten direktur Choi melapor bahwa Kim Kye Sun bukannya mencari tahu keberadaan anaknya, tapi malah belanja di pasar dengan temannya. Direktur Choi menyuruh asistennya untuk selalu mengawasi gerak-gerik Ny. Kim dan menyuruh asistennya memberikan pekerjaan pada kakak tiri Young Joo, Park Han Soo.

Ny. Kim dan Ny. Oh pergi ke pasar dan melihat-lihat kain. Namun mata Ny. Kim terus melayang keberbagai arah, seolah mencari sesuatu. Saat keduanya makan di suatu kedaipun dia terus mencari sesuatu, apalagi jika bukan Young Joo. Ya,,, Ny. kim mengajak Ny. Oh dengan harapan bisa melihat Young Joo di pasar. Ny. Kim beruntung karena akhirnya dia melihat Young Joo yang berjalan sambil memikul gulungan kain di pundaknya dan menabrak orang. Young Joo meninta maaf pada orang yang di tabraknya itu, dan Ny. Kim merasa miris dengan keadaan putra bungsunya itu, namun dia hanya bisa menatap sang anak dari kejauhan demi keselamatan Young Joo.
Park Han Soo sedang bersiap-siap untuk bekerja di Haeju. Ny. Kim datang dan membawa sayuran hasil belanjaannya di pasar. Han Soo memberitahu ibunya dia mendapatkan pekerjaan. Ny. Kim bertanya dimana? Han Soo menjawab, Haeju Picture, Direktur Choi menerimaku jadi manager artis. Ny, Kim kesal dan memukuli putra sulungnya itu. Han Soo berkata, dia mengerti persaan ibunya karena haeju telah membuang Young Joo, tapi dia ingin benar-benar melakukan pekerjaan itu.

Han Soo datang ke Haeju dan menyapa bagian perencanaan tempat Young Joo bekerja dulu, dia memperkenalkan diri, bahwa kini dia adalah manager Seo Jin yang baru. Dia juga berkata bahwa dia adalah kakak tiri Young Joo, mereka awalnya tidak percaya, namun setelah melhat pakaian Han Soo mereka percaya, kaena jas yang dikenakan Han Soo adalah Jas Young Joo yang dia kecilkan beberapa centi.

Song PD bertanya bagaimana keadaan Young Joo. Han Soo berkata selama ini dia dan Young Joo jarang mengobrol, tapi Young Joo pasti baik-baik saja dan dia lebih penasaran pada keberadaan Yang Mi Ryun dan Seo Jung Eun yang tiba-tiba menghilang begitu saja. Kang Woo yang ada di ruangan itu jadi tertarik dan berpikir yang sama dengan Han Soo. ya,, bagaimana kabar Jung Eun sekarang?

Kang Woo pun mendatangi lingkungan rumah Jung Eun saat terakhir kali dia melihat Jung Eun, namun sayangnya Kang Woo tak menemukan apapun selain rumah yang kosong.

Jung Eun sedang sibuk mencari lowongan pekerjaan di internet dan sepertinya dia menemukan lowongan menjadi peran figuran. Jung Eun pun datang ke tempat itu, perannya adalah sebagai orang yang menari di sebuah klub. Pengarah di tempat itu memperingatkan Jung Eun bahwa Jung Eun harus hati-hati agar wajah cantik Jung Eun tidak telihat di kamera karena akan menarik perhatian, Jung Eun mengerti dan berusaha melakukan pekerjaannya dengan benar.

Young Joo kembali ke toko setelah melakukan pengiriman. Hak Gu langsung menyuruhnya untuk membantu pelanggan yang sedang ada di toko mereka membawa belanjaannya ke mobilnya. Hak Gu memperingati Young Joo untuk memperlakukannya dengan baik, karena wanita itu adalah pelanggan setia toko kain mereka. Young Joo membawakan barang belanjaan wanita itu hingga ke tempat perkir dan memasukan barang-barang tersebut ke dalam bagasi. Wanita itu menerima telepon dan untuk sementara mengacuhkan Young Joo. Selesai menerima telepon wanita itu berterimakasih pada Young Joo dan berkata harusnya dia mengajak Young Joo untuk minum di suatu tempat, tapi dia agak sibuk dan hanya bisa memberi tip pada Young Joo.

Young Joo hanya bisa bengong, saat wanita itu memasukan uang ke dalam sakunya lalu pergi begitu saja dengan mobilnya. Young Joo menghela nafas, ya inilah hidupnya saat ini menjadi pesuruh yang akan diberi tip oleh pelanggannya.

Jung Eun dalam perjalanan pulang sehabis kerja sambilan, dia memukul-mukul kakinya yang sepertinya sangatpegal karena terlalu lelah menari. Dia duduk di bangku taman untuk beristirahat, dimana Young Joo pun sepertinya sedang melepas lelah. Young Joo melihat Jung Eun dan bertanya apakah Jung Eun sudah selesai bekerja? Jung Eun menoleh dan segera membereskan kaos kakinya yang tadinya akan dia buka dengan gugup. Young Joo bertanya pada Jung Eun.
Young Joo: “membawa tas besar seperti itu, sebenarnya kau melakukan apa?”
Jun Eun: “mencari uang tentu saja.”
Young Joo: “apakah kau sudah mendapatkan pekerjaan? Pekerjaan apa?”
Jung Eun: “pekerjaan dengan bayaran 5000 won per jam”
Young Joo: “iya, pekerjaan apa itu?”
Jung Eun: “menjadi figuran”
Young Joo tertawa mendengar itu. Dia senang karena Jung Eun kembali bekerja sesuai keahliannya.
Young Joo: “kau tahu bagaimana aku mendapatkan uang 10.000 won hari ini?”
Jung Eun: “kau pasti lelah ya?”
Young Joo: “iya, dan aku menggunakan uang itu untuk membeli barang yang sangat mahal”

Young Joo mengambil barang yang dibelinya, namun dia sembunyikan dibelakang punggungnya sebelum ditunjukan pada Jung Eun. Young Joo menghampiri Jung Eun dan duduk didepan Jung Eun sambil menunjukkan barang yang dibelinya, yaitu sebuah mainan bayi.

“Ca chan” kata Young Joo sambil menunjukkan mainan itu di depan mata Jung Eun yang hanya menatap Young Joo tanpa ekspresi saking kagetnya. Young Joo jadi salah tingkah dan berkata:
“Ini untuk putrimu”.
Jung Eun menerimanya dan mengucapkan terimakasih.

Young Joo: “Terakhir kali, aku bertanya lagi padamu, siapa ayah bayi itu?”
Jung Eun: “Tidak ada di Korea, dia sudah menikah”
Young Joo: “Maksudmu, kalian tidak akan bisa bersama lagi? Aku mengerti”
Jung Eun tak berani menatap Young Joo karena kebohongannya. Young Joo beranjak dari duduknya dan berkata: “Ayo kita pergi, Hari ini tidak ada uang untuk membeli mie”
Jung Eun menanggapi: “Mengapa harus membeli makanan di luar, bukankah di rumah banyak makanan”
Young Joo tertawa, dia mengerti maksud Jung Eun. Ya,, kini mereka memiliki rumah untuk pulang dan dirumah itu ada banyak makanan dan keluarga yang menanti mereka.
Young Joo pun mengajak Jung Eun untuk pergi sambil membawakan barang-barang Jung Eun.
Merekapun pulang ke rumah bersama-sama.

Young Joo, Ahjussi, Ahjumma dan Hak Gu sedang makan malam. Ahjumma pergi ke dapur dan melihat Jung Eun sedang memotong sayuran untuk memasak besok pagi. Jung Eun mulai bertanya tentang biaya hidup bulanan keluarga Ahjumma selama ini. Ahjumma langsung bersemangat dan mengatakan jumlah yang cukup banyak, Jung Eun kaget dan berkata dia akan membantu Ahjumma dalam mengatur pengeluaran keluarga. Hak Gu masuk dan mendengar ibunya meminta bagian besar dari Jung Eun, Hak Gu melaporkan itu pada ayahnya. Ahjussi berteriak pada Ahjumma untuk tidak memeras Jung Eun. Ahjumma kembali ke ruang makan dan berkata dia tidak melakukan hal itu.

Jung Eun pun masuk ke ruang makan meminta Ahjussi untuk mencarikan bahan yang bisa dijadikan popok untuk bayinya. Ahjumma kaget dan berkata: “apakah sekarang kau akan menyuruhku untuk mencuci popok kain?” Jung Eun menjawa dia yang akan mencucinya, karena kain adalah yang paling baik untuk bayi. Hak Gu menambahkan dan baik juga untuk bumi. Sementara itu Lee Ae Rin diam-diam melihat percakapan Jung Eun dari dalam kamar dan senang karena Jung Eun dapat bergaul baik dengan keluarganya.

Ahjussi berkata pada Jung Eun, “kini kau sudah benar-benar menjadi ibu ya?” Ahjumma menimpali, “kau berbeda sekali dengan ibumu yang hanya bisa membedaki dirinya sendiri” Jung Eun hanya tersenyum mendengar hal itu.

Young Joo menatap Jung Eun dan senang karena Jung Eun menyesuaikan diri dengan baik di keluarga ini. Young Joo tiba-tiba berkata: “Apakah aku boleh meminta nasi lagi?” Ahjumma menjawab: “Kau bahkan tidak membayar uang makan, kenapa kau bisa meminta tambahan nasi” Young Joo jadi salting dan merasa malu. Tanpa banyak bicara Jung Eun mengambil mangkuk nasi Young Joo dan mengambilkan nasi untuk Young Joo dari dapur, Young Joo hanya bisa melihat hal itu sambil tersenyum.

Young Joo sedang melayani pelanggan di toko yang ingin membeli suatu jenis kain di tokonya. Young Joo melihat contoh yang dibawa pelanggan dan berkata, bahwa tokonya tidak memiliki jenis kain seperti itu. Pelanggan tampak kecewa. Lalu Ahjussi datang dan menyapa pelanggan itu dengan ramah. Pelanggan itu bertanya apakah benar di toko kain mereka tidak ada kain yang dicarinya. Ahjussi melihat contoh kain itu dan berkata tentu saja ada, tapi pelanggan harus menunggunya sebentar. Ahjussi pun pergi untuk mengambil kain dan meninggalkan Young Joo yang bingung bersama pelanggan itu.

Setelah beberapa saat Ahjussi datang membawa kain yang diminta pelanggan. Setelah membayar kain itu, pelanggan pun pergi dengan puas. Ahjussi berkata pada Young Joo untuk memberikan uang bayaran pelanggan ke toko kain yang cukup jauh dari toko mereka dan menyimpan kelebihan uang yang didapat mereka. Young Joo kaget, karena Ahjussi pergi sejauh itu mencarikan kain pada pelanggan itu.

Ahjussi berkata, mereka mendapatka untung 1000 won untuk penjualan itu, bukankah Young Joo ingin mencari uang. Young Joo bertanya, itu artinya mereka harus hapal jenis-jenis kain yang dijual di toko-toko kain yang ada disini. Ahjussi bertanya, lebih banyak mana? Bintang di langit ataukah jenis kain yang ada di pasar ini? Young Joo tertawa mendengar kata-kata Ahjussi dan berkata tidak ada orang yang iseng menghitung hal itu. Ahjussi berkata bahwa kakek Young Joo tidak pernah melewatkan satu orang pelangganpun dan selalu melayaninya dengan baik. Young Joo mengerti maksud Ahjussi.

(Sepertinya itu tentang kepercayaan, dengan mencarikan kain untuk pelanggan dari toko lain selain mendapat keuntungan dari menjualkan kain dari toko lain, mereka pun mendapatkan kepercayaan dari pelanggannya, bila mereka membiarkan pelanggan belanja di toko kain itu, maka pelanggannya akan belanja di toko kain tadi dan tidak akan belanja lagi di toko kain mereka padahal orang tadi adalah pelanggan tetap mereka, prinsip yang bagus untuk mempertahankan pelanggan)

Young Joo pun mulai menghapal nomor-nomor dari berbagai jenis kain di kamarnya. Jung Eun datang membawakan semacam salonpas untuk Young Joo dan bertanya apakah Young Joo sedang belajar. Young Joo berkata sangat sulit menghapalkan semua jenis kain ini. Jung Eun berkata bahwa dia tahu salah satu jenis kain, yaitu jenis kain yang jadi selimut di kamar Young Joo. Jung Eun pun menceritakan awal pembuatan selimut itu, Young Joo terkesan dengan cerita itu dan berkata ternyata selimut ini punya sejarah seperti itu, dia jadi merasa yakin bisa menghapalkan semua jenis kain yang ada di korea.

Young Joo merasa kesakitan di bahunya dan meminta Jung Eun untuk menempatkan salonpas di bahunya. Young Joo mulai melepas pakaiannya dan Jung Eun merasa tak nyaman dengan hal itu dan memalingkan wajahnya. Young Joo menunggu Jung Eun menempelkan salonpas dan bertanya mengapa Jung Eun tidak segera menempelkannya.

Dengan gugup akhirnya Jung Eun pun menempelkannya dengan hati-hati. Young Joo berkata bahwa cara Jung Eun menempelkan salonpas tersebut sudah seperti seorang Ahjumma saja. Jung Eun kesal dikatai seperti itu dan memukul bahu Young Joo yang memar yang kini sudah ditempelkan salonpas.

Young Joo kesakitan dan terbaring seperti anak kecil di tempat tidurnya dan itu membuat Jung Eun tertawa melihat tingkah Young Joo yang seperti anak kecil.

Jung Eun menatap CD yang diberikan Kang Woo padanya dan menonton pembuatan film “My Mom”. Namun saat Yoo Kyung terekam di CD tersebut, Jung Eun berhenti menonton dan mengeluarkan CD tersebut dari Laptopnya. Dia menatap Han Byul dan berkata pada bayi itu dia akan menjadi ibu yang kuat untuk Han Byul.

Han Byul memegang jari Jung Eun dengan tangan kecilnya. Jung Eun pun berkata, “ Mulai hari ini, peganglah tangan Omma seperti ini, karena dengan kau memegang tangan Omma seperti ini, maka semua kecemasan yang Omma rasakan akan menghilang. Berjanjilah, kita akan hidup dengan bahagia”

Jung Eun membuka pintu kamarnya dan memperhatikan lingkungan rumah mereka. Jung Eun berkata: “Han Byul, disinilah rumah kita sekarang. Musim semi nanti, kita tanam bunga di halaman”

Waktu berlalu begitu cepat dan Enam tahun pun berlalu begitu saja.

6 tahun kemudian

Han Byul kini sudah besar dan sedang bermain sepeda di halaman rumah. Lee Ae Rin kini sudah cantik kembali dan sudah mencat rambutnya menjadi hitam kembali, meski penampilannya kini tak semewah dulu, dia menyesuaikan diri dengan tempat hidup dan posisinya sebagai nenek saat ini. Sementara Ahjumma sedang melipat pakaian dan menyanyikan lagi aneh. Lee Ae Rin memanggil Han Byul dan berkata bahwa pohon stawberi yang mereka tanam sepertinya sudah berbunga.

Bel rumah mereka berbunyi dan ada orang yang berteriak apakah ada orang. Han Byuk bersorak gembira “paket kilat” dan membuka pintu untuk menerima paket itu. Han Byul berterimakasih pada pengirimnya. Ahjumma berkata, akhirnya paket itu datang juga, setelah ditunggu begitu lama.

Young Joo berlari di pasar dan mendatangi sebuah toko kain untuk membeli kain, tapi pemiliknya sedang sibuk. Young Joo pun mencari sendiri kain yang dibutuhkannya dan memotongnya sendiri, sekarang Young Joo sudah mahir dalam memotong kain. Young Joo pun pergi setelah membayar kain itu. Young Joo kembali ke toko dan memberika uang pada Ahjussi, sepertinya Young Joo pun kini telah melakukan yang Ahjussi lakukan 6 tahun lalu untuk mempertahankan pelanggan mereka. Ahjussi menyuruh Young Joo pulang, karena Han Byul ribut untuk menyuruh nya cepat pulang. Young Joo menjawab dia akan pulang.

Young Joo pulang dan mendapatkan paket kilat yang tadi diterima Han Byul.
Young Joo: “Han Byul apa ini?”
Han Byul: “Hadiah”
Young Joo: “Hadiah?”
Han Byul: “Omma yang mengeluarkan uangnya dan aku yang memilihnya”
Young Joo tertawa mendengar jawaban Han Byul.
Young Joo: “Urri Han Byul memesan baju lewat internet?”
Han Byul mengangguk dengan semangat.
Ahjumma yang ada dihalaman berkata pada Young Joo.
Ahjumma: “Dia ingin kau memakainya besok saat mengantarnya ke sekolah TK nya”
Young Joo: “Ada apa di sekolah?”
Lee Ae Rin: “Dia ingin kau menikah dengan gurunya”
Young Joo jadi tertawa mendengar jawaban Lee Ae Rin.

Ahjumma lalu berkata: “Yak,, jika kau begitu menyukai paman seharusnya kau menyuruhnya menikah dengan ibumu, mengapa memberikannya untuk orang lain?”
Han Byul menjawab: “ Ibu terlalu cerewet, guruku lebih baik”
Ahjumma, Lee Ae Rin dan Young Joo tertawa mendengar jawaban Han Byul.

Young Joo pun membuka paket dari Han Byul dan kaget melihat merknya, dia pun tertawa melihat Han Byul yang tertawa.

Ternyata baju itu dipesan Han Byul dari Internet Shoping yang dikelola Hak Gu, yang baru saja mengetahui bahwa Han Byul memesan barang dari mereka. Hak Gu marah pada pegawainya mengapa mereka menerima pembayaran dari Jung Eun. Mereka bilang, mereka tak tahu. Hak Gu menerima telepon dari Young Joo yang memarahinya tentang pengemasan paket itu yang tidak ramah lingkungan.

Choi Jong Dal dan Lee Young Gook masih mencari keberadaan Young Joo yang menghilang tanpa jejak, mereka cemas dengan tak ada kabar apapun dari Young Joo karena mereka takut Young Joo tiba-tiba muncul dengan kekuatan besar untuk mengambil Haeju Group kembali.

Choi Jong Dal diberitahu bahwa Kang Woo ada dikantornya. Direktur pun menemui putranya yang sedang bersama Seo Jin di kantornya. Kang Woo sepertinya baru pulang dari luar negeri dan datang ke Haeju Pic untuk meminta Seo Jin menjadi artis dalam salah satu filmnya kelak. Direktur Choi mempersilahkannya selama kesepakatannya sesuai dan meminta Kang Woo membicarakan dengan Han Soo sebagai manager utama Seo Jin.

Kang Woo, Seo Jin dan Han Soo keluar dari kantor Choi Jong Dal. Di Lobi, Seo Jin mulai bertanya pada Kang Woo bagaimana kabar Young Joo yang menghilang tiba-tiba, dia pun bertanya pada Han Soo apakah Young Joo tidak memberinya kabar? Han Soo malah berkata, memangnya salah siapa Young Joo jadi bersembunyi seperti ini (Han Soo menyalahkan Seo Jin, karena berpikir adiknya pergi ke luar negeri karena dicampakan Seo Jin).

Kang Woo mendapat telepon yang memintanya untuk datang mengecek sebuah lokasi Syuting, Kang Woo berkata dia akan datang ke sana sebelum ke bandara. Kang Woo pun beranjak dari lobi menuju parkiran, di perjalanan dia melihat dua orang perempuan sedang bersiap melakukan audisi dengan adegan “O genki Desu Ka”, adegan yang sama dengan yang dilakukan Jung Eundan Mi Ryun 7 tahun lalu. Kang Woo jadi tertawa, teringat pada audisi yang dilakukan Mi Ryun dan Jung Eun. Dia pun menasehati kedua wanita itu, agar yang berperan sebagai bayangannya melakukan Echo untuk kata-kata ‘O genki desu Ka’ nya, seperti yang dilakukan Jung Eun untuk Mi Ryun.

Lokasi Syuting yang dikunjungi Kang Woo ternyata lokasi syuting yang sama dengan tempat Jung Eun akan bekerja sebagai figuran film. Namun mereka tidak sempat bertemu. Jung Eun sedang menunggu nasibnya sebagai figuran, tapi syuting hari itu tidak jadi karena sutradara marah-marah. Jung Eun ditawari menjadi figuran di sebuah drama, namun Jung Eun menolak dan memilih untuk pulang ke rumah.

Sebelum pulang, Jung Eun menelpon Lee Ae Rin menanyakan keberadaan Han Byul, karena dia ingin mengajak Han Byul ke gunung. Tapi Lee Ae Rin bilang, Han Byul pergi bersama Young Joo untuk pergi ke pantai. Jung Eun kesal karena Han Byul lebih memilih pergi ke pantai bersama Young Joo.

Young Joo dan Han Byul datang menjemput Jung Eun untuk pergi ke pantai bersama. Han Byul muncul dari kaca jendela mobil Young Joo dan memanggil Jung Eun,
Han Byul: “Omma”
Jung Eun: “Seo Han Byul, mengapa kau seperti ini, bukankah kau bilang akan pergi ke gunung bersama Omma, mengapa tiba-tiba ingin pergi ke pantai”
Young Joo keluar dari mobil dan menghampiri Jung Eun.
Han Byul berkata: “Lihatlah Paman”
Jung Eun malah memarahi Young Joo karena mengajak Han Byul pergi tanpa ijinnya. Jung Eun menyalahkan Young Joo terlalu memanjakan Han Byul.
Han Byul tak senang melihat ibunya marah-marah pada Young Joo. Han Byul pun berkata: “Aku marah”
Jung Eun: “Aku lebih marah lagi”
Han Byul: “Paman sedang memakai baju yang kita belikan, bukankah itu kelihatan bagus?”
Jung Eun menatap penampilan Young Joo dengan salah tingkah karena merasa tak enak sudah marah-marah pada Young Joo.
Jung Eun: “Kau cocok dengan baju itu”
Young Joo: “Aku akan memakai baju ini untuk bertemu dengan guru TK nya Han Byul, kenapa?”
Jung Eun malah tertawa dan bertanya dari mana Young Joo meminjam mobil. Young Joo sepertinya kebingungan menjawab pertanyaan Jung Eun dan meyuruh Jung Eun segera masuk ke mobil.
Han Byul, Jung Eun dan Young Joo pun sampai di pantai. Han Byul sangat senang berada di pantai itu. Jung Eun memarahi Young Joo lagi, mengapa Young Joo membawa mereka ke pantai sejauh ini. Young Joo pun membela diri, bahwa kedatangan mereka ke pantai ini sangat berarti untuk Han Byul, dia itu bukan Jung Eun yang sudah berkelana kemana-mana. Mereka pun akhirnya bertengkar. Lewatlah seorang kakek yang bertanya pada keduanya: “Apakah kalian sedang melakukan pertengkaran suami istri di pantai?” Young Joo dan Jung Eun jadi salting, apalagi Han Byul tertawa mendengar perkataan sang kakek, “pertengkaran suami istri?” Ulang Han Byul sambil tertawa.

Lalu Young Joo mendapat telepon dari kliennya, namun sayang baterai ponselnya habis. Young Joo menyalahkan Jung Eun karena dia lupa men-charger ponselnya. Young Joo berniat pergi membeli baterai ponsel dan menuju arah yang salah. Jung Eun memberitahu Young Joo arah yang benar, maka tahulah Young Joo bahwa Jung Eun pernah ke pantai ini.

Sepeninggalan Young Joo, Han Byul pergi mencari kerang sedangkan Jung Eun menatap laut lepas dihadapannya. Dia teringat pada kedatangannya 6 tahun lalu saat Mantan suami ibu kandungnya mengabarkan kematian ibunya di pantai ini.

Jung Eun mendekati Han Byul yang sedang berjongkok mencari kerang, dan ikut berjonkok di samping putrinya. Jung Eun berkata bahwa dia pernah datang ke sini dan merasakan udara yang sangat dingin di pantai ini. Jung Eun menceritakan baris dialog yang dikatakan seorang ayah pada anaknya dalam suatu drama yang menjadikannya figuran, yaitu “Walau lelah dan sakit, ingatlah orang yang paling mencintaimu di dunia ini ada dihadapanmu sekarang”. Han Byul bertanya apa barisan dialog yang dikatakan ibunya, Jung Eun pun berkata “Suhu badan Normal” (kayaknya sih Jung Eun jadi perawat di drama itu). Han Byul tertawa dan berkata dia lebih menyukai baris dialog yang dikatakan ibunya. Jung Eun pun memeluk putrinya.

Young Joo tiba saat Jung Eun memeluk Han Byul dan mengambil gambar mereka dengan kamera yang di bawanya. Saat Jung Eun mengajak Han Byul berjalan mencari kerang lagi, Young Joo pun mengambil foto mereka, bahkan Young Joo memanggil Han Byuk agar Jung Eun dan Han Byul berpose untuk di foto.

Young Joo berjalan beriringan dengan Jung Eun, sementara Han Byul sibuk mencari kerang. Young Joo menceritakan, bahwa dirinya pun pernah datang ke pantai ini 6 tahun lalu, yaitu saat ia memutuskan untuk tidak jadi ke New York, sebelum dia pergi ke pasar menemui Ahjussi dia menenangkan diri di pantai ini karena dia takut memikirkan kehidupannya yang tiba-tba harus berubah dan memulai dari awal. “Waktu itu udara di pantai ini sangat dingin” Jung Eun pun mengatakan bahwa dia tahu bagaimana dinginnya udara di pantai ini.

Young Joo: “6 tahun berlalu sangat cepat”
Jung Eun: “iya,, rasanya seperti mimpi”
Han Byul: “Paman,, kakiku sakit”
Young Joo: “ Tuan putri, apakah kau ingin paman menggedongmu seperti pesawat?”
Han Byul mengangguk senang. Young Joo menitipkan kameranya pada Jung Eun dan mengangkat Han Byul dan memutarkan badan gadis kecil itu seperti pesawat.

Jung Eun dan Young Joo menuntun kedua tangan Han Byul (Oh,, keluarga bahagia,, kenapa Jung Eun sama Young Joo ga nikah aja ya?). Mereka bertiga berjalan beriringan di pantai. Jung Eun memulai percakapan lagi.
Jung Eun: “Minggu depan aku mulai syuting dengan Seo Jin, walaupun tidak pasti bisa bertemu”
Young Joo: “Mengapa tiba-tiba membicarakan Seo Jin? Apakah kau masih berpikir bahwa gadis yang berkencan denganku dulu itu adalah Seo Jin?”
Jung Eun: “Memangnya bukan ya?”
Young Joo: “Kam salah sangka”
Jung Eun: “Kalau begitu siapa?”
Namun belum sempat Young Joo menjawab, Han Byul tiba-tiba menyela: “Kalian berdua sedang membicaraka apa?”
Young Joo: “Maaf, Ibu mu tidak tahu mendengar dari siapa, sudah salah paham pada Paman selama bertahun-tahun”
Han Byul yang tidak mengerti apa yang dikatakan Young Joo malah berkata: “Aku lapar”. Jung Eun pun segera mengajak Han Byul untuk makan. Mereka bertiga kembali berjalan di pantai, sambil sesekali Jung Eun dan Young Joo mengangkat Han Byul yang mereka tuntun.

Young Joo, Han Byul dan Jung Eun pun makan di restoran Sea Food didekat pantai itu. Young Joo mendapatkan telepon dari kliennya dari Jepang. Young Joo pun berbicara dengan bahasa Jepang, Jung Eun takjub pada keahlian Young Joo sekarang. Young Joo berkata bahwa dia akan bertemu dengan pedagang kain dari Jepang yang berniat membeli kain dari mereka, Young Joo pun berterimakasih pada Han Byul karena telah memberinya keberuntungan hari ini. Jung Eun berkata, kalau begitu Young Joo harus segera menemuinya, tapi Young Joo bilang dia masih punya waktu untuk makan sebelum menemuinya di bandara. Mendengar kata bandara Han Byul kegirangan dan berkata ingin ikut ke bandara karena Han Byul ingin melihat pesawat.

Dalam sebuah pesawat yang akan segera mendarat di bandara Incheon, seorang penumpang diberitahu oleh seorang pramugari bahwa pesawatnya akan segera mendarat. Tamu tersebut terbangun dari tidurnya, dia membuka penutup matanya, dan dia adalah Han Yoo Kyung yang kembali ke Korea setelah 6 tahun.

Young Joo, Jung Eun dan Han Byul tiba di bandara. Young Joo masuk terlebih dahulu untuk menemui pedagang kain Jepang yang ingin membeli kainnya. Sedangkan Jung Eun dan Han Byul masuk ke dalam dan berniat untuk jalan-jalan di bandara.

Kang Woo pun datang ke bandara, sepertinya akan menjemput Yoo Kyung. Kang Woo melihat Jung Eun dan Han Byul yang akan masuk ke bandara. Kang Woo segera mengejar sosok Jung Eun yang dilihatnya, hingga ke dalam bandara, namun tak menemukannya

Young Joo yang sedang berbicara dengan kliennya melihat Kang Woo yang sepertinya sedang mencari seseorang, dia pun mulai cemas Kang Woo akan melihatnya dan Jung Eun di bandara.

Jung Eun sedang membelikan Es Krim untuk Han Byul, sementara Han Byul menunggunya di sebuah bangku. Saat Jung Eun selesai membeli es krim, dia melihat Han Byul sedang memainkan tas seorang wanita. Jung Eun sangat kaget melihat siapa wanita yang ada di samping Han Byul, karena wanita itu adalah Han Yoo Kyung yang sedang menunggu Kang Woo. Jung Eun panik dan langsung bersembunyi di balik tembok untuk menghindar dari Yoo Kyung.

Yoo Kyung menatap Han Byul dan bertanya pada gadis kecil itu
Yoo Kyung: “Gummo, sedang apa sendirian disini?”
Han Byul: “menunggu ibuku”
Yoo Kyung: “Berapa usiamu?”
Han Byul: “6 tahun”
Yoo Kyung menatap takjub pada Han Byul dan berkata, “Aih,, cantik sekali”

Jung Eun melihat interaksi Yoo Kyung dan Han Byul, dia panik dan merasa tak nyaman melihat hal itu dia pun bingung harus bagaimana.


Cerita The Thorn Birds episode 11


0 komentar em “Cerita The Thorn Birds episode 10”

Poskan Komentar

Label

#LERB (7) 19-Nineteen (2) 49 Days (23) A Gentleman’s Dignity (1) Action (8) Adventure (19) Agen Bola PENIPU (1) Agoeng Nadh (1) Ajip Rosidi (1) Aliens (3) Amanda Ashby (1) Amore (3) Antivirus (3) Apocalyptic (9) Arang and the Magistrate (1) Astrid Zeng (3) Baby Faced Beauty (4) Baca blogspot (3) Baca Cerita Drama korea (34) BBI (8) Behind The Scene 49 Days (15) Behind the scene Marry me mary (1) Belanda (1) berita (4) BIG (5) Biografi (1) Books in English Challenge (4) C REAL (1) C-Real (1) can you hear my heart (5) Cerita Abunawas (8) Challenge (7) Character Thursday (1) Cheat Lost Saga (6) Cheat PB (1) Chicklit (2) Childrens (3) China (2) chit-chat (9) Choi Daniel (1) Choi Min Ho (1) Chris Dyer (1) Christina Tirta (1) City Hunter (16) Classic (5) Competition (2) Contemporary (6) Contest (2) Crissy Calhoun (1) Cultural (7) Daftar isi (1) Daniel Choi (1) Death (3) Delirium (1) Djokolelono (1) download (9) Download Film (1) Download IDM Terbaru (1) Download Kpop (3) Dr. Jin (1) Drama (8) Dream High (4) Dream High 2 (7) Dystopia (11) Earthsea Cycle (1) Eugene (2) Eun Jung (1) EXO (1) Fairies (1) Family (2) Fantasy (27) Feby Indirani (1) Film baru (1) Flower Boy Ramyun Shop (5) Flower Boy Ramyun Shop cute teaser (2) Francisca Todi (1) Gado - Gado (5) gambar lucu (1) game (1) game hp (2) Gayle Forman (2) Giveaway (8) Glorius Jae In (1) Glory for Jane (1) Golok Pembunuh Naga (5) Goo Hara (2) Goo Hye Sun (1) Goodbye Miss Ripley (2) Han Hyo Joo (1) Hanakimi korea (3) Header (3) Heartstrings (48) Heartstrings behind the scene (9) High Kick 2 (1) High Quality Dream High 2 (6) Historical Fiction (4) Holocaust (2) Horror (2) Humor (7) Hunger Games (7) Hyorin (1) If I Stay (2) Ika Natassa (3) Ilana Tan (3) Im Joo-hwan (1) indehost (2) Indonesia (16) info (3) IU (9) James Patterson (1) Jane Austen (1) Jang Geun-suk (5) Jang Nara (1) Jepang (2) Jiyeon (3) Jo Hyun Jae (4) John Boyne (1) Jules Verne (1) Jung Il Woo (12) Jung Yong Hwa (1) Jung Youn Hwa (3) Just-For-Fun-RC (2) Karla M. Nashar (1) Ken Grimwood (1) Kim So Eun (3) Kim Soo Hyun (1) Kimi ni todoke/From Me To You (1) kontes Seo (7) Korea (6) Korean Movie (2) Krystal (1) Kunci Jawaban (1) L.J. Smith (2) La Mian (1) Lauren Oliver (1) Lee Jin Ki (3) Lee min ho (11) Lee Yo won (2) Lia Indra Andriana (5) Lie To Me (26) Lorien Legacies (2) Love rain (1) lucu (3) M.G. Harris (2) Maggie Tiojakin (1) Magic (3) Man of Honor (2) Man of Honor ost (3) Marc Levy (1) Marry me Mary (2) Mary Kay Andrews (1) Mary Rodgers (1) Mason Moon (1) Me too flower (1) Meg Cabot (1) Metropop (8) Moammar Emka (1) Moon Geun Young (6) Music (3) My Princess (1) Mystery (5) Myth (2) Myung Wol the Spy (1) Name In A Book Challenge (6) Naruto shippuden (5) Ninit Yunita (1) Non-Fiction (7) Olahraga (4) Onew (31) Operation Proposal (9) Operation Proposal Episode (2) Orizuka (2) Ost 49 Days (4) Ost City Hunter (5) Ost Dream High 2 (9) Ost flower boy ramyun (3) Ost Heartstrings (17) Ost Lie To Me (8) ost poseidon (3) Paranormal (10) Park Min Young (6) Park Shin Hye (5) Penerbit Andi (1) Penerbit Atria (1) Penerbit Authorized Books (1) Penerbit Avon Books (1) Penerbit Bentang (1) Penerbit Buku Katta (1) Penerbit Bukune (1) Penerbit Elex Media Komputindo (1) Penerbit Escaeva (1) Penerbit Gagas Media (4) Penerbit Gradien Mediatama (3) Penerbit Gramedia (27) Penerbit HarperCollins (2) Penerbit Haru (3) Penerbit Mahda Books (1) Penerbit Matahati (3) Penerbit Mizan (6) Penerbit Nulisbuku (1) Penerbit Pustaka Jaya (1) Penerbit Qanita (1) Penerbit Scholastic (1) Penerbit Serambi (2) Penerbit Terakota (1) Penerbit Ufuk Press (2) Perancis (2) Pittacus Lore (3) Poseidon (11) Prediksi Skor (2) Pretty Little Liars (1) Preview Dream High 2 (4) Princess Man (1) PROFILE PEMAIN BOYS BEFORE FLOWERS (1) Queen In-hyun’s Man. (4) Raja gombaL (1) Retni SB (1) Ripley (2) Romance (51) Rooftop Prince (3) Running Man episode (2) Salamander Guru and the Shadows (2) Sara Shepard (1) Scene City Hunter (3) Science Fiction (19) Scott Westerfeld (3) Sherlock SHINee (6) SHINee (1) Short Stories (4) Simone Elkeles (1) Sinopsi Man of Honor (1) sinopsis (70) Sinopsis 19-Nineteen (2) Sinopsis 49 days (2) Sinopsis Dream High 2 (14) Sinopsis Flower Boy Ramyun Shop (24) Sinopsis Heartstrings (26) Sinopsis Lie To Me (17) Sinopsis Man of Honor (14) Sinopsis Operation Proposal (2) Sinopsis Poseidon (2) Sinopsis The Musical (1) smadav 90 pro (1) software (9) Song Ji Hyo (1) Song Joong Ki (1) Stefiani E. I. (1) sub indo (2) Supernatural (8) Suzanne Collins (7) Suzy (1) Taiwan (1) Tatiana De Rosnay (1) Teaser Tuesdays (10) Teenlit (2) tempat add bookmark (1) The Avengers 2012 (1) The Greatest Love (1) The Joshua Files (2) The Moon That Embraces The Sun episode (14) The Musical (1) The Thorn Birds episode (25) The Vampire Diaries (3) Threes Emir (1) Thriller (4) Time Travel (2) Tips SEO (1) tips trick (7) To liong to (4) Travelogue (5) uang (1) Uglies (3) Ursula K. Le Guin (1) US (27) Vampires (3) Virginia Novita (1) W. Somerset Maugham (2) War (2) Warrior Baek Dong Soo (8) Warrior Baek Dong Soo ost (2) web hosting (1) what' up (1) Widget Blog (1) Windy Ariestanty (1) Wishful Wednesday (2) Won Bin (1) Wooyoung (1) Yoo Seung ho (5) Yoon Eun Hye (2) Yoon Shi Yoon (1) Yoona SNSD (1) You are into me (1) You fell in love with me (1) You Have Fallen For Me (1) Young Adult (37) Yudhi Herwibowo (1) Zodiak (1)
 

Gudang Sinopsis Drama Korea Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger